jakarta, 22 september 2016
21.22
kamu seperti mama. selalu menerima saat aku pulang. walau bukan martabak manis yang aku bawa, tapi masalah mendera. dengan segala problema yang
berkecamuk dalam rasa.
hei aku kembali...
Aku tidak suka ia ! Bukan caranya melangkah, bukan pula pilihan di hidupnya. Aku.. aku tidak suka mengakui dia hebat. Aku..aku tidak mau menghadapi cermin dan melihat, siluet wanita di depanku terlihat menyedihkan. Kusut dengan pikiran semrawut. Kalah disisa keyakinan, alasan terakhir mengapa terlahir.
Semua berputar. Percaya diri selama ini tidaklah mudah untuk dibangun, tapi saat ini..
untuk kamu yang seperti mama, aku hilang akan percaya itu. Aku hilang semangat, dengan hasil yang kembali seperti awal.
Aku terlahir tidak untuk sebuah jawaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak