Jumat, 24 November 2023

Dirayakan

​Jakarta, 24 November 2023

12.16


Setiap tahun, dengannya saya tetap dirayakan. 

Diberikan hadiah yang menghangatkan hati, tanpa terlewat. Perayaan kelahiran saya dan perayaan hari guru sekalipun. Hari ini, dia datang membawa bucket bunga di depan kelas. “Bu” sambil tersenyum. “Selamat hari guru ya,Bu.” Tambahnya.


Dari dia yang selalu dirayakan sejak tingkat 4 hingga kini menjelang akhir. Kejutan dan hadiah, tidak mahal tapi sangat berkesan. Selalu ada foto saat saya menjadi gurunya. Seberkesan itu rupanya. Saya akan mengingat jelas, kejadian hari ini. Dengannya… saya selalu dirayakan. Terima kasih. 



Kamis, 23 November 2023

Hujan di Sini

​Jakarta, 23 November 2023

15.18



Hujan di penghujung November. Mereka tau caranya menikmati hujan. Berguling dan berlari di tengah lapang. Tak ada yang perlu dirisaukan, mereka tertawa lepas dan bahagia.


Kapan terakhir saya menikmati hujan seperti ini? Tanpa mengutuk karena terhambat pulang. Kapan terakhir saya menikmati bau tanah kering yang menjadi basah ? Kapan terakhir saya menikmati hal yang menjadi salah satu alasan bersyukur hidup di bumi. 


Segala riuh gemuruh bergerak lalu, kapan terakhir kali saya menikmati ini ? 

Mereka tau cara menikmati hal yang paling saya sukai. Hujan.

Senin, 30 Oktober 2023

Membaca Tulis

​Jakarta, 30 Oktober 2023

07.41


Pagi ini ada sesuatu yang menghangatkan. Notifikasi dari sahabat dekat yang sudah sangat lama tidak berjumpa. Untuk 2023 yang penuh pahit masih ada yang setia membaca sampah sampah disini. Bentuk kepedulian yang menghangatkan. Terima kasih, sudah peduli. 💕💕💕💕



Sabtu, 28 Oktober 2023

Hidup Setelah Menjadi Ibu

​Jakarta, 28 Oktober 2023

21.00


Setelah menjadi istri dan ibu di dua tahun ini, saya merasa hidup saya terhenti. Untuk menemani hidup Reesa baru di bumi. Terkadang pikiran saya yang merasa belum cukup untuk pencapaian atas diri saya, dan terlalu cepat untuk segalanya. Tapi semua sudah terjadi dan sangat aku nikmati menjadi ibu adalah hal baru di hidup.


Sebenarnya saya tidak terlalu memiliki ambis dalam hidup dan segala pencapaian. Tapi melihat ke dalam diri, bahwa saya sudah terlalu jauh pergi. Tak ada target seperti biasanya, tak ada pencapaian yang ingin dilakukan. Atau hal-hal lainnya yang meningkatkan adrenalin. 2019 adalah pencapaian terbaik hidup saya. Setelahnya harusnya saya kuliah atau melanjutkan hidup yang ingin saya lakukan, namun terhenti karena covid. Dan 2021-2023 adalah peran baru saya menjadi istri dan ibu di keluarga kecil kami. Disini, saya sudah tidak memiliki ambisi dan ingin untuk melangkah lagi. Nyaman. 


Dan malam ini, saya berfikir apakah akan seperti ini hingga nanti? Bahkan untuk diri sendiri sudah tidak ditanyakan apalagi setelah ini yang diingini? Yang benar benar ingin Endang lakukan. Bukan sebagai istri atau ibu. 

Tahun depan adalah tahun tersibuk saya sepertinya. Tahun depan genap saya 5 tahun menjadi guru dan harus menjadi guru penggerak. Menjalani PPG. Dan jika belum tercapai semua, saya akan kuliah lagi. Di Usia Reesa 2 tahun. 

Dan sebelum 30, saya sudah mendapatkan gelar Magister dan menjalani program PPG dan Guru Penggerak. Hal ini akan membuka saya ke gerbang kegiatan guru hebat lainnya. Disini, saya akan mulai untuk bisa sosialisasi kembali tidak apatis seperti sebelumnya. 

Selanjutnya, saya akan naik ke atas. Tidak untuk kepala sekolah atau pengawas. Saya akan mencari jalan benar untuk naik ke Dinas atau Kementrian Pendidikan. Sebagai konsultan. Satu satunya adalah saya harus mulai membuka lingkup saya. Untuk pencapaian diri saya yang diinginkan. Bukan sebagai istri ataupun ibu. Tapi sebagai Endang. 

Halo 2023 yang penuh kepahitan karena harus terulang masuk ruang operasi 4 kali. Dan dirawat 5 kali. Cukup ya. Izinkan saya berkembang di tahun 2024 dan setelahnya. 

Saya Sudah Meyakini

​Jakarta, 28 Oktober 2023

20.46


Sejak kamu berjanji dihadapan bapak untuk setia,  saya sudah mencintai kamu secara penuh. Menatap kamu secara utuh. Bersama kamu secara seluruh. Tidak ada manusia lain yang menarik selain kamu. 

Sejak kamu dan aku menjadi satu, semua sekarang tentang kita. Dan keluarga kecil kita. Tentang Reesa. Dan tentang komitmen untuk bersama sangat lama. Bersama mendampingi Reesa dan adik-adiknya nanti, hingga mereka punya hidup sendiri. Dan tersisa kita berdua lagi. 

Saya ingin menjelajahi banyak kota sama kamu. Saya ingin berbincang lebih lama dan sangat lama sama kamu.

Saya ingin menikmati malam di tenda dan api unggun bersama kamu.

Saya ingin segalanya bersama kamu.

Karena apapun langkah saya nantinya, saya maunya ada kamunya. 

Meyakinkan diri bahwa urusan cinta lainnya sudah tidak kuperduli lagi, saya ingin mencintai kamu berkali-kali. Mencintai satu orang, berjuang bersama dengan orang yang sama, dan hidup setiap hari dengan satu orang, itu sudah cukup untuk saya.


Jadi, saya yakinkan sekali lagi. 

Saya cinta kamu berkali-kali. 




Jumat, 29 September 2023

Rumah Sakit

Rumah sakit, 29 September 2023
14.49

Setelah beberapa bulan ini bolak balik rumah sakit, karena hal yang sama. Saya mempelajari banyak hal, dari sakit yang bahkan tidak pernah dibayangkan. 

Mulai dari  kali pertama masuk ruang operasi, bahkan hingga 3 kali. Kali pertama kontrol ke dokter spesialis. Kali pertama antri rutin kontrol, MasyaAllah 2023 ku.

Dari menunggu dokter 3 jam dan menunggu obat 2 jam karena belum tau, hingga kini bisa datang mepet waktu dan nomor urut 1. 

Hingga banyak kejadian serta hubungan antar manusia yang disebut keluarga. Dalam keadaan payah,bahkan harus mengantre lebih lama.  Dan seorang nenek, yang mengingatkan Nyai. ia di kursi roda, tubuh tua dan renta mungkin sekitar 80 an? Ia cantik dan mulutnya tak ada gigi tak berhenti berzikir.  Banyak pasien katarak disini. 

Hari ini kontrol ke-3 pasca operasi, semoga lekas dijahit dan segera pulih!
Bahkan sudah lama rasanya tidak menggendong Reesa dan membawa motor secara leluasa huhu.

Kamis, 07 September 2023

Terasa

Setelah hari ini, saya menyadari bahwa mama benar-benar sayang kamu. Dan akan melewati hari hari setelahnya dengan sangat berarti dan baik buatmu, Nak. 
Kamu dan mama akan selalu bersama, akan mama ajak bersama mama terus pokoknya! Tidak seperti sebelumnya. Terus butuh mama ya sayang. Terus tatap mama seperti itu. Untuk waktu yang tersisa, akan selalu mama ajak kamu kemana pun.

Perlahan Terlepas

Jakarta, 7 September 2023
22.11

akhirnya perjalanan yang tidak panjang menjadi berhenti di usia kamu 12 bulan 20 hari. Pertama tidur diantara papa seperti ini, yang sebelumnya menempel sangat lekat. Menjadi sangat dibutuhkan saat kamu bilang "mimi mimi" dengan wajah antusias. Dan sekarang perlahan saya harus melepaskannya. Sedih sangat terasa, hingga terus menangis dan ditenangkan. Seperti menjadi tidak dibutuhkan lagi. Tidak sediinginkan sebelumnya. Saya masih ingin, tapi keadaan memaksa saya untuk akhirnya berhenti. 

