20.54
Semakin dewasa, saya menjadi kehilangan satu per satu. Dan lebih sering merindukan yang terlewatkan. Seperti saat ini, tiba tiba saja saya merindukan saat saya pacaran sampai berfikir dulu pacarnya bagaimana ya? Dan saat ini ibu bapak sedang jauh di puncak, ah saya rindu mereka. Ada kehampaan dan kosong saat ibu bapak pergi menjauh seperti ini, sampai berfikir dulu waktu tinggal sama ibu bapak ngapain aja ya? Mengapa saya tidak mengingat hal terlewat seperti ini, sedang mengorek ngorek ingatan tapi tidak ada dan itu menyesakkan.
Sekarang seperti hidup saja, untuk terlewat tidak ada yang saya ingat. Dan sekarang saya hanya memiliki Bapak, Ibu, Tyo yang tersisa. Saat satu per satu sudah pergi. Rutinitas menangis setiap bulan sudah lama tidak, karena ada Areesa yang selalu menyenangkan setiap hari. Areesa..Selalu ada kebahagiaan untuk semua orang.
Tapi saat ini rasanya ingin menangis, dan saya butuh pemantik itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak