Hari ini aku menangis, menangis untukmu yang pertama. Mendominasi pembicaraan disetiap obrolan. Tidakkah kau sadar akan perubahan? Apakah harus kukatakan agar kau dengar? Atau diam dengan segala kemungkinan pengharapan kau akan sadar?
Bagaimana bisa aku mempercayaimu untuk hatiku, sedangkan segalanya aku harus bersabar. Kemungkinan luka itu akan kembali, dan aku tidak siap. Aku kembali menyusun, benteng-benteng pertahanan.
Mungkin kau boleh menceritakan duniamu, aku akan menjadi penyimak yang baik. Tapi aku tidak akan menceritakan duniaku, menulis lebih baik. Walau tidak didengar, setidaknya ia tidak menyakitkan.
Endang Rachmawati
Jakarta, 4 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak