Minggu, 06 April 2025

Jika Tak Ada Semua Apakah Saya Masih Baik-baik Saja

Kuningan,

01.44

Saya masih terjaga hingga lewat pukul tengah. Fikir saya sedang mercecau tak karuan. Harus segera disalurkan dan dituliskan.

kehilangan.

Semakin dewasa, saya semakin takut kehilangan. Untuk seluruh yang saya miliki, jika tiba-tiba sudah tidak ada lagi dan pergi apakah saya masih bisa hidup sebagai manusia utuh yang tidak runtuh ?

Semakin dewasa, semakin sedikit rupanya yang saya punya. Sekarang hanya tersisa ibu, Bapak, Mbah, tyo, wahyu, Reesa. Setelah Engkong, Nyai, dan Ncang sudah pergi terlebih dahulu. Apa yang saya lakukan jika nanti satu per satu tidak ada ? Sudah tidak lagi sehat ?

Setelah pertengkaran hari ini dengan Wahyu yang sakit, tangan Reesa yang kecengklak karena saya tidak hati-hati. Saya menjadi takut, bahwa sebenarnya masalahnya adalah saya sendiri?

Kacau. Tadi sangat kacau.

Reesa menangis berlebihan di toilet, ibu mertua terlihat panik cucu nya kesakitan, dan saya? Yang menangis merasa bersalah. Tatapan pada anaknya yang ingin menghakimi dan tidak pernah masalah, ingin ditunjukkan pada menantunya yang berperasaan. Saya tau, dia menahan agar saya tidak menangis semakin keras.

Setelah kejadian ini, saya tau ibu tetap sayang mereka saja. Hah, bahkan saat saya berdebat pada anaknya, dia seperti melihat tak suka. Karena anaknya diperlakukan seperti itu oleh saya yang hanya menantunya (?)

Sebal rupanya.

Setelah ini saya semakin yakin, saya bahagia hingga saat ini karena tangki cinta penuh dari orang tua dan pasangan. Jika orang tua tidak ada siapa lagi yang akan sayang saya dengan seluruh yang dimilikinya (?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...