Minggu, 01 Maret 2026

Untuk kamu segala baiknya

​jakarta, 1 maret 2026

01.17


Untuk kamu yang selalu mengusahakan bahagia. Saya akan menceritakan baiknya kamu dan bahagia saya. Tidak lagi menunjuk diri bahwa saya yang paling baik dan paling berkorban di hubungan ini. Sehingga menutup baik kamu dan bahagia saya di lainnya. Menikah dengan kamu adalah pilihan saya untuk tumbuh bersama dan mencipta keluarga yang ada kamunya. Jahat sekali rupanya saya berkata buruk tentangmu walau itu hanyalah sampah yang berlalu. Setelahnya pada mereka saya akan menceritakan bahagia saya dan baik kamu pada mereka yang bahkan selalu menghabiskan energi saya. Maaf jika ternyata saya melukaimu sayang, dan persepsi mereka tentang kamu. Aku sayang kamu, selalu. 

Jumat, 06 Februari 2026

Sebelum 29 Berakhir

​Depok, 6 Februari 2026

17.40


Sebelum usia kepala dua ini berakhir, saya ingin menikmati segala moment dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Saya akan hidup setiap harinya, saya ingin hidup lebih lama di bumi rupanya. Meski beberapa hal buruk sering terjadi, saya masih baik baik aja sampai saat ini. Saya mensyukuri hidup ini setiap harinya. 

Untuk segala kejadian yang terjadi di usia 20 an, dari pekerjaan, menjadi guru,  pernikahan, menjadi istri, menjadi menantu, hamil, menjadi ibu, dan segala hal yang pertama saya rasakan. Dan merupakan pengalaman pertama di hidup. Dapat saya simpulkan, usia 29 adalah usia pertama kali saya merasakan berbagai peran baru di dunia. Saat usia belasan, saya merasakan perasaan baru, dari cinta, pertemanan, penerimaan, dan semuanya yang membuat saya menjadi terlihat berontak. Dan usia dari 0 hingga menuju 10 adalah usia kasih sayang terhadap keluarga dan teman. Banyak yang sudah saya lalui rupanya, di 30 tahun hidup ini. Sekali lagi, saya suka hidup!!

Menjelang akhir usia 20 an, saya ingin menikmati dan hidup setiap harinya, sekali lagi setiap harinya. Mensyukuri kehadiran manusia yang masih ada, dan semoga diberikan umur panjang. Penerimaan hidup, penerimaan diri, dan penerimaan yang sebelumnya tidak bisa saya terima. Bahkan baru di usia 29 ini saya mulai menerima nama jadul saya, dan sampai pada kesimpulan nama saya unik dan saya sisa satu satunya yang termuda haha. Dan tahi lalat yang bahkan lebih sering saya tutupi, perlahan sudah mulai keberanian untuk menunjukkan itu identitas saya! hah! bahkan 29 saya baru menerima semuanya. Dan setiap saya bercermin, terbesit di otak wah sexy sekali kamu! entah kepercayaan diri yang sudah menggila rupanya. Saya sudah percaya diri menerima diri seutuhhnya, terima kasih untuk diri yang bahkan sering kena caci.


Entah diusia kepala 3 masalah apa yang akan saya hadapi, saya merasa selama ada diri saya akan baik baik saja. Saya hidup dengan jiwa yang sudah menemani sejak diutus Tuhan. Ya, untuk hidup selanjutnya yang saya tau tidak akan mudah..

semua akan baik-baik saja.

Sore ini

​Kelapa dua, 6 Februari 2026

17.19


Menatap langit menuju senja. Menikmati kopi manis yang sudah beberapa hari tak dirasa. Tiba-tiba saja menepi di sini, dengan makanan yang biasa saja saya menikmati penutup sore hari ini. Awan kelabu yang bergerak perlahan menuju Utara, menandakan akan segera turun hujan di kota setelahnya. Angin menggerakkan daun, payung biru, bahkan kerudung coklat. Ketenangan yang saya rasa, diantara manusia berkendara cepat pulang kerja. Saya suka sepi dan ketenangan yang saya ciptakan seperti ini. Berkali menemukan kembali diri. Setelah kerja dan aktivitas fisik yang menggetarkan kaki berkali tapi menjadi candu. Saya ingin sehat, dan ingin hidup di bumi lebih lama.


