Senin, 30 November 2015

Menuju kampus

Kereta, 30 November 2015

      Pagi menjelang siang. Pukul 10.30. Sebenarnya bisa dikategorikan aku sudah telat, dan kenyataan aku masih. Sangat. Santai. Haha~ bukan tidak ada dosen, bahkan dosen sudah hadir dalam pertemuan. Entah mengapa hari ini aku merasa malas sekali untuk bergegas . 
      Pukul 09.20 aku baru saja berangkat dari rumah, kenyataannya 20 menit lagi jam perkuliahan kedua dimulai. Pukul 10.00 aku baru naik kereta, karena kereta menuju sudirman saat aku sampai di stasiun masih di cilebut. Owowow~~
Seharusnya aku bisa saja tidak terlambat, jika aku sampai di stasiun pukul 09.30, tapi... Entahlah hoho..
      Yeah.. walaupun aku merasa tak nyaman, dan berfikir ulang untuk tidak hadir dalam pertemuan. Aku malas saat hadir ditengah perkuliahan, betapa malunya kau tau. -_- tapi mau bagaimana lagi, absensi lebih penting dari rasa malu. Semoga aku beruntung. Semoga tidak hanya aku yang terlambat~~

Kamis, 26 November 2015

KJMB2024

Jakarta, 25 November 2015
20.24

Hari ini aku bertemu, dengan seseorang yang terlihat lucu bahkan aneh. Terlalu banyak bergerak padahal sedang tidak ada ruang bergerak. Tapi dia baik. Dan sepertinya kita akan sangat kompak, jika dipertemukan kembali. 

Ah semoga saja aku masih dapat mengenalimu dengan jelas, saat kita bertemu lagi. Ya jika takdir memberi ruang pada kita untuk bertemu. Kawan :)

Endang Rachmawati 

Senin, 23 November 2015

Ketika

Menyedihkan, ketika kau bahkan tak menghargai hidupmu secara benar. Seperti bunga yang terlepas dari tangkai, mengembara tanpa tau hendak bermuara. Hendak menepi tapi kau malah sakit sendiri. Terlalu banyak bunga yang indah, kau indah tapi tak merasa semenarik bunga lainnya.

Apa yang salah? Jika bunga ingin sama terlihat indah. Mungkin hidup mereka yang berlebihan, atau hidupmu yang bermasalah sejak awal berjalan. 

Senin, 16 November 2015

00.09

Jakarta, 16 November 2015
00.09

Menjelang pagi esok, apakah aku mampu melewatkan tanpa ada kamu? Untuk nanti dan hari yang berlalu..Semoga rindu tak segera berebut untuk bertemu. Baik baiklah selalu..

Untuk kamu..
Laki laki di duniaku :)

Senin, 09 November 2015

Mauku Berbicara tentang Rindu

Jakarta, 9 November 2015
19.14

     Sudah lama aku tidak berbicara dengannya. Bahkan banyak hal yang ingin ku bagi dengannya. Tidak seperti yang lama aku bisa berbagi dengannya setiap saat, kini kami perlu meluangkan waktu untuk bertemu. 
      Aku rindu dia, yang kini tlah hilang dalam kesibukan. Aku rindu dia, berbincang panjang di sore hingga petang. Tertawa dan membicarakan ke absurd an dunia kita. Bersamamu aku gila. Bersamamu aku suka. 
      Kau tau, hal paling mustahil di dunia adalah menginginkan seseorang untuk seperti dulu. Menemani sepanjang waktu. Jika ku berfikir aku akan baik baik saja, ternyata tidak semudah itu. Aku tlah kehilangan ceritaku. Aku tlah kehilangan dunia kita yang kini berbeda muara. Aku ingin kamu ada di sampingku, itu sudah lebih dari cukup untuk menyempurnakan hidupku. Yang kau tau? Lebih baik dari saat kita sekolah dulu. Aku hanya ingin kamu.
      Apakah kamu baik-baik saja dengan duniamu? Apakah kau sempat kehilangan sosok ku dalam bayangan perjalananmu? Seperti aku yang tlah kehilangan seseorang yang menemani Langkahku. Seseorang yang menemani tawaku. Sekali lagi. Aku rindu kamu. 
      Dongeng mengajarkan kita untuk percaya akan keajaiban. Jika kini aku berusaha percaya itu, apakah akan benar terjadi di duniaku? Tak ada yang seperti kamu. Tlah kucari hingga berlalu, yang kutemukan orang orang yang berbeda. Sangat berbeda dari kamu. Aku hanya mau kamu. 
      Sekali lagi. Aku rindu kamu. Aku hanya mau kamu. Aku hanya ingin denganmu. 

Endang Rachmawati 
      

Minggu, 08 November 2015

Seputar cinta

Jakarta, 7 November 2015
23.24

Selamat malam~
     Setiba ingin aku menulis, tentang hari ini menjelang esok pagi. Sebelum pukul 00.01 aku ingin menceritakan tentang hari ini. Kau tau apa yang kulihat? Hari ini aku melihat banyak sekali cinta. Mungkin lebih tepatnya... Orang jatuh cinta.
      Jika cinta diungkapkan sebagai sebuah perasaan irrasional, tidak masuk akal. Dan perlu dikendalikan secara kuat oleh nakodha pemiliknya. Banyak orang berbeda mengekspresikan cara ia jatuh cinta. Senior laki laki di kampus, mencintai teman seangkatan yaitu senior saya di organisasi yang sama. Cara ia mengekspresikan cintanya? Cukup unik, bisa dikategorikan jarang mereka chatting tidak seintens orang yang akan pacaran. Mungkin lebih ke wanitanya yang tidak ingin pacaran, tapi cara senior laki laki saya mengekspresikannya dengan tindakan. Bahkan untuk orang seperti dia, terlihat berbeda saat jatuh cinta. Saya yang bahkan adiknya tidak diperhatikan seperti itu. Tapi kau tau? Wanita itu mencintai sahabat dari lelaki tersebut. Dan lelaki itu bahkan tidak lelah mencoba menarik hati wanita itu. 
     Ada lagi, ini terjadi pada teman angkatan saya satu organisasi. Hal ini terjadi pada wanitanya, ia bukan orang yang suka dandan atau kegiatan cewek lainnya. Tapi sejak ia dan laki laki teman saya menjadi dekat dalam suatu acara, mereka terlihat lebih sering berdua. Mereka tidak pacaran, mungkin dekat. Tapi kau tau, wanita teman saya kini menjadi lebih suka dandan dan memakai lipgloss. Lalu saat jam makan siang tadi aku di sebelah mereka, laki laki itu bertanya "kamu mau makan apa? Aku yang beli aja." Oh No. Bahkan belum 1 menit yang lalu laki laki itu baru berbicara dengan sikapnya yang jail kepadaku, tapi seperdetik kemudian berubah menjadi lembut kepada wanita itu. Bukankah aku juga belum makan? .....
      Kejadian ketiga, hal ini terjadi pada teman wanitaku satu organisasi. Ia menyukai senior kami, sejak masa orientasi ia sudah menyukainya. Entah ini cinta apa namanya, jika sudah tersebar bahwa wanita ini menyukai senior kami. Bukan karena dia genit atau sebagainya, perangainya yang asli orang betawi membuat gaya bicaranya ceplas ceplos. Hal itu tanpa sadar membuat banyak orang tau ia suka senior kami. Tapi tragisnya, senior kami tidak suka padanya. Bahkan ia menyukai wanita lain dan bergonta ganti pacar. Mungkin yang ia rasakan sudah kebal, dan dengan entengnya wanita itu bilang "terserah dia mau sama siapa aja sekarang, yang penting dia jodohnya sama gue." 
      Kejadian terakhir, hal ini terjadi pada temen wanita saya dalam satu organisasi yang sama. Ia menyukai senior kami. Tapi ini adalah cinta diam, bahkan senior kami sudah memiliki pacar. Saat aku tanya kenapa tidak mencoba mendekat, dia bilang "setidaknya dia masih ada di jangkauan pandangan gue. Itu udah cukup buat gue bertahan di organisasi ini."
     Banyak sekali, ekspresi manusia ketika jatuh cinta. Apakah kau masih ingat perasaan pertama kali jatuh cinta? Untukku, aku masih mengingat jelas. Satu hal yang membuat aku merasa bahwa kali ini adalah cinta, yaitu semangat. Aku menjadi semangat pergi sekolah, menjadi indah banget warna dunia tidak lagi abu abu. Setelah putus cinta, puluhan diksi diksi romantis mengudara di fikiran. Menuangkannya dalam sajak kepedihan. Bahkan jika mengingat hal itu, aku merasa bodoh dan sudah tak punya harga diri di depannya. 
     Tapi itulah cinta. Saat pertama merasa manusia paling bahagia di dunia. Namun saat cinta membuatnya jatuh merosok hingga ke jurang terdalam, membuatmu perlu lebih dari waktu cinta itu tumbuh di hatinya untuk melupa. Setelah sampai di atas, ada hal lain yang membuat kau takut untuk jatuh ke jurang kembali. Dan kau lebih hati hati. Tak tau siapa yang kelak jatuh hati Padamu, kau tetap jaga hati takut ia membawamu ke jurang seperti sebelumnya.
      Mungkin banyak orang berfikir hal ini termasuk lebay, seakan menuntut perhatian, tidak tau diri, jahat, tukang gantungin orang, dan sebagainya. Tapi terkadang banyak hal, yang butuh proses tidak sebentar. Bahkan sebelum benar benar ia siap untuk mencintai kembali. Kau tau yang membuatku sulit berkomitmen? Karena aku menjaga hati, untuk tidak luka lagi. Hanya takut. Untuk segal sakit yang terjadi. Kau siap jatuh cinta berkali kali? Aku tidak, bahkan aku seperti menaruh luka untuk hati yang lain.  
      

