Sabtu, 21 Desember 2024

Tangis Pagi dan Tafsir Kami yang Berbeda

Jakarta, 21 Desember 2024

22.40

Mama sedih, Caca ee nya nde (gede)”Ucap Reesa di usia 28 bulannya.

Tepatnya tadi pagi, kami sedang bersiap siap pembagian rapor. Reesa dan mama sudah mandi, mama sudah rapi dan Reesa kentut. Karena sudah tidak pakai popok, kecuali malam mama langsung bawa ke kamar mandi. Tapi Reesa enggan jongkok, maunya berdiri dan keluar dari kamar mandi. Mama kesal dan tidak sabaran. Akhirnya kita keluar dari kamar mandi. Tidak lama setelah itu, tiba tiba Reesa pup di depan kamar, saya kesal dan marah. Akhirnya saya pun menangis. Sangat menangis karena sangat kesal, marah, dan seluruh perasaan negatif. Tiba-tiba Reesa juga ikut menangis, dan memeluk saya. Dia tidak tau bahkan menangis kenapa, yang dia tau dia sedih mama nya menangis. Saya menangis sampai benar-benar habis, habis seluruh perasaan negatif dan Reesa tetap memeluk mama.

Bayi mama kenapa kamu baik dan empati sekali, Nak ? belum usiamu untuk ikut merasakan sedihnya mama.

Saya menangis karena rasa kesal pada Reesa sejak semalam yang tingkahnya ada - ada saja dan rasa sedih mama yang tidak sabar untuk Reesa.

Setelah itu kita menjalani hari dengan biasa, menerima rapor, makan ice cream, tidur, makan, bermain, semua dilakukan bersama Reesa. Dan sebelum tidur, tiba tiba Reesa berucap demikian dengan wajah sedihnya. Ternyata ia masih mengingatnya, ternyata ia masih merasa, dan rasa sedih serta tangis mama yang ia mengerti karena dia ee nya gede.

Padahal tidak seperti itu..

Tiba-tiba menjadi sedih karena manusia kecil ini harus menyalahkan dirinya, ditangis mama yang sedang menyalahkan dirinya pun karena tidak menjadi sabar untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...