Ada hal yang belum saya cerita, pekan kemarin saya ke psikolog daerah Kemang. Segala sampah yang menyesakkan, akhirnya keluar dan ditampung dengan baik. Tanpa ekspresi, tanpa respon negatif atau berusaha positif, dan tanpa takut dihakimi atau dipandang buruk. Ternyata seru, berbincang dengan orang asing yang ahli di bidangnya. Sampah itu akhirnya sudah dibuang dengan cara yang baik. Tidak melulu cerita sana sini. Saya menangis, dan tanpa sadar menghancurkan tisu tisu di genggaman, kepala terasa pusing dan berat, saya mual setelahnya. Keluar dari ruan konseling, beban yang menyesakkan, dan membuat saya ISPA berkali kali menghilang. Saya merasakan kebebasan, lega, dan bahagia, ternyata masalah yang rumit di otak diluruskan dengan benar. Setelahnya saya akan kembali ke ruang konseling itu jika ada yang memberatkan.


Memang benar, saya harus melakukan hal-hal yang membuat saya waras. Untuk jawaban yang diberikan, saya sudah tau sebelumnya tapi setelah mendengar secara langsung, selama ini saya tidak salah dan sudah benar menjalani kehidupans eabgai ibu dan istri. Hanya perlu tau batasan sabar dan waras saya, tidak apa-apa semua tidak harus sesuai aturan di kepala, dan tidak semua serumit otak saya rupanya. Saya yang harusnya tau, rasa nyaman Wahyu dan Caca yang lebih perlu. 



Selasa, 11 November 2025

Hilang

​Jakarta, 11 November 2025

00.04


Setelah kejadian kemarin, sangkaku sudah baik-baik saja. Mental yang sudah tidak porak poranda, tangis yang sudah mengikhlaskan keadaan, dan sudah menjadi lebih baik fikirku. Tapi ternyata, aku belum sebaik itu. Bayangan hal menyenangkan biasanya bersama, tapi aku tidak menikmatinya. Bahkan gairah yang tertunda karena pengobatan, tidak benar benar selesai seperti biasanya. 


Bayangan saat menutup mata bahwa 1 bola saja yang aku punya, bahwa aku sudah tidak memiliki yang lainnya. Bahwa ini sudah berubah. Hidup dengan 1 ovarium saja. Tanpa tuba, tanpa temannya. Bahkan untuk manusia yang mudah bergairah seperti akupun sedang di fase yang membuat frustasi. 


Ternyata aku belum baik baik saja. (:

Sabtu, 08 November 2025

Pertemuan hari ini

Kamar, 8 November 2025

16.06

Setelab pertemuan hari ini, ternyata saya tidak sekuat itu. Untuk segala skenario terburuk sudah terancang dan diikhlaskan. Sesak yang semula ada, tak lagi terasa. Karena sudah tidak terlalu buruk rupanya. Tidak ganas masih bisa diupayakan fikir saya.

Sambil menanti, akhirnya kami masuk. Ke dalam ruangan nuansa cerah, pendektektor kehamilan, dan seorang dokter duduk disana. Segala tanya yang sudah saya siapkan, dan skenario apa yang akan kami lakukan. Ternyata bukan hanya 2 saluran yang diambil, 1 ovarium juga ikut serta. Harapan yang tersisa sudah tidak ada, sudah minus bahkan.

Saya menangis dalam perjalanan, kamu tidak suka dan saya tau tapi tetap menangis yang hanya bisa saya lakukan. Setelah itu kita kencan di tempat mie kari yang baru kita coba, agar kamu senang katanya. Perasaan saya membaik dan kembali lagi mengikhlaskan dan mohon dikuatkan.

Ternyata setelah terpejam, dan tersadar saya menangis kembali di keheningan. Saya tidak sekuat itu rupanya.

Masih ada rapuh di diri saya, dan kehilangan sesuatu yang sudah menempel bersamamu selama 29 tahun harus hilang, dan tersisa 1 untuk berjuang sendirian.

Jumat, 31 Oktober 2025

29 ?

503

10.00

Hidup di usia 29 macam apa ini ?!

Awal didiagnosa ISK, tapi jadi kista yang sudah terinfeksi. Dan saat di ruang operasi ternyata bukan kista, tapi infeksi?

Operasi paroskopi yang diusahakan agar minum jaitan, agar di kehamilan selanjutnya jika sesar masih memungkinkan.

Jika di kehamilan selanjutnya yang ternyata tidak ada. Di usia 29 macam apa ini? Sangat berat rasanya, nangis berlarut-larut selama 3 hari. Bukannya membaik, namun semakin buruk saja beritanya.

