Senin, 16 Mei 2016

Untuk kamu sang kepala

Jakarta, 16 Mei 2016
20.37


Hari ini kau bertanya kembali, ada apa denganku. Mengapa tak terlihat begitu baik, berbeda. Tak secerah biasa.

Hari ini kau memintaku berterus terang, akan cerita yang ingin aku lakukan. Yang ingin aku kau perbolehkan. Katamu, biarkan saya pertimbangkan. 

Kau bertanya aku kenapa? Bahkan aku sendiri tak tau ini apa. Yang aku tau, ada hal yang melatarbelakangi semua. 

Kamu dan dia, alasan aku mencoba bertahan. Mungkin sejenak lebih lama. Mungkin sejenak lebih bersabar. Kamu dan dia, membuatku tetap melaju. Sebagai pemenuhan janji untuk bersatu. 

Satu untuk kamu. Satu untuk kita. Bersatu sampai akhir mencapai batasnya. Bersatu sampai mereka telah layak untuk dilepas. 

Kamu dan dia sekali lagi, menjadikanku bertahan dan kuat dari segala pandangan. Entah sejak kapan, aku tak merasa untuk dilibatkan. 

Jika kamu terbiasa tanpa aku, untuk apa aku tetap ada?  Jika tak perlu lagi aku, untuk apa kamu tetap menggenggamku begitu kuat. Begitu kencang. Tak ingin terlepaskan.

Sudahlah, dunia kalian tidak akan berubah. Tetap 24 jam, tidak ada yang berkurang. Jika kalian bisa berlari kencang tanpaku, untuk apa tetap menggenggam. Bahkan ini memperlambat. 

Kau tau... 
Mungkin duniaku tak seharusnya berada disitu. 

Endang Rachmawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...