Jakarta, 16 Juni 2016
18.19
Akan ku tulis, semua kata penuh dengan rasa. Duniaku. Dunia kita. Yang penuh dengan ratapan, cacian, kesedihan, semua yang kutau, hingga semua rasa tlah berlalu.
Beberapa hari ini lelahku berasa terlalu, membagi banyak waktu untuk banyak kamu yang ingin melewatkan buka bersama dan untuk kegiatan yang telah menyita sedari dulu. Jika ada lebih waktu, akan kuberikan untuk banyak kamu. Agar kamu tau, bahwa banyak kamu adalah utamaku.
Melepas sebuah perayaan, yang ditunjuk untukku. Jika ada ku disitu. Tapi telah ku pilih bersama banyak kamu. Bukankah pilihan, harus merelakan satu hal lainnya yang berkaitan? Bukankah pilihan, harus merelakan pikiran negatif yang mereka fikirkan?
Aku telah memilih. Hingga berakibat tak ada aku disitu. Di kegiatan yang seharusnya ada aku. Dan sesalku tak pernah meringis, karena hidup adalah pilihan yang seharusnya membahagiakan.
18.19
Akan ku tulis, semua kata penuh dengan rasa. Duniaku. Dunia kita. Yang penuh dengan ratapan, cacian, kesedihan, semua yang kutau, hingga semua rasa tlah berlalu.
Beberapa hari ini lelahku berasa terlalu, membagi banyak waktu untuk banyak kamu yang ingin melewatkan buka bersama dan untuk kegiatan yang telah menyita sedari dulu. Jika ada lebih waktu, akan kuberikan untuk banyak kamu. Agar kamu tau, bahwa banyak kamu adalah utamaku.
Melepas sebuah perayaan, yang ditunjuk untukku. Jika ada ku disitu. Tapi telah ku pilih bersama banyak kamu. Bukankah pilihan, harus merelakan satu hal lainnya yang berkaitan? Bukankah pilihan, harus merelakan pikiran negatif yang mereka fikirkan?
Aku telah memilih. Hingga berakibat tak ada aku disitu. Di kegiatan yang seharusnya ada aku. Dan sesalku tak pernah meringis, karena hidup adalah pilihan yang seharusnya membahagiakan.