Sudirman, 6 Desember 2016
16.50
Saling menemukan, karena kau mengaminkan. Atau kita sama sama saling mendoakan ?
Senja itu ayahmu berkunjung datang, menggenggam secarik siluet wajah yang harusnya kukenal saat itu. Sayangnya, tak ada aku saat perjumpaan itu. Hanya ada ayahku, dan ayahmu tentunya.
Senja itu ayahmu meminta untuk kita saling disatukan. Kamu, pria yang selalu aku semogakan. Dalam dekapan sajadah sepertiga malamku. Ayahku tak tau, begitupun ayahmu dan kamu tentunya. Hanya Tuhan, yang mendekap doaku dalam kabulnya.
Ayahmu tak berhenti sampai disitu. Kali kedua, senja yang berbeda ia berkunjung. Keadaan yang sama, tak ada aku disitu. Tak ada kamu, hanya ada ayahmu dan ayahku. Dan ia kembali membicarakan kita.
Sudahkah kamu berencana ? Untuk Mengatur semua pertemuan ayah kita ? Untuk menghadirkan ayahmu di ruang tamuku. Untuk meminta agar kita dijodohkan, agar menjadi cerita yang tak disengaja?
Entahlah, tetaplah berkunjung seperti biasa. Denganmu aku suka. Denganmu aku ingin hidup lebih lama, berdua. Denganmu, Tuan yang kabul-Nya dihadirkan. Semoga kita benar benar didekatkan.
inspirasi dan untuk temanku LISK~