Kamis, 10 Juli 2025

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025

17.22

Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terkena asma. Kemarin sempat diagnosa hipertensi, sekarang terkena ISPA dan Asma. Kenapa menjelang 30 menjadi semakin banyak sakit yang ada-ada aja dan muncul terus terusan seperti ini.

Liburan sekolah yang dihabiskan untuk menangani masalah pernafasan ini, sudah membuat turun 5kg berat badan haha untuk apa ke dokter gizi jika 2 minggu bisa menurunkan 5kg yang seharusnya target dokter 1 bulan.

Sekarang hipertensi sudah tidak ada, hanya gejala karena sakit sesak kemarin. Bahkan tadi tensi saya 102/80 sangat normal haha yang sebelumnya 140/100 dan langsung diberikan amlodipin. Akhirnya saya bisa menghentikan amlodipin karena sugesti dokter dari kecil saya bahwa tidak hipertensi.

Malah sekarang jadi ada asma. Haha lucu sekali belum 50 tapi sudah sakit-sakitan.

Rabu, 02 Juli 2025

Hal hal yang perlu disyukuri

Jakarta, 2 Juli 2025

06.27

rumah sakit

Sudah 5 hari sejak Jumat saya di sini, dengan infus di tangan kanan dan oksigen sesekali di hidung jika terasa sesak dan tak enak bernafas. Padahal baru awal bulan 5 kemarin saya disini dengan masalah sama, ISPA.

Namun yang sekarang lebih lama, karena disertai sakit lainnya sejak Senin sebelumnya. Demam, linu dan sakit seluruh badan, batuk, pilek, lidah pahit, bahkan puncaknya sesak sehingga langsung dilarikan ke IGD malam itu juga.

Setelah 4 hari tangan dipakaikan infus, dan hal yang tidak mengenakkan terjadi tangan bengkak dan harus dilepas infus. Kesulitan selama 4 hari aktivitas menggunakan tangan kiri, akhirnya bisa bernafas sebentar dengan menggunakan 2 tangan. Hal yang saya syukuri, dan terlupakan selama ini. Ternyata punya dua tangan yang dapat digunakan sangat beruntung!

Lalu setelah berhari hari sakit, tidak enak makan perlahan dapat makan dan terutama terasa ! Karena sudah 7 hari saya memaksakan makan yang berasa seperti nasi padang pun tak berasa, akhirnya di tengah kelaparan dibawakan nasi Bali yang berbumbu setelah berhari hari disini tak ada bumbu tawar, dan makan malam itu terasa nikmat sekali. Lidah yang bisa merasakan juga harus disyukuri !

Dan pagi ini saya terbangun dengan perasaan senang karena sudah lama tidak tidur pulas tanpa rintihan badan sakit dan batuk mengganggu pukul tengah malam. Saya menikmati kebebasan dan keheningan ini sebelum pulang. Sudah cukup, untuk istirahatnya saatnya kembali ke rutinitas seperti biasa !

Selasa, 17 Juni 2025

Istirahat sejenak untuk diri

Jakarta, 17 Juni 2025

15.40

Setelah pukul tiga, tiba menjadi gamang untuk pulang segera atau singgah untuk membeli yang saya suka. Dengan sifat fomo unggahan teman, saya segera mengaktifkan peta untuk singgah membeli roti kesukaan.

Setelah sampai, hendak membawa pulang saja rotinya. Namun sifat fomo melihat orang memesan untuk langsung dinikmati membuat saya mengurungkan niat dan mengikutinya.

Saya suka menikmati waktu berjalan lamban seperti ini, menikmati roti, kopi, dan diiringi lagu klasik. Menikmati jalan, dan kesibukan manusia yang sudah lama tidak saya lakukan. Dulu bisa sangat lama hanya duduk menyaksikan kesibukan manusia lainnya berlari dan tergesa.

11 menit sebelum ‘mbak-mbak’ mengakhiri tugasnya, hujan turun deras. Saya semakin nyaman untuk duduk berlama lama rupanya.

Sabtu, 24 Mei 2025

Baru satu hari tapi sudah menyebalkan

Bogor, 24 Mei 2025

23.08

Belum tepat hari ini berakhir pada 12 tepat, tapi sudah tidak mengenakkan dan membuat nangis berlebihan. Segala kecewa bersatu dan bergemuruh. Sedari malam kemarin terasa alot dan aku ibu yang membeli kue. Lalu hari ini pun, menonton konser yang saya tunggu 2 minggu dan bertahan demi hari ini, hancur. Dari sudah maju tapi tidak bisa naik panggung untuk dinyanyikan. Membeli bunga dan segala ucap yang sudah tertulis dan terangkai dalam otak jika berhadap tapi tidak bisa diberikan dan diucap. Tak ada sambut untuk hari saya tersisa saya dan satu pria yang hanya menyaksikan dibawah panggung. Untuk perayaan yang seharusnya saya disana.

