Selasa, 23 April 2024

Endang.

​Jakarta, 23 April 2024

21.04

Hai, namaku Endang. Hanya disini saya masih baik-baik saja menyebutkan nama itu. Nama yang di esok pagi akan kembali bersembunyi, takut untuk tampak. Atas kejadian Jumat-Sabtu yang berakhir panjang dan.. memalukan.

Dia, yang bahkan tidak bisa saya sebut manusia dengan sengaja dan sadar menangkap layar status Instagram saya, yang saya akui itupun kelalaian saya. Dari 100 manusia yang melihat, ada 1 yang dengan sengaja dan jahatnya menangkap layar dan melaporkan di JAKI. Dalam sekejap, saat saya sedang membuat bubur untuk Reesa yang sedang tak enak badan, mendapat panggilan yang membuat saya harus segera ke sekolah. 

Bahkan sepanjang hari saya harus klarifikasi, dan menyaksikan orang lain kesusahan karena ulah saya yang gilaknya disebar luaskan. Guru-guru yang terlihat di foto, kepala sekolah, pengawas, kepala dinas, semua geger dan kalang kabut atas laporan ini. Bahkan saya harus menanggung sanksi sosial hingga saat ini. Malu jika bertemu manusia lain satu profesi (jangan jangan dia tau juga berita ini), untuk segala pertemuan dengan orang lain saya malu, bahkan untuk nama Endang yang dengan tai nya rasanya ingin diubah saja. 

Geram. Marah. Malu. Takut. Bahkan untuk manusia lain yang ingin tau ‘Endang yang mana ?’ Semua berkecamuk. Tidak menangis. Bahkan saya tidak menangis untuk masalah ini! Segala hal saya tangisi, bahkan untuk hal remeh pun saya tangisi. Ini tidak? Dan itu meresahkan! 

Puas Anda ?! Bahkan untuk status saya setelahnya Anda rekam layar dengan alasan manusia itu menanyakan kabar saya. Apakah itu alasan ?!

Dan semua menjadi tersebar pula setelahnya. Demi Tuhan. Saya memaafkan tapi tidak akan saya lupakan. Jangan berbahagia untuk setelahnya ! 

Oh iya, dulu hidup saya tentram dan baik-baik saja. 

Saya tidak suka capek, saya tidak suka pusing, ataupun hal yang mengganggu lainnya. Bahkan saya harus menonaktifkan sementara akun Twitter dan Tiktok saya. Semenakutkan itu. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...