Selasa, 09 Februari 2016

mbeeer


       Jika kau mau merendahkan hati sedikit saja dan kembali mengingat pada hari di mana kau belum mengenalnya, kau akan sadar. Bahwa jauh sebelum hari itu, dia tidaklah berharga untukmu.

Bukankah memang selalu seperti itu?



        Yang sangat kau specialkan hari ini, dulu bukanlah siapa-siapa untukmu. Tanpanya kau tetap ceria. Tak ada dirinya kau bisa tertawa. Bahkan ada suatu masa di mana ketika dekat dengannya, kau merasa tak nyaman.

Lantas, apakah ketika hari ini ia memutuskan untuk pergi kau tetap melihatnya sebagai yang tak tergantikan?
Ya. Kau akan tetap melihatnya seperti itu. 



        Tapi, dua paragraf pertama di atas tidak mengartikan dan mengajarkan bahwa kau bisa melihat orang specialmu itu seperti seseorang yang tak kau kenal dulu. Itu tidak mungkin! Otak manusia tidak diciptakan untuk melupakan kenangan.

Dan kembali tapi, dua paragraf pertama di atas akan mengajarkanmu untuk berani melihat orang lain sebagaimana kau pernah melihat seseorang specialmu dulu itu. 



        Dia yang tak pernah special, akan menjadi special jika kau berani membuka mata dan melangkah. Dan apakah dengan seperti itu kau akan melupakan seseorang yang sempat meninggalkanmu tadi?

Tidak. Otak manusia tidak diciptakan untuk melupakan kenangan. Namun ia bisa dibuat untuk memilih kenangan mana yang akan kau kenang. Dan tentu, kenangan lama bisa digantikan dengan kenangan baru. Bersamaan dengan orang baru yang tak kau kira sebelumnya.



  Maka melangkahlah. 


Sebagaimana kau mencoba melangkah bersamanya dulu ketika kau belum tahu ia siapa. 


Semua yang pernah menjadi special. 

Dulu, tanpanya, kau pernah bahagia.


Dan semua bisa menjadi special. 

Ketika kau mengizinkannya.


Goodluck.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...