Selasa, 09 Februari 2016

Sesempurna Itukah ?

Jakarta, 9 Februari 2016
21.18

      Sejak aku mulai suka untuk menjadi pengamat, aku menyukai mengamati segala hal. Mengamati pergerakan langkah cepat manusia. Menyenangkan ketika kesibukan mulai beraktivitas mengitari sekitarmu, dan kamu duduk. Mengamati segala hal yang terlihat cepat ketika kita diam. Menatap kesibukan berbeda setiap orang. Ada yang bermain Gadget, mengobrol, berlari, makan, dan sebagainya. 
    
        Sejak dulu aku slalu bertanya apa kekurangan di dirimu? Apakah kau terlalu sempura, sehingga tak kutemukan cacat di dirimu. Seperti jelmaan bidadari tanpa celah kau bersikap sempurna. Aku suka menatapmu, mendengarkan kau berbicara ataupun tertawa, bahkan dalam berkomunikasi kau tidak memiliki cacat. Pantas kau dulu adalah primadonanya. 

        Mungkin hanya kau yang tak memiliki kekurangan itu, tapi hari ini. Malam ini, pertama dalam hidupku aku merasakan kecewa yang teramat. Sangat. Dalam. Menyakitkan. 

        Mungkin sudah biasa aku diabaikan tugas yang kau kerjakan, itu salah satu kekurangan yang berhasil kutemukan. Sejak kecil, aku tidak dibiasakan bersikap manja dan menuntut yang tak ada. Tapi seperti kucing ku di rumah, yang bertingkah manja. Malam ini aku menuntut diperhatikan. 

        Tak masalah apa yang kumakan hari ini. Seperti anak kecil meminta mainan, aku mengemis minta diperhatikan. Tapi tak diindahkan, kau tetap asyik dengan Gadget. Persetan untuk Gadget, hilang sudah semua perhatian. 

        Aku tak suka menjadi tua, hingga tak dianggap pantas aku bermanja. 3 bulan 10 hari genap 20 aku berusia. Setegar dan setenang apapun aku di luar sana. 

:: Denganmu, aku ingin bermanja lebih lama... ::
       


Endang Rachmawati 

          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...