21.42
Saya serius, saat saya katakan ingin bertahan. Saya serius, saat saya katakan “hanya kamu”
Saya pun serius, saat saya katakan saya sayang kamu apa adanya, untuk lebih dan kurangmu.
Saya menyadari, bahwa seharusnya saya berdamai dengan semua. Sejak awal.
Seharusnya..
Saya menerima jika sebelumnya dia sudah tidak mau dengan saya.
Saya menerima jika kamu adalah hal terbaik yang pernah saya punya.
Saya menerima jika saya sudah tua.
Saya menerima jika saya memang gemuk.
Saya menerima jika panggilan ‘ibu’ adalah karena ketidaktahuan dan biarkan saja.
Saya menerima jika saya tidak photogenik.
Saya menerima jika orang lain dan saya berbeda.
Saya menerima untuk semua yang ada sejak awal, saya yang seharusnya bersyukur.
Seharusnya saya bersyukur,
Hidup menjadi lebih baik untuk manusia yang tidak ada ‘wah wah’ nya.
Saya menerima semua. Bahkan tahi lalat di pipi kiri yang tersembunyi, kini tidak apa-apa. Manusia lain menerima, kenapa saya tidak ?
Sekali lagi, saya menerima semuanya. Terima kasih untuk diri yang masih kuat pada manusia bernama Endang Rachmawati yang selalu menuntut lebih. Karena covid-19 saya menjadi lebih menerima banyak hal; diri, keluarga, dan kehidupan.
Terima kasih. Mencintai diri sendiri dan menerima semuanya terasa menjadi lebih mudah.