Jakarta, 7 Juni 2016
01.57
01.57
Hei malam !
Lama sekali kau datang. Membuatku menunggu hingga resah tak kau kunjung. Tak kah kau tau..
Topeng topeng ini, ah sial!
Akan kulepas kan saja. Membuatku berkeringat. Membuatku tak ingat.
itu adalah siapa.
Topeng topeng ini, ah sial!
Akan kulepas kan saja. Membuatku berkeringat. Membuatku tak ingat.
itu adalah siapa.
Ini aku.
Malam menjelma menjadi diriku. Tulisanku mengisyaratkan aku.
Itu bukan aku.
Tertawa dan terus tertawa, seakan semua adalah bahagia. Terlihat begitu sempurna. Tak ada yang dipermasalahkan. Tertawa karena apa. Tertawa untuk apa.
Bagaikan lelucon, aku hanyalah artis dalam lakon yang telah dibuat waktu.
Bagaikan lelucon, aku hanyalah artis dalam lakon yang telah dibuat waktu.
Mungkin bisa..
Aku pergi, melangkah berlari dan menjalani lakonku sendiri.
Memilih akan menjadi apa, bermain dengan siapa.
Memilih bertahan pada apa yang membuatku sayang.
Memilih berjuang pada akhir yang ku rencanakan.
Menjadi diri yang terlahir berbeda, sejak diutus Tuhan.
Aku pergi, melangkah berlari dan menjalani lakonku sendiri.
Memilih akan menjadi apa, bermain dengan siapa.
Memilih bertahan pada apa yang membuatku sayang.
Memilih berjuang pada akhir yang ku rencanakan.
Menjadi diri yang terlahir berbeda, sejak diutus Tuhan.
Tapi tak kubisa sejak itu,
Sejak ku sendiri, tak ada yang mau berperan dalam lakonku.
Sejak ku patah, tak ada yang mau menjaga hatiku.
Sejak atas segala waktu yang membuatku tau.
aku harus segera pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak