Selain ibu, semua menjadi egois. Begitupun saya. Melarikan diri dari yang dihadapi, tidak adanya yang seharusnya menjadi figure pemimpin dalam kelyarga, kacau. Begitu menyedihkan seperti ini. Dan dengan pengecutnya semua melarikan diri, kecuali ibu.
Ibu sakit, bahkan saya hanya menambah ia menjadi sakit. Ibu menderita, bahkan ibu sering menahan kesal dengan keluarga. Jika ibu tidak ada, kalian mau gimana? Tak ada yang berani mendekatkan, semua saling menjauhkan.
Bahkan jika tak ada ibu, mungkin saya akan tidak punya keluarga. Mungkin bapak dengan keluarga barunya, adik dengan keluarga kecilnya, dan begitupun saya. Hingga saat ingin kembali, kami tak memiliki rumah untuk dihuni. Menyakitkan.
Saya akui, hari ini saya begitu menyebalkan.