Lalu bunga yang tidak bisa diberikan, dan kamu yang buru buru ingin pulang. Tidak sampai selesai melihat dengan puas. Padahal dekat dengan tempat kita menginap. Dan kamu marah, mercenary tidak jelas, katamu capek sudah tidak mau lagi, katamu pantas Tuhan memberikan aku darah tinggi. Jahat sekali. Bahkan kamu sudah capek sepertinya. Untuk selanjutnya, saya akan sendiri saja. Jika kamu saja lelah menemani manusia yang banyak mau dan penuh menuntut untuk seluruh hidupnya.

45 menit sebelum hari berganti, dan perayaan saya sudah selesai saya tidak suka hari ini. Menangis saja seperti sekarang.

Saya suka Tulus dan Sal, dan mereka di satu panggung di hari lahir saya. Tapi semua kacau.

Selanjutnya, saya akan menciptakan bahagia saya sendiri.

Kamis, 08 Mei 2025

Seperti ini rasanya

Rumah sakit, 8 Mei 2025

13.53

Seperti ini rasanya, dijenguk tanpa diminta dan datang tiba-tiba. Bahkan untuk manusia yang tidak saya anggap dekat. Guru senior yang sudah purnabakti, tiba-tiba datang dan menjenguk saya tanpa tanya dan memberi kabar. Bahkan, tidak ada informasi ruang berapa saya dirawat.

Saya akan ingat ini dengan jelas, perasaan senang dijenguk dan tiba-tiba diperhatikan. Untuk semua orang selanjutnya, saya ingin berbuat hal sama yang baik seperti itu.

Senin, 14 April 2025

Tulisan di 2015

Kamar,

21.45

Rasa penasaran akan sebuah perintah pengaktifan sebuah akun, namun tidak pernah berhasil sedari pagi. Mencoba-coba untuk memeriksa email, dan saya temukan note di tahun 2015. 9 tahun lalu. Saya menuliskan ini, dan ternyata saya sangat menyukai puisi dan sastra serta cerita.

saya akan menulis terus di sini, dan selain itu saya ingin membuat buku cerita anak. Setiap hari mendongeng untuk Reesa membuat saya semakin percaya diri untuk membuat cerita menarik.

Walau ketidakpastian adalah nMereka terus bernyanyi

Menyambung hidup dengan nada


Apa yang kan kau dapat katakan

Pada mereka yang bermimpi besar

Namun harus mengalah pada keadaan

Bukan karena mereka tidak sabar

Tapi hidup lebih butuh makan



Apa yang kan kau dapat jelaskan

Pada mereka yang hidup dijalanan

Saat sekolah tidak menjadi pilihan

Bukan karena mereka tidak mau pintar

Tapi sekali lagi hidup lebih butuh makan


Lalu kini kau bertanya

Siapakah yang patut disalahkan

Apakah pada mereka yang bersumpah untuk menggenapi janji

Kesejahteraan akan menjadi pasti

Namun berakhir kemelaratan kembali


Atau pada kerabat mereka?

Yang memperkerjakan tanpa punya rasa iba

Bahkan kemiskinan sudah menjadi garis untuk keluarga

Dan membantu adalah alasan mereka untuk bekerja


Atau sebenarnya 

Yang patut disalahkan adalah kita

Melihat tanpa perduli

Menutup telinga saat mereka bersua

Memicingkan mata saat mereka ada

Menganggap mereka seakan hina


Apakah itu termasuk kau?

Saya tidak tau

Walau semua memiliki hati

Tapi tidak semua perduli

Minggu, 13 April 2025

Tak Karuan Rupanya

Kamar ibu,

00.15

Saya merasa tak karuan rupanya, karena kamu ternyata.

Setelah berjanji hanya pergi sebentar, bahkan hingga malam dan hujan turun deras. Sangat deras.

Saya rencanakan untuk menjemput di rumah dan kita berkeliling berdua malam-malam, setelah anak tertidur tepatnya.

Seperti biasa, saya tertidur dan terbangun kemudian. Teringat janji untuk menjemput kamu di rumah, hujan masih turun tapi tak sederas sebelumnya.

Fikir saya..

