Jakarta, 24 Maret 2024
22.14
Halo. Sepertinya saya harus sering menulis. Untuk meregulasi dan validasi perasaan saya yang akhir akhir ini kacau. Sangat kacau dan menjadi mudah marah.
Sejak jadi ibu, mudah sekali saya emosi terutama marah. Seperti banyak hal yang sudah ditumpuk, dan keluar dengan marah. Lelah. Tertekan. Tidak ada dukungan, malah disalahkan dan dipojokkan.
Sejak Senin- Rabu kemarin Reesa demam 39’, di hari Kamis masukin obat dari dubur dan dicek lab. Trombosit turun, hari Jumat dirujuk ke IGD. Hingga malam ini, masih di rawat inap.
Nyeri perut karena haid hari pertama, tekanan dari ibu yang menasihati tapi saya yang kembali marah dan merasa disalahi. Segala koreksi setiap datang kemari. Tidak nanya kabar atau keadaan saya. Saya tidak butuh nasehat, bahkan di saat seperti ini. Saya butuh dipeluk, dan diperhatikan. Seorang ibu yang masih butuh perhatian ibunya. Bukan perhatian nenek pada cucu nya.
Omongan dari orang-orang anaknya sakit terus, gabisa rawat anak, yang tai omongannya. Tidak membantu setidaknya doakan saja, malah sekali lagi menghakimi. Guru guru ini senang sekali menghakimi dan menganggap dirinya dewa.
Anaknya ceria dan tidak merepotkan, sangat tegar dan kuat. Cuma keras kepala dan mudah bosan an. Mamanya yang engga sabaran. Seringkali saya merasakan bersalah, setelah tadi hanya berdua Reesa dan dia tidak bisa diam sambil terpasang infus. Sering kelilit hingga darah naik ke selang. Mama marah. Dan Reesa tetap melakukan. Akhirnya mama yang tantrum. Setelah itu, mama nya merasa menyesal kenapa tidak bisa lebih sabar.
Menjaga agar Reesa tidak ada luka batin, tapi nanti ternyata saya yang menciptakan sendiri. Ekspektasi orang orang harus bisa merawat ajak dengan baik, dan tekanan dari orang tua, membuat emosi saya yang tidak boleh dikeluarkan karena itu adalah durhaka. Sekalinya dikeluarkan dan dijawab, tetap salah. Akhirnya mama yang melampiaskan ke Reesa. Harusnya gaboleh gitu, tapi ternyata seperti itu.
Sekarang saya merasa kebingungan dan merasa tak pantas jadi orang tua. Belum pantas, harusnya nanti saja punya anaknya (?)