14 Januari 2021
23.06
Menjelang siang yang cukup terik, dan prediksinya yang salah meramal menjadi tiba-tiba hujan. Ini tentang cerita kita di gondola menjelang siang tadi.
Pagi yang dikira adalah kebenaran untuk menemani kamu bertemu rekan untuk bekerja, ternyata adalah permulaan dari sebuah kejutan yang tidak terduga. Tanpa penutup mata, atau berpura pura lebih lama. Kamu mengajak untuk menaiki tangga, menjelajah ruangan, tanpa terfikir ada apa kamu ingin aku masuk dan melihat sesuatu yang istimewa di dalam gondola. Tersedia makanan, diterangi lilin, dihias bunga. Dan bertulis “Are u ready for 10.10.21?” Tanggal yang kita rencanakan.
Kamu memberiku bunga kemudian, dia tentang keabadian dan sebuah cincin untuk ungkapkan pertanyaan yang membuat jantung saya berdegup tak karuan, “maukah kamu menikah denganku?” Ucapnya, diiringi suara Marry you Bruno Mars dan hujan yang menghias. Dan anggukan saya semakin mencairkan suasana yang menghangat di pelupuk mata.
Sebelumnya pernah. Di depan rumahnya kamu pun pernah meminta, “kamu mau ngga jadi istri aku?” Tanyanya dengan mata berkaca kaca. Karena kebodohan jawaban, itu menjadi masalah memalukan saat itu. Dan saya tidak berharap, kamu akan menanyakan kembali untuk jawaban yang sudah pasti. Namun hari ini kamu menanyakan kembali dengan menjadi pertama di gondola dan semua yang saya sukai. Kue coklat, spageti, edelwis, dan hujan. Saya bahagia. Untuk hal sederhana yang sudah saya lupakan menjadi terkabulkan. Untuk hal yang menjadi ketidaksukaannya tapi saya suka, dia berikan.
Dari sejak hari ini, untukmu saya penuh. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak