Kamar, 8 Januari 2021
23.21
Sebelum esok, saya pastikan ini terakhir tentangmu, Tuan. Yang dengan sengaja telah membirukan dunia saya.
Untuk segala cerita panjang tentangmu menjadi akhir di malam ini untuk saya. Seluruh tentangmu mengudara bebas ke masa silam, betapa bahagianya kita, betapa diriku bersemu malu bertemu. Kau menunggu di depan kelas dan aku menyapa lalu langsung berlari ke dalam kelas. Kita bersama tapi saya selalu pergi jika berpapas. Sebelumnya tidak dan saya tau, bahwa saya benar-benar suka kamu, Tuan.
Perlahan kita menjadi dekat, mengalami malam minggu, dan berbincang berdua di lapangan serta kantin sekolah menjadi sangat seru. Ah seharusnya saya tidak menghindar melulu. Hingga akhirnya saya menuntut lebih untuk dirimu atas saya, dan itu masalah yang bahkan tidak kita bicarakan.
Kamu bukan pertama, tapi mengapa dirimu yang terlama hingga sulit melupa. Bahkan saat akhir masa sekolah kau masih meraya hari lahir setiap 24.
Hingga saat ini, menuju akhir cerita tentangmu, tapi tak ada yang terjawab dari seluruh kenapa yang saya tanyakan.
“Kenapa kamu pergi, apa alasan sebenarnya?”
”Kenapa kamu merayakan 24 saya ?”
”Kenapa saat kamu bersama, kamu bilang sebenarnya masih suka saya ?”
”Kenapa kamu tidak mengatakannya ?”
dan seluruh kenapa yang bahkan tidak menemukan jawabannya hingga saat ini.
Menuju harimu esok. Doa saya untukmu tetap sama, berbahagialah Tuan. Seperti maumu, saya akan bahagia tanpa mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak