Sabtu, 14 Oktober 2017

Izinkan Aku Egois Hari Ini

Sabtu, 14 Oktober 2017
7.07 AM

Izinkan aku menjadi egois hari ini, berharap bukan kamu yang disana. Berlenggok lenggok ria, menggantikanku di panggung megah bersilau cahaya. 

Izinkan aku egois hari ini, mempertanyakan sebuah doa yang tertunda atau akan diganti yang lebih baik. Apa ada yang lebih baik dari ini? Apa yang sebenarnya tlah semesta rencanakan, tidakkah bersabar selain yang ini ? 

Seperti gempa, aku hancur tiba tiba. Hanya aku, tidak panggung itu dan juga kamu. Mereka tetap bersinar, tidak sepertiku yang menjadi runtuh dan abu. 

Mengapa bukan aku saja ? Ia hanya coba coba, dan aku tlah persiapkan segala. Semua bilang langkahku bukan di panggung itu, mari kutanya aku harus di mana ? Aku harus melangkah kemana, jika di balik panggung itu ada pintu pada diriku yang baru. Sosok wanita yang aku mau. Aku harus melangkah kemana, jika hanya ada pintu itu terbuka. 


 Kini aku ingin menjadi egois, apa ada yang lebih baik dari ini? 

Senin, 09 Oktober 2017

Jika Allah Sudah Berkehendak, Kau Bisa Apa?

  Jakarta, 9 Oktober 2017
5.10

     Banyak hal yang terlupakan. Seperti pertanyaan ini yang benar benar menyadarkan. Benar, bahkan kita tidak dapat melakukan apapun jika Allah sudah berkehendak "kun fayakun" 

    Hari ini, akan kuikhlaskan semua yang bahkan sebelumnya benar benar diinginkan, sedikit pemaksaan untuk dikabulkan. "Siapa Lo?" Tiba tiba datang dengan penuh paksaan dikabulkan. Setelah semua yang terjadi, setiap langkah demi langkah penyisihan tlah dilewati. Berdiri sendiri dengan kemungkinan yang tlah dan akan terjadi. Alhamdulillah, pada tahap terberat sekalipun sudah aku lewati. Aku belum pernah benar benar berusaha seperti ini, agar Allah yang menyelesaikan sisanya :)

Selasa, 05 September 2017

Kedatangan

Jakarta, 5 September 2017
7.03 AM

Datang padaku seorang laki laki, ia mencintaiku dengan caranya sendiri.
Matanya menyiratkan banyak aku disitu,  dia tertawa kita berencana.
Tentang paginya yang ingin bersama. Merencanakan tempat dan aku memasak. "Kita piknik !" Katanya.
"Aku ingin melihatmu lebih lama." Lanjutnya. 

Datang padaku seorang laki laki, ia membuatku bahagia dengan caranya sendiri. Pipiku memerah, ia tertawa menggenggam tanganku semakin erat. Seperti akan hilang, ia menjagaku lebih dari hidupnya yang berharga. 

Datang padaku seorang laki laki, ia nyata namun tidak kemudian. Aku terbangun dan ia pergi. Akhir yang serupa selalu sama, ia pergi tiba tiba.


Rabu, 09 Agustus 2017

Mendekatlah

Kereta, 6 Desember 2016
17.06



Detik pertama, menjelang maju kereta terhalang sinyal, aku masih sama. Menginginkan kita kembali menjadi lebih dekat. Menyukaimu dengan sangat. 


Menjelang detik kedua, aku masih sama. Mempertanyakan kamu, menuntut jawabmu atas hati yang ingin segera kutemui. Masihkah aku di situ? 


Kakiku lelah menapak, masihkah cintamu tampak? Aku ingin berlebihan, mengartikan tatapmu masih berbinar. Seperti banyak sinar dan menjelaskan yang kaupun rasa. 


Akankah kau mendekat, saat aku mulai melompat dengan sigap. Aku disini, telah banyak aku bergerak. Aku disini, jika ingin kau temui aku kembali. 


Kujanjikan kau satu hal,  untukmu aku akan tetap ada.

Sajak Rabu

23.05

Malam ini ada sajak rindu di antara tanda seru; "aku ingin bertemu kamu!" 

Ada rindu di antara tanda tanya;
"apakah kau juga?"

Ada rindu di antara sajak-sajak cinta, 
: sempatkah kamu membacanya?

Rabu, 24 Mei 2017

Menjelang Dewasamu

23.44
Jakarta, 23 Mei 2017



Menjelang malam di pertengahan.
Detak jantung beradu, semakin bergemuruh setiap mundur penghitungan.

11 menit menuju hari kelahiran, aku tidak akan tenang! Lihat, bahkan aku tak dapat mengantupkan mata saat mulut berkali kali membuka lebar.

Seperti 4 tahun yang lalu, menginjak usia 17. Beranjak menjadi usia krusial seorang remaja menuju proses wanita. Dan kini.. ah seperti mimpi usiaku menginjak 21 tahun. Seperti kemarin baru saja aku meniup lilinku ke 17 dan seperti kemarin aku baru mengenalmu.

Kamis, 04 Mei 2017

Gelar

Manggarai
07.46

Tidak ada yang tau rencana Tuhan. Bahkan untuk satu menit pun..

Pagi yang tergesa gesa, mempersiapkan banyak hal, mencari beberapa barang.

Terlambat !
Aku fikir setelah tertinggal satu kereta. Satu menit yang merubah waktu akhir tujuanmu menjadi begitu berjarak.
Menjadi detik detik meleburnya cacian, menjadi aku ikhlaskan.

Seakan takdirku tak berubah, dari ingin tepat menjadi kembali terlambat. 

Ah sial. Seperti putri yang mendapat kehormatan gelarnya. Dan aku tetap pada gelar 'keterbatan' yang ingin saja kuberikan. 



Sabtu, 25 Maret 2017

Wanitamu

Jakarta, 25 maret 2017
22.05

       Wanita adalah makhluk abstrak yang tidak dimengerti pria, tapi dipahami sesamanya. Sekeras apapun wanitamu, ia tetap wanita yang lebih perasa daripada kau dengan logikamu yang selalu menjadi penyebab kegalauan rasa.

     Kuberitaukan satu hal, wanitamu akan bercerita jika ia sudah percaya. Tentang lelahnya hari ini, tentang menyebalkan temannya, tentang cerita bahagianya, bahkan semua tentangnya yang tak kau mau tau. Ia bercerita, karena padamu ia tau kau akan memahaminya. Karena kau lelakinya.

     Ia belajar bercerita harinya padamu, karena wanitamu tau..
Kelak bersamamu ia akan menua. Saat tak dapat berlaku apa apa, ia hanya mampu bercerita.

Maka pahamilah rasa wanitamu. Seperti ia selalu mencoba untuk terus mengartikan logikamu.

Jumat, 20 Januari 2017

Mantra

    Setiap makhluk hidup memiliki dua pilihan dalam hidupnya. Contohnya katak, ia memiliki dua pilihan sederhana ingin melompat atau diam di tempat. Seperti penyu yang meninggalkan telurnya di pesisir, sedangkan ia mendapatkan kebebasan untuk bertahan menjaganya. Namun ia telah memilih meninggalkan, dengan resiko terbesar ia akan kehilangan.
    
       Seperti halnya manusia, setiap individu memiliki pilihan di hidupnya. Kebohongan besar saat seseorang mengatakan aku tidak memiliki pilihan lain. You know ? You've make a choice for not to choose. Bahkan bumi pun memiliki pilihan, untuk berputar ataupun diam. 

        Mungkin karena manusia dan bumi memang berbeda, memikirkan banyak hal itulah kita. Aku pernah membaca dan meyakini, ketika penulis itu mengatakan "tidak ada pilihan yang menguntungkan, semua memiliki resiko. Silahkan memilih, dan jangan menyesali." Itu seperti mantra ajaib yang membuatku bebas memilih.

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...