21.04
Malam ini aku lalui dengan perasaan tidak baik. Perjalanan menuju Bandung dalam acara jalan jalan perpisahan. Mungkin awal terasa menyenangkan, tapi sekarang kuping ku menjelang koma nya. Berdenging. Berisik.
Aku fikir dia terlihat sangat menawan dengan prestasinya. Cantik, pintar, berprestasi, baik. Bahkan saat pertama mengenal kampus, dan melihatnya aku ingin seperti dia.
Tapi semakin lama aku tau, bahwa dia telah membuat pilihan di hidupnya. Berprestasi tapi tidak memiliki teman, atau menjadi biasa tapi kehilangan prestasi.
Dia telah membuat pilihan di hidupnya. Atau bahkan sikapnya yang membuat ia seperti itu. Ia tak memiliki teman. Atau hanya aku yang melihatnya demikian?
Seperti tidak tau kondisi, ia terus bernyanyi. Seperti dunia punya sendiri. Baru tau, mungkin seseorang yang terlalu berprestasi harus kehilangan banyak hal. Termasuk kepekaan dan pertemanan.
Aku bersyukur, hingga hari ini masih ada yang perduli. Setidaknya aku tidak kehilangan apapun. Terima kasih..
Jika bisa aku memilih menjadi biasa tapi tetap ada. Setidaknya tidak terlalu terang menjadi cahaya yang menyilaukan, dan membuatmu sendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak