Kamis, 31 Oktober 2024

Saya Adalah Wanita Itu

Jakarta, 31 Oktober 2024
11.15

Saya adalah wanita itu. Wanita yang meromantisasikan segala hal. Semua yang diamalinya, semua yang dirasakannya, semua manusia yang menghangatkan hatinya, dan semua yang bahkan untukmu itu berlebihan. 

Saya adalah wanita itu. Setelah membaca kembali tulisan lama, perasaan saya mengudara kembali ke masa-masa itu. Manusia yang sejak usia-16 telah  abadi dalam tulis saya. 

Saya adalah wanita itu. Wanita yang kembali menemukan dirinya. Wanita yang kembali menjadi dirinya, setelah menjadi ibu dan menjadi istri di dunianya. 

Saya adalah wanita itu, yang dengan terlewat nya waktu, diri saya tetap abadi disini. Setelahnya saya akan kembali rajin menulis, agar hingga usia lebih pun saya menjadi tetap untuk berkali-kali diingat.

Saya adalah wanita itu, wanita yang tetap suka hujan, kopi, dan kue manis. Wanita yang menjadi suka dengan hidupnya menjadi manusia. 

Saya adalah wanita itu, setidakmenyenangkan apapun hidupnya, serumit apapun otaknya, serapuh apapun hatinya, tetap memiliki dirinya sendiri. Wanita itu tidak sendiri. Ia memiliki hidup dan dirinya yang menemani. 

Wanita itu akan terus melanjutkan hidupnya, walaun dengan cacian di tulisnya dan makian di otaknya.

Rupanya Takdir Masih Bermain Peran untuk Kita

31 Oktober 2024
08.19

"Jika ditakdirkan untukmu, seberapa keras kau menghindar akan tetap dipertemukan . Namun jika tidak ditakdirkan untukmu, bahkan di satu tempat yang sama pun kau tak akan bertemu."

Benar ucapnya, terang adanya. Bahkan jika awalnya adalah kamu yang seharusnya datang dan tiba-tiba bukan kamu akhirnya. Sebegitu keras takdir berupaya untuk kita tidak bertemu rupanya. Memang benar adanya, bahkan dari awal takdir memang sudah bermain peran di kehidupan kita berdua rupanya.

Kita dipertemukan karena masanya, dan masa itu sudah selesai.  Benang merahnya sudah terputus, bahkan di tempat yang sama pun, takdir tidak mengizinkan kita untuk bertemu.

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...