Kamis, 28 Oktober 2021

Masakan

28 Oktober 2021

22.31


Saya tidak tau, sesedih ini rasanya. Tentang masakan yang sudah disiapkan. Karena terlambat datang untuk pergi sebentar, ia tidur dan tak ingin makan. Untuk menu yang ia inginkan.

Hari ini, saya tidak pernah uleg sambel, apalagi masak pagi sebelum kerja. Tapi karna kamu tidak selera, enggan dibawa. Semua harus menu kamu, sayang? Saya usahakan hal yang tidak pernah saya lakukan, untuk kamu. Tapi semua salah saya jadinya. Saya siapkan sarapan terlalu lama, saat saya siapkan kamu katakan segera tanpa ucapkan terima kasih atau menikmati. Bahkan tidak menawari atau menunggu saya makan dengan sabar. Dengan alasan terlambat. Dan karena saya lama. 

Hari kemudian, saya masak kikil yang bahkan saya belum pernah memasaknya dan itu enak. Tapi kamu tidak mau, karena saya sudah lama memasaknya. Dan kamu tidur. 

Ternyata sesedih ini jika orang yang kita harapkan untuk makan dengan lahap bahkan tidak menyentuh sama sekali. Sakit. Dan nanti akan salah saya lagi. Saya tidak pernah menyia nyiakan masakan ibu sebelumnya, sekenyang di luar saya tetap makan walaupun sedikit. Dan melihat Tyo makan dengan lahap lauk malam ini setidaknya mengobati. Ada yang menghargai masakan saya. 

Sepertinya saya terlahir untuk ‘nurut’ oh tidak. ‘Harus nurut’ dan ‘saya salah’ atau kita balik ‘ini salah saya’ semuanya akan kembali ke salah saya.

Selasa, 19 Oktober 2021

buruk

Jakarta, 18 Oktober 2021

23.00

Perasaan saya tidak enakan, tiba tiba rindu ibu berlebihan padahal di rumah. Setelah bercerita rindu ini tidak juga memudar. Saya rindu tidur bersama ibu. Saya rindu bermanja dan berbincang lama. 

Terlebih malam ini saya baru menyadari, ada bunga segar di kamar hari ini. Menyambut kedatangan saya dan Wahyu ibu menaruh bunga di pojok kamar. Hal kecil yang membuat saya terharu. Panjang umur untuk ibu. Saya akan berbakti pada Ibu, Bapak, dan Wahyu. Menjadi anak baik yang tidak menyusahkan dan membahagiakan. Dimulai dari rajin memasak dan membereskan rumah. Saya akan menjadi berbakti untuk semua. 

Ah setelah menulis ini saya menjadi lebih enakan. Sepertinya bisa segera tidur. Tapi hari ini, saya keras sebal dengan diri saya dan anak-anak. Biasa lancar mengerjakan di video tapi tidak lancar saat PTM. Saya menyalahkan diri untuk segala yang terjadi. Saya merasa gagal menjadi guru.

Ayo kita fokus untuk mereka. Lebih memperhatikan dan belajar. Saya merasa sudah tidak memiliki semangat mengajar. Semoga ada hal baik besok terjadiđź’•


Suami

19 Oktober 2021

00.26


Rasanya masih asing, melihat dia tertidur seperti ini di samping. Saya terbiasa tidur gelap harus menyesuaikan dia yang terbiasa tidur terang. Saya terbiasa berantakan, harus menyesuaikan dia yang terbiasa rapi walaupun sembarangan. 

Untuk setiap genggam dan lelapnya setiap malam, serta pelukan hangat hingga pagi, membuat saya merasa bersyukur karena dia manusianya. ❣️

Untuk hari-hari selanjutnya,mari kita buat lebih menyenangkan! Penuh cinta dan kebahagiaan! đź’•


Untuk suami 

tertanda, istri

Sabtu, 09 Oktober 2021

Terakhir

9 Oktober 2021

23.00

Menjelang pukul tengah jam yang lebih cepat 30 menit dari seharusnya. Menjadi akhir saya menjadi bakti pada Ibu Bapak. Dan kurang dari 24 jam memiliki pendamping seorang suami. Dari rencana 27 menikah, menjadi 25 lebih cepat. Bulan 12 dari rencana, hingga 10/10 sudah ditetapkan. Sebentar lagi akan pergi dari ibu dan bapak, biasa serumah dan bercengkrama, sekarang sudah harus berpindah. 

Untuk diri saya yang kelak akan berkeluarga, jangan lupa kamu punya orang tua dan mertua. Banyak yang saya pelajari hari ini. Menjadi manusia individualisme yang bahkan lebih menguntungkan kesenangan sendiri seperti tak punya acara dan keluarga, mereka sibuk dengan dunianya di apartemen bahkan tanpa berkunjung. Sial. Apa bedanya mereka dan teman teman saya yang datang pagi hari esok?

sudah sudah. Cukup sudah menangis dan energi negatif. Besok bahagiamu. Dan jika nanti sudah berkeluarga, tetaplah peduli jika ada yang punya hajat. Bantu dan ringankan jangan seperti mereka. 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...