Untukmu, laki laki yang pernah membirukan duniaku..
Aku pernah menyayangimu dengan terlalu
Hingga rindu kujamah setiap waktu
Bisakah kita berjalan mundur sebentar dan ungkapkan banyak hal?
Meski aku tidak benar tau apa yang kau rasakan dan inginkan
Untuk masa setahun silam, banyak hal yang ingin kubicarakan tapi kau tetap diam
Entah aku yang tidak memberimu kesempatan atau kau memang suka menjadi pendengar tanpa mau didengar?
Untuk masa setahun silam, maaf, bukan aku yang tidak berperasaan padamu yang memohon untuk aku diam.
Bukan aku tidak sayang, tapi aku hanya terlambat untuk benar benar rasakan.
Aku terlalu gugup untuk berhadapan, seakan tidak ada sayang saat aku tak dapat tunjukan.
Pernahkah kau menyesal melepaskan? Atau aku saja yang berlebihan menanggapi perasaan.
Bisakah sekarang kita membicarakan posisi sekarang?
Saat aku dan kamu telah berbeda haluan?
Kau dengan wanitamu, yang katanya sedang kau usahakan
Dan aku dengan laki lakiku, yang sedang kujalankan
Cukup sampai disini aku pertahankan, kamu yang selalu mengabaikan.
Cukup sampai disini aku mengatakan, rindu yang tak pernah kau hiraukan.
Aku akan berpindah, tidak lagi kamu.
Tidak lagi tentang kamu.
Endang Rachmawati
Jakarta, 1 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak