Entah sudah berapa lama, tak tau pastinya. Kita tidak berjumpa.
Entah kapan terakhir kita tertawa bersama, kau tau itu lebih lama dari perjumpaan terakhir kita. Aku merindukannya. Aku merindukanmu. Aku merindukan kita.
Bisakah aku mendengarnya? Satu tahun sudah sangat lama menunggu, butuh berapa tahun lagi aku bisa mendengarnya? Mendengar yang kau rasa. Tidak pada siapa tapi padaku. Aku tidak suka rahasia, aku tidak suka menunggu. Tapi kau mampu membuatku menunggu dengan rahasia yang telah akrab padamu.
Mungkinkah ini terlalu cepat? Pelabuhan yang kulakukan. Ataukah aku harus menunggumu, lebih lama mungkin. Satu tahun mungkin belum cukup untukmu, dan kau perlu waktu. Apakah tidak seharusnya aku tetap menunggumu? Mungkin kau butuh waktu. Aku tidak ingin kembali, cukuplah luka atas dirimu. Aku hanya ingin tau satu, mengapa kau putuskanku?
Endang Rachmawati
Jakarta, 7 Januari 2015