Rabu, 17 Maret 2021

Nobody Care

17 Maret 2021

19.03


Mereka tidak peduli dengan dirimu, mereka hanya ingin tau. Manusia. 

Dari 900 manusia sosial media hanya 1 manusia yang ikut merasakan dan berdoa untuk sedihmu. Dari 900 manusia sosial media hanya 3 yang peduli dengan sedih dan sulitmu. Sisanya? Hanya menganggap berlalu dan hiburan semu.

Nobody care about you. Dunia tidak perduli untuk segala resah dan masalah, bahwa semalaman kau menangis dan jika sudah pagi kau harus hidup seperti tidak ada apa apa. Saya merasa menjadi muak dengan sosial media, instragam hanya menampilkan tidak ada kepedulian, twitter hanya bacot sampah ingin dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Umumnya manusia hidup dengan dunia mereka sendiri. 

Saya akan rehat untuk media bersosial yang merusak diri,untuk segala kesedihan hanya dilihat dan untuk segala bahagia serta pencapaian menjadi rasa iri  bermuara, siapa teman saya ? Siapa manusia yang akan saya istimewakan? 

Fidel.Sifa.Ghina. Mereka ada saat berita yang membuat saya sempat patah. Mereka bertanya dan bercerita.Dan saya akan menjadi lebih baik lagi untuk kalian 🤍 

Minggu, 14 Maret 2021

Tentang Gondola

14 Januari 2021

23.06


Menjelang siang yang cukup terik, dan prediksinya yang salah meramal menjadi tiba-tiba hujan. Ini tentang  cerita kita di gondola menjelang siang tadi.

Pagi yang dikira adalah kebenaran untuk menemani kamu bertemu rekan untuk bekerja, ternyata adalah permulaan dari sebuah kejutan yang tidak terduga. Tanpa penutup mata, atau berpura pura lebih lama. Kamu mengajak untuk menaiki tangga, menjelajah ruangan, tanpa terfikir ada apa kamu ingin aku masuk dan melihat sesuatu yang istimewa di dalam gondola. Tersedia makanan, diterangi lilin, dihias bunga. Dan bertulis “Are u ready for 10.10.21?” Tanggal yang kita rencanakan. 

Kamu memberiku bunga kemudian, dia tentang keabadian dan sebuah cincin untuk ungkapkan pertanyaan yang membuat jantung saya berdegup tak karuan, “maukah kamu menikah denganku?” Ucapnya, diiringi suara Marry you Bruno Mars dan hujan yang menghias. Dan anggukan saya semakin mencairkan suasana yang menghangat di pelupuk mata. 


Sebelumnya pernah. Di depan rumahnya kamu pun pernah meminta, “kamu mau ngga jadi istri aku?” Tanyanya dengan mata berkaca kaca. Karena kebodohan jawaban, itu menjadi masalah memalukan saat itu. Dan saya tidak berharap, kamu akan menanyakan kembali untuk jawaban yang sudah pasti. Namun hari ini kamu menanyakan kembali dengan menjadi pertama di gondola dan semua yang saya sukai. Kue coklat, spageti, edelwis, dan hujan. Saya bahagia. Untuk hal sederhana yang sudah saya lupakan menjadi terkabulkan. Untuk hal yang menjadi ketidaksukaannya tapi saya suka, dia berikan. 


Dari sejak hari ini, untukmu saya penuh. Terima kasih. 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...