Minggu, 27 Februari 2022

Menjadi Sering

​27 Februari 2022

20.51


Akhir akhir ini jadi melankolis banget. Ibu cerita tentang anak lain yang sudah tidak perduli dengan orang tua, malah jadi saya yang menangis. Lemah. Harusnya menjadi kuat dan tidak mudah lemah hati seperti ini, hampir setiap minggu menangis karena hal-hal di sekitar yang menyedihkan. Teman sudah tidak punya orang tua, saya yang menangis. Anak yang masih marah sama orang tua dan tidak tegur teguran saya yang nangis. Perang Ukraina Rusia saya pun menangis. Menjadi lebih mudah mengingat dan merindukan banyak hal yang pergi. Seharusnya di kondisi ini, saya menjaga suasana hati agar tidak sesedih ini terus. 


Mungkin karena suasana malam yang sepi, membuat semuanya semakin lengkap. Menjadi tiba tiba sedih. Menjadi tiba tiba menangis. Dan menjadi tiba tiba sesedih ini. 

Kamis, 17 Februari 2022

kerinduan

​17 Februari 2022

19.17


Di saat sepi, perasaan kehilangan semakin menghantui. Kerinduan atas kehilangan dan kepergian yang tetap terasa. Hampir 2 tahun terlewat, tapi merindukan manusia yang sudah tidak ada di bumi itu menyakitkan. Saya rindu nyai. Sangat.


Pelukan, elusan punggung, dan wangi khas tubuhnya, saya rindukan semuanya. Walau terkadang nyai tidak mendengar, dan bahkan saya merasa kesal karenanya seharusnya tidak seperti itu. Nyai tetap tersenyum dan mencintai saya setiap hari dari bahkan saat ibu merantau pergi. Saya rindu semuanya. 


Menghindar melihat segala hal yang ada tentang nyai, menghindar melihat manusia yang masih memiliki nenek. Dan hal yang saya tidak pernah bayangkan bagaimana jika saya tidak punya siapa siapa lagi, bagaimana jika ayah dan ibu tidak ada lagi, saya tidak tau akan sehancur apa.


Akhir akhir ini menjadi sering sedih seperti ini, menjadi sangat melankolis yang seharusnya tidak boleh seperti ini. Tapi sepi dan malam, tidak ada manusia lain di rumah selain saya membuat rasa kehilangan dan kesepian semakin menggila. 

Minggu, 13 Februari 2022

ocehan

​13 Februari 2022

18.11


Ketika seseorang yang kau harapkan untuk kepulangan, setelah lama ditikam kesendirian. Tapi yang tidak mau mendengarkan ocehan karena menurutnya kau mungkin terlalu berisik ? Untuk sunyi yang ia harapkan.


Setelah lama berkeliaran, dan kau selalu ditinggal sendirian. Setelah ia kembali pulang memainkan telepon genggam, berharap kesunyian dan kau berbicara terlalu banyak katanya. Untuk kau yang seharian berbicara pada tv, tembok, dan kucing mari kita diam saja.

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...