Atas segala penantian yang ku ulang.
Seharusnya kau memberitahu,
Atas segala rinduku yang tlah mengakar semu.
Andaikan kau dari awal jelaskan, tak seharusnya aku berjuang.
Andaikan kau bercerita dengan lugas, tak seharusnya aku menunggu kau tegas.
Kini tidak ada lagi penantian, atas cinta tlah kehilangan.
Bahkan untuk hatiku yang telah berkorban, hatimu mengarahkanku untuk ikhlaskan.
Karena hatiku tlah berujar, kau tak kan lagi kukejar.
Endang Rachmawati
Jakarta, 5 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak