Jakarta, 28 Desember 2024
18.35
Setelah menikah saya sering merasa kesepian. Wahyu yang senang bekerja, dan saya dirumah dengan aktivitas menunggu kamu pulang. Menunggu setiap harinya, bahkan sepulang kerja pun saya menunggu kamu pulang hingga ketiduran.
Perasaan kesepian ini muncul kembali ke permukaan, sepanjang jalan di motor sore ini saya rumitkan. Segala rasa rumit marah dan sedih, harus segera dideskripsikan. Sudah seminggu terlewat saya libur semester ganjil, 5 hari ditinggal kerja rutin, dan akhir pekan juga. Doa saya memang ingin suami pekerja keras dan rajin, tapi saya lupa berdoa untuk menyiapkan hati untuk rasa sepi karena ditinggal bertubi-tubi. Kamu masih di kota sama hanya berjarak 1 jam karena kemacetan, tapi aku sudah gelisah dan sedih tak karuan. Bagaimana jika nanti ke Maluku kamu ditugaskan ? Dengan kehidupan selanjutnya yang menjanjikan, apakah saya akan kuat menunggu kamu lebih lama di kota berbeda ?
Perasaan negatif yang bahkan jika saya sampaikan, pasti akan ribut dan tertolak akhirnya. Segala hal jawaban yang sudah dideskripsikan, semua karena saya yang tidak pengertian. Sejak kecil selalu ditinggal, tapi tak pernah sendirian selalu ada manusia di rumah yang menunggu saya datang. Dunia saya ramai. Saya tidak pernah sesepi ini rupanya, walaupun ada Reesa. Bahkan saya harus menciptakan kegiatan kita agar liburan saya tetap menyenangkan, tidak menunggu kamu terus setiap saatnya.
Kamu bilang saya cuek dan sibuk sendiri akhir akhir ini, saya hanya sudah terbiasa 3 tahun untuk menunggu dan tidak banyak mengganggu. Kamu mau aku untuk selalu menempel dan menghampirimu? Bahkan kamu tidak banyak begitu. Saya juga merasa bahwa kehadiran kamu menjadi tidak semeriah sebelumnya, cinta saya bosan rupanya.
Dan sekarang saya juga masih harus menunggu. Semua punya hidupnya sendiri yang diperjuangkan, kamu dengan kerja agar hidup kita menjadi lebih baik, dan aku harusnya berjuang untuk anak di rumah. Kita sama sama berjuang seharusnya.
tapi rasa kesepian dan ingin selalu dimengerti ini lebih menguasai diri rupanya.