Rabu, 04 November 2015

:}

Kamar, 4 November 2015
12.01

Hei manusia, masih adakah kamu di dunia ? Tak kutemukan kamu dimana - mana. Aku rindu kamu. 

Hei manusia, entah tahun keberapa ini. Bahkan tahun ini akan segera berakhir, tak kutemukan kamu. Ada yang ingin kuberikan untukmu.

Hei manusia, bagaimana dengan harimu? Tak tau kapan terakhir kali kau bercerita tentang dirimu, apa ada sesuatu yang baru di hidupmu? Ada banyak yang ingin ku bagi denganmu. 

Hei bahkan tulisan ku semakin berantakan saja huh, sepertinya aku butuh kursus menulis -_-. Seperti tak layak dibaca, sempat aku berfikir untuk menutup blog ini. Lalu aku kursus menulis dan menjadi penulis profesional haha. Bagaimana dengan ide ku, apakah cukup bagus? xD 

Berbicara hal lain, bagaimana kalau kita berdamai ? Yeah.. Tidak sekali aku memintanya dan kembali terulang. Tapi seperti game yang memiliki tombol new game untuk nge-restart dari awal, bagaimana jika restart ulang ? 

Endang Rachmawati 


Selasa, 03 November 2015

Hujan di awal November

Jakarta, 2 November 2015
20.10

Mungkin rasanya akan sama seperti biasa, jika kutemukan hujan saat musim hujan. Tapi rasanya akan sangat berbeda, jika hujan hadir mencoklatkan tanah yang mulai terbelah. Membasahi daun yang sudah mulai menguning layu.
Selamat datang..
Selamat datang hujan pertama di awal November :)~

Selamat datang, bukti kebaikan alam pada kami penduduk bumi. Aroma tanah yang khas, bukti kebahagiaan tumbuhan dan seluruhnya. Setiap orang memiliki cara sendiri untuk menikmati hal yang disukai. mataku terpejam, menikmati setiap angin yang berhembus menerbangkan kekecewaan dan memberikan harapan baru untukku. Ditemani secangkir kopi, aku mencoba menulis. Mengumpulkan segala rasa dan memori yang sedang kucoba rekam dan simpan di Ingatanku terdalam. 

Hujan mengingatkanku pada banyak hal, tetang hujan disetiap moment, tanggal, waktu, jam, dan..orang yang berbeda. Satu hal yang sama saat kurasa ketika hujan, perasaan nyaman dan tenang. Perasaan bahagia dan syukur untuk tetap hidup hingga sekarang. 

Setidaknya...
Janji janji kehidupan masih berlaku. Setidaknya tidak selamanya kering itu kemarau. Setidaknya, hujan masih memberikan janji untuk ku. Janji untuk tetap berjuang. Untuk aku yang tahunan silam, dan aku di kemudian. Hujan tetap hujan. Menemani dengan keindahannya yang kusyukuri. hujan tetap hujan. Menawarkan kesan yang berbeda disetiap rasaku yang sama. 

Endang Rachmawati 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...