Dan di usia 29 saya dinyatakan sudah tidak bisa hamil. Karena tuba falopi nya diangkat dan tidak bisa diselamatkan.

Jadi, ini akhir dari ISK, Kista, infeksi, selama 2 pekan ini dan ternyata akhirnya saya sudah tidak bisa hamil?

Wahyu menguatkan, ia mengatakan tidak apa apa dia ikhlas. Kita besarkan Caca aja katanya. Tapi di usia 29 saya bahkan sudah tidak bisa memberikan kamu anak lagi, saya sudah gagal jadi wanita.

Lalu selanjutnya saya harus hidup bagaimana?

Jika satu satunya jalan untuk kehamilan adalah bayi tabung.

Saya terlalu jahat menolak anak lagi ketakutan saat telat datang bulan, dan ternyata sekarang saya menangis karena tidak bisa memberikan anak lagi.

Kamar Inap, 31 Oktober 2025

06.11

Terima kasih wahai diri, masih hidup rupanya. Tiga hari yang sangat menguras emosi dan air mata. Semua sudah terlewatkan, dan saya masih hidup tinggal melanjutkan untuk penyembuhan agar tidak kembali terulang.

Wahai diri, ini adalah dosa-dosa saya pada Tuhan dan banyak hal negatif yang merusak kamu rupanya. Seperti petir yang tiba-tiba datang dan mengejutkan, ternyata bukan sakit biasa yang alhamdulillah tertangani dengan cepat.

Benar katanya, ini sudah takdir Allah dan takdir saya dipertemukan dokter dan suster di sini. Setelahnya saya akan memperbaiki EQ saya terhadap diri, manusia, dan Tuhan. Serta hidup dengan hal-hal positif setelahnya

Kamis, 30 Oktober 2025

Renungan Diri

Rumah sakit, 30 Oktober 2925

00.13

Malam ini saya kembali dipindahkan, ke ruang berisi tangisan bayi dan ibu pasca melahirkan. Esok akan ada tindakan semoga baik baik saja.

Banyak hal yang saya renungkan tentang hari ini yang begitu menyedihkan, membengkakkan mata, dan meruntuhkan dunia saya.

Di usia 26 saya harus operasi abses payudara saat menyusui, dan kini di usia 29 saya harus kembali operasi kista yang bahkan sudah infeksi sehingga menyebabkan nyeri dan sakit bertubi akhir akhir ini.

Semua ini adalah akibat dari pendosa seperti saya, yang bahkan menyerang diri untuk lebih banyak sakit. Dan atas kejadian, semua sudah takdir Allah yang sudah terjadi. Disesali tak ada arti, mohon ampunan atas salah diri sebagai hamba.

Setelah ini selesai, saya hanya akan punya 1 sel telur untuk bertahan. Setelah ini, akan ada treatment hormonal untuk saya program anak. Ya sekarang saya harus program. Saya terlalu sombong untuk kemudahan Areesa dan untuk adiknya harus saya perjuangkan segera, sebelum semua terlambat.

Sisanya, saya hanya akan hidup dan bertahan dengan 1 sel telur dan 1 jaringan asi yang masih utuh. Tubuh ini sudah hancur rupanya. Semua sudah meninggalkan cacatnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri saja saya tidak mampu.

Rabu, 29 Oktober 2025

Berita dan Kesendirian

Jakarta, 29 Oktober 2025

15.12

akhir akhir ini sulit sekali rasanya, dan masih terasa menyenangkan karena bersama kamu lewati nya. Dari rawat jalan, hingga rawat inap semua masih baik-baik saja. Namun ternyata, hari ini setelah pemeriksaan dari cek lab, rontgen, usg, semua aman, kekhawatiran usus buntu yang ternyata tak ada hanya kista. Awalnya ya dikit saya hanya kista.

Namun ternyata terlalu berdosa saya, atau terlalu jumawa mendapatkan Areesa dengan mudahnya, hingga sangat menolak untuk kelahiran selanjutnya. Saya sombong rupanya.

Hingga sekarang, saya terkejut bahwa itu bukan hanya kista saja. Namun ada infeksi yang harus diangkat, secepatnya. Dan akan mempengaruhi sel telur saya lainnya. Kesuburan sel telur yang harusnya bisa dengan mudahnya saya dapatkan. Lahiran mudah. Walaupun menyusui terasa payah. Tapi itu masih lebih baik rupanya.

Kini, semua kacau. Saya menangis sejadinya sendirian, di depan meja perawat, dihadapkan dengan dokter ia jelaskan banyak hal terburuk, yang teringat dan terdengar dengan penjelasan antara dokter dan wahyu operasi akan mengenai sel telur dan akan menurunkan fungsi sel telur. Untuk kemungkinan buruk jika operasi itu mengenai usus dan pendarahan pun tidak saya dengarkan kemudian.

Apakah selanjutnya akan sulit menyusui dan hamil kembali? Fitrah dasar perempuan yang belum tentu saya miliki seutuhnya. Jaringan asi 90% diambil hingga sel telur yang bahkan tidak tau sudah berfungsi lagi atau tidak. Bahkan jika sudah program hamil tidak membuahkan hasil berarti akan sulit seterusnya.

ternyata saya hanya manusia dan tubuh ini bukan punya saya rupanya. Saya adalah pendosa yang harus menanggung semua dosa saya. Dengan mata bengkak dan dan infus di tangan, saya ingin hidup dengan baik saja. Semoga Allah mengizinkan hidup kembali untuk saya, saya akan lebih mendekatkan pada-Nya.

Kamis, 10 Juli 2025

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025

17.22

Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terkena asma. Kemarin sempat diagnosa hipertensi, sekarang terkena ISPA dan Asma. Kenapa menjelang 30 menjadi semakin banyak sakit yang ada-ada aja dan muncul terus terusan seperti ini.

Liburan sekolah yang dihabiskan untuk menangani masalah pernafasan ini, sudah membuat turun 5kg berat badan haha untuk apa ke dokter gizi jika 2 minggu bisa menurunkan 5kg yang seharusnya target dokter 1 bulan.

Sekarang hipertensi sudah tidak ada, hanya gejala karena sakit sesak kemarin. Bahkan tadi tensi saya 102/80 sangat normal haha yang sebelumnya 140/100 dan langsung diberikan amlodipin. Akhirnya saya bisa menghentikan amlodipin karena sugesti dokter dari kecil saya bahwa tidak hipertensi.

Malah sekarang jadi ada asma. Haha lucu sekali belum 50 tapi sudah sakit-sakitan.

Rabu, 02 Juli 2025

Hal hal yang perlu disyukuri

Jakarta, 2 Juli 2025

06.27

rumah sakit

Sudah 5 hari sejak Jumat saya di sini, dengan infus di tangan kanan dan oksigen sesekali di hidung jika terasa sesak dan tak enak bernafas. Padahal baru awal bulan 5 kemarin saya disini dengan masalah sama, ISPA.

Namun yang sekarang lebih lama, karena disertai sakit lainnya sejak Senin sebelumnya. Demam, linu dan sakit seluruh badan, batuk, pilek, lidah pahit, bahkan puncaknya sesak sehingga langsung dilarikan ke IGD malam itu juga.

Setelah 4 hari tangan dipakaikan infus, dan hal yang tidak mengenakkan terjadi tangan bengkak dan harus dilepas infus. Kesulitan selama 4 hari aktivitas menggunakan tangan kiri, akhirnya bisa bernafas sebentar dengan menggunakan 2 tangan. Hal yang saya syukuri, dan terlupakan selama ini. Ternyata punya dua tangan yang dapat digunakan sangat beruntung!

Lalu setelah berhari hari sakit, tidak enak makan perlahan dapat makan dan terutama terasa ! Karena sudah 7 hari saya memaksakan makan yang berasa seperti nasi padang pun tak berasa, akhirnya di tengah kelaparan dibawakan nasi Bali yang berbumbu setelah berhari hari disini tak ada bumbu tawar, dan makan malam itu terasa nikmat sekali. Lidah yang bisa merasakan juga harus disyukuri !

Dan pagi ini saya terbangun dengan perasaan senang karena sudah lama tidak tidur pulas tanpa rintihan badan sakit dan batuk mengganggu pukul tengah malam. Saya menikmati kebebasan dan keheningan ini sebelum pulang. Sudah cukup, untuk istirahatnya saatnya kembali ke rutinitas seperti biasa !

Untuk kamu segala baiknya

​jakarta, 1 maret 2026 01.17 Untuk kamu yang selalu mengusahakan bahagia. Saya akan menceritakan baiknya kamu dan bahagia saya. Tidak lagi m...