1 tahun 20 bulan, hari pertama Areesa disapih.

Jumat, 25 Agustus 2023

Berlindung

Jakarta, 25 Agustus 2023
07.15

Seperti kura kura, yang berlindung di balik tempurung. Mencari rasa aman dan nyaman, menarik diri dari hiruk pikuk kerumitan menjadi seperti lainnya. Sejak kapan menjadi manusia seperti ini?

Manusia yang selalu ingin tampil dan terlihat. Manusia yang suka ikut penelitian dan lomba lomba, hingga ia bersinar. Mengapa menjadi meredup dan berlindung. 

Seperti terbentur dengan lingkungan yang tidak membuat saya nyaman untuk berkembang. Kemana manusia dulu yang ingin terlihat bercahaya? Saya kehilangan diri saya secara nyata, yang meredup dan hilang.

Saya harus keluar dari hal hal yang membuat menjadi seperti ini. 


Sabtu, 12 Agustus 2023

Hening Sejenak

Puncak, 12 Agustus 2023
10.09

Riuh gemuruh menjalani hidup menjadi ibu, mencipta hening dengan beberapa kudapan favorit. Mampu membuat saya menjadi lebih waras dan bahagia, mengambil sejenak untuk waktu diri. Saat Reesa tertidur pulas, di tengah dinginnya udara Puncak dan hangatnya indomie kari ayam serta susu coklat sudah mampu menenangkan fikiran kalut dan sampah akhir akhir semalam. 

Senin, 24 Juli 2023

masa itu

Jakarta, 24 Juli 2023
12.10


Saat ini, di tempat seperti ini saya merasa sudah terlampau jauh. Mereka yang usia belasan, mengingatkan saya saat itu. Tertawa bersama teman-teman, tidak ada yang memberatkan, hanya matematika dan kimia. Haha. Tidak ada masalah seperti sekarang. Padahal hidup seperti ini yang saya inginkan di usia mereka. Ada uang sendiri, stabil kehidupan, punya suami dan anak yang baik. Semua adalah kehidupan yang saya semogakan saat itu.

Tapi untuk itu, saya harus kehilangan banyak hal. Bapak ibu yang semakin menua, dan satu per satu pergi. Teman teman yang sudah sibuk dengan dunianya, dan segala hal yang membuat riuh tak lagi ada. 

Mengejar banyak hal untuk hidup yang lebih stabil. Untuk mimpi mimpi selanjutnya dan kehidupan baru. Menjadikan hidup tak lagi milik saya sendiri seperti saat itu. 

Seharusnya saya lebih menikmatinya lebih. Untuk hidup sekarang saya ingin menikmati dengan manusia yang tersisa. 

Kamis, 06 Juli 2023

Sesakit Itu

Jakarta, 6 Juli 2023
00.29

Sakit hamil dan melahirkan, tidak sebanding dengan sakit menyusui. Malam ini nangis bersamaan dengan Reesa. Mama nya nangis karena capek bengkak dan sekarang lecet keduanya. Reesa menangis mau tetep nen. Wahyu bingung menghadapi istri dan anaknya menangis bersamaan tengah malam.

Sebelumnya sudah pijat laktasi di Bu Bidan, katanya suruh paksakan pompa dan paksakan nenenin. Dan ternyata setelah dipaksakan, semakin lecet semua dan mama nya menangis kejer. 

Hamil adalah bagian yang masih menyenangkan. Dan melahirkan hanya sakiy satu hari. Namun menyusui sakit 2 tahun. Terima kasih suamik yang selalu sabar dan siap.membantu. untuk rewelnya istri dan anaknya. 

Rabu, 31 Mei 2023

Areesa

31 Mei 2023
19.50

Hai Areesa.
Mama akan menikmati, rasa sayang kamu ke mama, bucin kamu ke mama, sampai suatu hari kamu sudah tidak suka lagi sama mama. Sudah tidak butuh mama lagi. Mama sayang kamu. Terima kasih sudah sayang sama mama. 

Hening

Rabu, 31 Mei 2023
19.41

Hai areesa anak mama. Hari ini perasaan menjadi tidak karuan. Merasa tidak disayang, dan hanya Areesa yang sayang mama. Childish banget ya hehe. 
Sejak ada Areesa, hidup mama jadi lebih berwarna. Dibucinin kamu, ada manusia yang sebucin dan sangat membutuhkan mama.

Dan sekarang mama jahat ya nak, hanya kamu yang ke rumah Nyai dan mama di rumah sendiri. Akhir akhir ini, mama merasa tidak disayang lagi, sama ibu bapak mama dan papa kamu. 

Menjadi terpinggirkan dan disalahkan. 
"Jangan kasih anak pas ngantuk. Harusnya gini bla bla bla. Kasian Areesa ya cucu Nyai." Saat cerita kamu lagi duduk, nyungsep. Dan mama sambil makan kue karena laper belum ada masakan. 

"Ya kamu, makanya jangan males masak aja." Saat cerita abis ke dokter laktasi, ditanya kondisi aku aja engga masih bengkak apa engga. Dan masih mending aku cerita, tapi disalahkan. Karena aku pulang sore ? Lantas dipikirin papa kamu, mama santai santai? Siapa yang sering main hp? Bahkan sepulang kerja tak ada obrolan deeptalk atau pelukan, sesusah itu? Tidak salah jika menjadi merasa tidak disayang.

Dan puncaknya sekarang, "Nyai pengen ketemu Areesa aja." Oke fine, bahkan untuk manusia seperti aku tidak diinginkan lagi sekarang. Di rumah sendiri dan sepi. Menjadi manusia kesepian, hehe. Untuk ada Areesa yang sayang mama. 🤍

Selasa, 21 Maret 2023

Persetan Kau!

Jakarta, 21 Maret 2023
14.24

Menyelamatkan diri dan menjatuhkan orang lain. Menyeret bahkan ke masalahnya sendiri. Salah mencoba untuk menyampaikan agar tidak salah paham. Dan malah memperkeruh. Tidak ada yang bisa saya percaya disini. Salah menceritakan yang sampai ke saya agar tidak ada salah paham. 

Membicarakan orang lain, membela diri agar terlihat baik, secara terus menerus. Bahkan saya muak! Persetan kamu menjadi manusia. 

Senin, 16 Januari 2023

Kangen

16 Januari 2023
00.49

Tiba tiba saya terbangun, dan fikir menjadi penuh dan rumit. Seperti benang kusut yang harus segera diturunkan. Tiba tiba menjadi kangen Areesa padahal dia hanya tidur di box sebelah, tapi menjadi rindu. 

Saya belum baik menjadi ibu, dan belum solehah menjadi istri Wahyu. Baru awal bulan di tahun ini, tapi belum ada perkembangan sama sekali. Menjadi sangat jauh dengan Tuhan, saya ingin kembali dekat, sangat dekat. 

Saya merasa sedih, karena Areesa sudah semakin besar. Dan perasaan tidak ingin ditinggal sudah menguak ke permukaan. Tidak seperti sebelumnya, yang bahkan dia tidak tau orang tuanya. Sekarang dia sudah mengerti. Kemarin Areesa nangis berlanjut, menangis sampai sesedih itu. Tidak mau ditinggalkan ingin didekap terus terusan.  Bahkan mandi pun tidak bisa karena ia ingin digendong sama mama nya. Banyak cara dicoba, dari diberikan ASI, digendong Nyai nya, digendong mama nya, tetap menangis jika sudah tenang dan ditaruh. Saya merasa bersalah bagaimana selanjutnya ? 

Jika nanti Areesa menangis tidak ingin ditinggalkan, saya tidak akan meninggalkan. Saya akan bawa Areesa ke sekolah dan dekap dengan saya. 

Areesa Sayang

28 oktober 2022
22.20

Hai Areesa hari ini mama menyaksikan pemandangan yang menyedihkan. Saat mama tau kamu sekarang gamau minum susu di botol, segala botol sudah mama coba dan kamu tetap tidak mau. Satu sisi mama senang, ada manusia yang sebegitunya membutuhkan mama. Dan lebih memilih tetap mau mimi sama mama. Tapi satu sisi mama sedih, melihat kamu menangis karena tidak mau. 

Ah rasanya mama tidak mau bekerja, mama sangat menikmati cuti dan kebersamaan 24 jam sama kamu nak. Sekarang mama sudah menangis membayangkan pisah sama kamu. Padahal cuma 9 jam. 

Areesa sayang, mama sayang dan cinta sama kamu. Maafin mama untuk segala kurang mama.  
Areesa tidak mau melepas genggam tangan takut ditinggal lagi 
Neneknya sampai turun tangan

baby Blus

2 September 2022
02.33
Sudah 2 minggu lewat beberapa jam Reesa ada di bumi. Dan tepat malam ini tangis saya pecah. Karena Reesa selalu nyusu dari jam 11 lalu tidur sebentar jam 12 sampai jam 02.30. Dari posisi menyusu duduk dan sudah tertidur saat ditaruh bangun lagi sampai posisi menyusu tiduran. 

Dan Reesa masih ingin menyusu terus, karena sudah tidak kuat mata akhirnya saya copot sementara untuk istirahat. Setelah itu ia menangis karena dihentikan. Karena sudah sangat lelah dan mengantuk, serta melihat wahyu masih tidur dan aku kesulitan sendiri, akhirnya tangis pecah. Aku dan Reesa nangis bersamaan. 

Mungkin ini yang namanya Baby Blus, karena terlalu lelah jadi mudah menangis. Setelah tangis mereda dan Reesa tertidur, saya kembali menangis rasa bersalah karena menangis dan bahkan sempat menyalahkan Reesa. Maafin mama sayang, ini bukan salah Reesa saya ucapkan berkali kali. Ini hanya mama yang sedang capek dan kurang istirahat .


Maaf Nyai

12 Februari 2022

Maafin mbak Endang nyai, harusnya mbak Endang nikah bisa lebih cepat. Agar nyai bisa ikut langsung. Mbak Endang kangen nyai. Nyai nunggu mbak Endang nikah, tapi nyai udah duluan pulang. Harusnya kalau mbak Endang nikah 1 tahun lebih cepat, setidaknya nyai bisa ikut hadir. Maafin mbak Endang. Mbak Endang kangen nyai.

Impian ibu duduk in nyai di deket pelaminan, agar tidak seperti nikah di mbak Ita nyai digeser orang orang. Tapi Karna mbak Endang lama ambil keputusan, jadi nyai pergi duluan. Mbak Endang sedih hari ini ada yang nikah dan ada neneknya. Mbak Endang gapunya nenek dan engga ada nenek lagi. Mbak Endang nangis inget nyai. Coba mbak Endang nikah 1 tahun lebih cepat. Coba nyai engga dioperasi. Mungkin semunya bakal beda. Semuanya masih ada.

Saling Memiliki

Jakarta, 16 Januari 2023
00.25

Aku masih tidak percaya, punya keluarga bareng kamu. Setelah 1 tahun terlewat,  banyak hal yang sudah kita lewati bersama. Untuk lebih dan kurang kamu, aku bersyukur itu kamu. 
Aku pernah bilang, bahwa menikah bahagia di 1 bulan pertama. Dan setelahnya adalah tentang penyesuaian dan saling bertahan. Bertahan dengan kewarasan dari drama pernikahan yang ada ada aja. Bahkan untuk awal, saya bertanya akan ada drama apa lagi di tahun ini ? Dan saya menjadi lebih siap, karena bersama kamu kita hadapi bersama. Aku sayang kamu. Selamanya. 

Sabtu, 07 Januari 2023

rumit

Jakarta, 7 januari 2023
20.54

Semakin dewasa, saya menjadi kehilangan satu per satu. Dan lebih sering merindukan yang terlewatkan.  Seperti saat ini, tiba tiba saja saya merindukan saat saya pacaran sampai berfikir dulu pacarnya bagaimana ya? Dan saat ini ibu bapak sedang jauh di puncak, ah saya rindu mereka. Ada kehampaan dan kosong saat ibu bapak pergi menjauh seperti ini, sampai berfikir dulu waktu tinggal sama ibu bapak ngapain aja ya? Mengapa saya tidak mengingat hal terlewat seperti ini, sedang mengorek ngorek ingatan tapi tidak ada dan itu menyesakkan.

Sekarang seperti hidup saja, untuk terlewat tidak ada yang saya ingat. Dan sekarang saya hanya memiliki Bapak, Ibu, Tyo yang tersisa. Saat satu per satu sudah pergi. Rutinitas menangis setiap bulan sudah lama tidak, karena ada Areesa yang selalu menyenangkan setiap hari. Areesa..Selalu ada kebahagiaan untuk semua orang. 

Tapi saat ini rasanya ingin menangis, dan saya butuh pemantik itu. 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...