Kamu menelepon untuk memastikan saya tidak ketiduran dan segera ingin bertemu. Ternyata kamu enggan bahkan untuk ke rumah ibu alasan hujan dan capek seharian.

bagaimana dengan saya? Bahkan kita jarang punya waktu berdua saat belum terlalu malam.

setelah pulang larut berhari-hari lalu, sampai dengan saya kamu tak ada waktu. Bahkan untuk di akhir pekan, untuk berdua saya masih harus terus menunggu ?

Pasti akan menjadi salah saya yang tak pengertian.

Sabtu, 12 April 2025

Apakah Saya Selalu Berburuk Sangka

Kamar Ibu,

23.55

Seharusnya kamu berfikir yang baik-baik saja. Itu hanya fikiran buruk mu!

Seperti biasa, fikir saya tak karuan di saat pukul tengah. Manusia perasa yang hilang hidup di dirinya, bersama manusia yang sudah tak ada koneksi yang mendukung dirinya merenung, berkata, dan sastra. Semakin lama, saya menjadi bertanya-tanya, hidup yang semakin berjalan membuat saya semakin hilang arah bahkan untuk berdiam dan bengong.

waktu kosong yang semakin berharga, tapi tidak saya isi yang bermakna. Hanya hiburan, dan scroll-scroll media sosial. Bahkan tidak ada buku yang saya tamatkan baca seperti sebelumnya. Bahkan untuk kosakata yang semakin sederhana tak seperti biasa.

di samping telah tertidur bayi manis yang selalu menjadi bayi dimata saya. Kehidupan baru yang saya jaga dan besarkan. Banyak hal yang ingin saya lakukan!

Minggu, 06 April 2025

Jika Tak Ada Semua Apakah Saya Masih Baik-baik Saja

Kuningan,

01.44

Saya masih terjaga hingga lewat pukul tengah. Fikir saya sedang mercecau tak karuan. Harus segera disalurkan dan dituliskan.

kehilangan.

Semakin dewasa, saya semakin takut kehilangan. Untuk seluruh yang saya miliki, jika tiba-tiba sudah tidak ada lagi dan pergi apakah saya masih bisa hidup sebagai manusia utuh yang tidak runtuh ?

Semakin dewasa, semakin sedikit rupanya yang saya punya. Sekarang hanya tersisa ibu, Bapak, Mbah, tyo, wahyu, Reesa. Setelah Engkong, Nyai, dan Ncang sudah pergi terlebih dahulu. Apa yang saya lakukan jika nanti satu per satu tidak ada ? Sudah tidak lagi sehat ?

Setelah pertengkaran hari ini dengan Wahyu yang sakit, tangan Reesa yang kecengklak karena saya tidak hati-hati. Saya menjadi takut, bahwa sebenarnya masalahnya adalah saya sendiri?

Kacau. Tadi sangat kacau.

Reesa menangis berlebihan di toilet, ibu mertua terlihat panik cucu nya kesakitan, dan saya? Yang menangis merasa bersalah. Tatapan pada anaknya yang ingin menghakimi dan tidak pernah masalah, ingin ditunjukkan pada menantunya yang berperasaan. Saya tau, dia menahan agar saya tidak menangis semakin keras.

Setelah kejadian ini, saya tau ibu tetap sayang mereka saja. Hah, bahkan saat saya berdebat pada anaknya, dia seperti melihat tak suka. Karena anaknya diperlakukan seperti itu oleh saya yang hanya menantunya (?)

Sebal rupanya.

Setelah ini saya semakin yakin, saya bahagia hingga saat ini karena tangki cinta penuh dari orang tua dan pasangan. Jika orang tua tidak ada siapa lagi yang akan sayang saya dengan seluruh yang dimilikinya (?)

Laki-laki itu membela saya!

Kuningan, 6 April 2025

01.14


Setelah setengah harian saya merasakan resah berkepanjangan, hal seperti ini saja sudah membuat saya merasa diistimewakan. Dibela bahkan saat saya lupa untuk update agar manusia ini tau saya bahkan juga berjuang, dia sudah bela saya duluan. Kebimbangan yang saya rasakan, apakah hanya dari fikir saya saja rupanya ?

Seperti dirayu agar tak diam berkepanjangan, dan saya termakan bujukannya kemudian. Sial. Tidak jadi marah rupanya, dia tau saya akan senang dan bermanja manja kembali seperti sebelumnya.

Mengacau

Semarang

20.40


Perasaan sedih seperti apa ini. Akhir perjalanan menjadi tak menyenangkan seperti ini. Perasaan sedih karena dibentak berulang atau memang saya nya yang sedang sedih berlarut an ? 


Dengan dunia riuh setiap harinya, saya mengacaukan hari mereka sepertinya (?)


Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...