Jakarta, 7 November 2015
23.24
Selamat malam~
Setiba ingin aku menulis, tentang hari ini menjelang esok pagi. Sebelum pukul 00.01 aku ingin menceritakan tentang hari ini. Kau tau apa yang kulihat? Hari ini aku melihat banyak sekali cinta. Mungkin lebih tepatnya... Orang jatuh cinta.
Jika cinta diungkapkan sebagai sebuah perasaan irrasional, tidak masuk akal. Dan perlu dikendalikan secara kuat oleh nakodha pemiliknya. Banyak orang berbeda mengekspresikan cara ia jatuh cinta. Senior laki laki di kampus, mencintai teman seangkatan yaitu senior saya di organisasi yang sama. Cara ia mengekspresikan cintanya? Cukup unik, bisa dikategorikan jarang mereka chatting tidak seintens orang yang akan pacaran. Mungkin lebih ke wanitanya yang tidak ingin pacaran, tapi cara senior laki laki saya mengekspresikannya dengan tindakan. Bahkan untuk orang seperti dia, terlihat berbeda saat jatuh cinta. Saya yang bahkan adiknya tidak diperhatikan seperti itu. Tapi kau tau? Wanita itu mencintai sahabat dari lelaki tersebut. Dan lelaki itu bahkan tidak lelah mencoba menarik hati wanita itu.
Ada lagi, ini terjadi pada teman angkatan saya satu organisasi. Hal ini terjadi pada wanitanya, ia bukan orang yang suka dandan atau kegiatan cewek lainnya. Tapi sejak ia dan laki laki teman saya menjadi dekat dalam suatu acara, mereka terlihat lebih sering berdua. Mereka tidak pacaran, mungkin dekat. Tapi kau tau, wanita teman saya kini menjadi lebih suka dandan dan memakai lipgloss. Lalu saat jam makan siang tadi aku di sebelah mereka, laki laki itu bertanya "kamu mau makan apa? Aku yang beli aja." Oh No. Bahkan belum 1 menit yang lalu laki laki itu baru berbicara dengan sikapnya yang jail kepadaku, tapi seperdetik kemudian berubah menjadi lembut kepada wanita itu. Bukankah aku juga belum makan? .....
Kejadian ketiga, hal ini terjadi pada teman wanitaku satu organisasi. Ia menyukai senior kami, sejak masa orientasi ia sudah menyukainya. Entah ini cinta apa namanya, jika sudah tersebar bahwa wanita ini menyukai senior kami. Bukan karena dia genit atau sebagainya, perangainya yang asli orang betawi membuat gaya bicaranya ceplas ceplos. Hal itu tanpa sadar membuat banyak orang tau ia suka senior kami. Tapi tragisnya, senior kami tidak suka padanya. Bahkan ia menyukai wanita lain dan bergonta ganti pacar. Mungkin yang ia rasakan sudah kebal, dan dengan entengnya wanita itu bilang "terserah dia mau sama siapa aja sekarang, yang penting dia jodohnya sama gue."
Kejadian terakhir, hal ini terjadi pada temen wanita saya dalam satu organisasi yang sama. Ia menyukai senior kami. Tapi ini adalah cinta diam, bahkan senior kami sudah memiliki pacar. Saat aku tanya kenapa tidak mencoba mendekat, dia bilang "setidaknya dia masih ada di jangkauan pandangan gue. Itu udah cukup buat gue bertahan di organisasi ini."
Banyak sekali, ekspresi manusia ketika jatuh cinta. Apakah kau masih ingat perasaan pertama kali jatuh cinta? Untukku, aku masih mengingat jelas. Satu hal yang membuat aku merasa bahwa kali ini adalah cinta, yaitu semangat. Aku menjadi semangat pergi sekolah, menjadi indah banget warna dunia tidak lagi abu abu. Setelah putus cinta, puluhan diksi diksi romantis mengudara di fikiran. Menuangkannya dalam sajak kepedihan. Bahkan jika mengingat hal itu, aku merasa bodoh dan sudah tak punya harga diri di depannya.
Tapi itulah cinta. Saat pertama merasa manusia paling bahagia di dunia. Namun saat cinta membuatnya jatuh merosok hingga ke jurang terdalam, membuatmu perlu lebih dari waktu cinta itu tumbuh di hatinya untuk melupa. Setelah sampai di atas, ada hal lain yang membuat kau takut untuk jatuh ke jurang kembali. Dan kau lebih hati hati. Tak tau siapa yang kelak jatuh hati Padamu, kau tetap jaga hati takut ia membawamu ke jurang seperti sebelumnya.
Mungkin banyak orang berfikir hal ini termasuk lebay, seakan menuntut perhatian, tidak tau diri, jahat, tukang gantungin orang, dan sebagainya. Tapi terkadang banyak hal, yang butuh proses tidak sebentar. Bahkan sebelum benar benar ia siap untuk mencintai kembali. Kau tau yang membuatku sulit berkomitmen? Karena aku menjaga hati, untuk tidak luka lagi. Hanya takut. Untuk segal sakit yang terjadi. Kau siap jatuh cinta berkali kali? Aku tidak, bahkan aku seperti menaruh luka untuk hati yang lain.