22 Januari 2021
01.06
Selamat pagi! Dan bahkan mata belum mengantuk hingga kini. Otak semakin aktif, dan mata yang semakin merapat. Sudah 5 watt tapi tidal bisa be at benar berhenti. Sial. Baik-baik, saya segera menulis sampah sampah ini.
Pelan-pelan, jangan gegabah ok? Mari kita uraikan yang kamu maksud agar tidak menuntut dan bergerak bebas sangat aktif. Malam tadi, saya menulis di buku yang lebih rahasia dari ini. Tentang hidup, mau bagaimana selanjutnya. Kapan dan bagaimana harus menjalani setelahnya. Saya semakin malas membuka instagram, jika tidak ada kebutuhan update saya jarang melihat story manusia lain. Yang sudah lebih banyak menikah dan menjadi ibu. Ah mudah sekali untuk mereka. Menjadi istri dan ibu tidak mudah.
Oh iya hari ini saya menonton drama Korea berjudul “18 again” baru 3 episode dan ada quote yang menarik
“sesulit apapun hidup, jangan pernah menyesali apapun.”
Untuk manusia yang selalu saja menyesal bahkan untuk makanan yang dipesan, karena melihat piring orang lain lebih enak. Dan menyulitkan untuk tidak menyesali terlebih keputusan besar yang saya ambil. Sejak hari ini, saya tidak akan menyesali apapun di hidup saya. Dari masa sekolah saya yang tidak banyak pergaulan, dari panjangnya dan monoton hidup saya sebelumnya, saya akan belajar memaafkan dan menerima. Dan menjalani dengan baik setelahnya, saya tidak ingin menyesali lagi. Menjalani hubungan dengan sebaik mungkin, menjalani kehidupan dan melakukan yang saya mau.
“Tidak ada yang salah, mereka tidak salah. Hanya saya yang mematikan lampu sorot saya sendiri. Mulai sekarang saya akan hidup di dongeng saya sendiri, bukan dongeng orang lain. Mencoba yang saya mau, walaupun tau itu kemungkinannya kecil sekali. Saya ingin berusaha untuk mimpi atau bahkan keinginan kecil. Saya tidak mau hidup menyesal lagi.”
Dan saat ini beberapa menit sebelumnya, saya baru kembali melihat lihat salah satu impian besar saya, ‘Magister’ ah saya sangat menginginkan ini secepatnya. Saya menatap lama dan berdoa untuk didengar, saya ingin sekali magister profesi psikologi pendidikan.
‘Ada rencana lain selain itu?’ Tanya teman
‘Tidak.’ Jawab saya
Dan hari ini saya mencoba kembali realistis untuk
mencari kemungkinan lain, mungkin saya akan mencoba keduanya, magister pendidikan dasar. Saya ingin menjadi konsultan. Duduk berhadapan dan membantu orang tua yang resah dengan anaknya, guru yang resah dengan muridnya, dan siswa yang resah dengan dirinya.
Saya akan belajar lebih baik dari saat saya belajar untuk tes Pegawai Negeri, saya akan belajar lebih baik agar saya tidak menjadi menyesal kembali. Setidaknya sudah mencoba sekali saja. Setelahnya biarkan takdir bekerja, terpenting sudah usaha.
Kemudian saya ingin menjadi lebih sehat, lebih ramping, tidak mau menjadi ibu ibu gemuk yang sudah payah melakukan banyak hal nantinya, setidaknya..menjadi lebih aktif untuk anak nantinya.
Ah kau tau apa yang kurasa sekarang setelah menulis ini? Jantung saya berdetak sangat cepat, dan saya bahagia hanya memikirkan seperti ini saja. Aaaaa sekarang saya sedang senyum senyum kesenangan, membayangkan saya menjadi konsultan berpakaian blouse navy, duduk dan melakukan sesi konsultasi. Aaaa!!! Saya tau, ini adalah yang benar benar saya inginkan!!
oh iya terakhir, untuk pernikahan dan cinta, saya ingin kita saling mencintai dan saling merasa beruntung karena sudah saling menemukan. Seperti di film UP, saya ingin kita menua bersama bahagia. Saling mendukung, menguatkan, dan berpelukan. (:
Untuk jaga jaga saya post foto ini agar menjadi pengingat bahwa saya semenginginkan itu 💖