Sabtu, 25 Mei 2019

Setelah Usia 23

Jakarta, 25 Mei 2019
03.02

      3 jam lebih 2 menit terlewat, menjadi benar-benar genap untuk usia 23. Huh. Menjadi usia pertengahan menjelang dewasa 20 dan sudah dewasa 25. Di usia 23, ibuku menikah. Di usiaku 23, aku belum punya apa-apa. Menjadi usia yang sangat rawan ditanya, “kapan mau nikah?” Disaat saudara laki-laki seumuranku sudah melangkah lebih dulu untuk wanitanya.
      Hanya kamu! Kata mereka, saat aku belum memikirkan pernikahan dan membuat rumit untuk segera dihalalkan.  Memang cuma kamu yang berfikir seperti itu! Ucap kawanku lainnya, saat aku berfikir jika hidup dengan satu laki-laki selamanya, kenapa harus cepat-cepat? Toh nanti sama dia ini.
       Aku merasa beruntung, untuk hari kelahiran banyak yang ingat dan merayakan. Menjadi hari menyenangkan paginya, saat ada guru bercerita tentang dirinya, menjadi lebih dekat. Karena ‘berbuat baik, ramah, dan selalu tersenyum’ seperti yang kau bilang, sayang. Menjelang terik, saya merasa sangat pegal. Duduk berlama 2 jam untuk mendengar perbincangan yang tidak jelas dan alasanku ada disini. Buang-buang waktu, ucapku. 
     Menjelang senja, aku berjumpa dengan kawan lama. Teman yang selalu baik dan sama hingga sekarang. Berbagi cerita, melakukan ‘ghibah’ tentang orang lain. Untuk hal lama yang tidak dilakukan kemudian sejak bekerja. 
     Mendapat kejutan dan beberapa hadiah. Aku senang. Aku menjadi mengharu biru untuk usahamu. Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih untuk sedikit cerita bergerak darimu. Aku suka. Sangat suka hari ini karna ada kamupun di dalamnya.

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...