Minggu, 31 Juli 2016

Seharusnya Ia Tidak Menghilang

Jakarta, 31 Juli 2016
21.11

Seharusnya..
saya terfokus pada kamu.
Tapi dia, membuat fokus saya terpecah.

Seharusnya..
Dia tidak pergi.
Membiarkan mereka meraba jalan.
Menerka langkah, kegamangan arah.

Seharusnya tidak saya.
Seharusnya bukan saya yang berdiri di sini.
Ia bahkan telah pergi. Ia berani mengambil langkah pergi. Meninggalkan saya sendiri.

Seharusnya..
Bukan seperti ini. Jika saya tak tau diri, bahkan sedari awal sudah saya melangkah.
Jika saya tak tau diri,  seharusnya tak ada saya berpindah.

Ia membuat saya tak dapat berpergian.
Dan kenyataannya saya ditinggal sendirian.

Saya Cukup

Jakarta, 31 Juli 2016
21.39

"Saya bangga padamu. "
Satu kalimat terucap di bibirnya. Menujuku, padaku. Seperti api yang berbentuk kembang di udara, aku merasa. Padamu, aku membuncah bahagia.

"Dahulu saya tidak secemerlang kamu, lihat ! Tanda tanganmu ada di sini, tanda tanganmu berharga."
Bukti yang mengejutkan, darimana ia temukan? Bahkan aku tidak pernah menganggap itu sebuah adalah hal besar, yang bahkan tak seharusnya aku banggakan. Tapi kau ? Itu terlihat. dan aku tau.

"Saya bangga padamu."
Kau mengucapkan itu dua kali. Bahkan tak perlu kau ucapkan berkali kali, aku sudah merasa bahagia sejak awal kau mengatakannya. Tak perlu aku khawatirkan, melihatmu sekarang, aku sudah yakin mengambil jalan benar.

"jika kau menang, berjanjilah berlaku seperti pemenang sejati. Jika kau menang berlaku biasa saja, jika kau kalah. Kau sudah tahu akan hendak kemana."
Sebelum kau mengatakan itu, bahkan aku sudah mempersiapkan aku untuk tidak berangan terlalu. Di sini..
aku sudah merasa cukup. :)

Minggu, 17 Juli 2016

Pertemuan hari ini

Jakarta, 17 Juli 2016
21.24

Bahkan kau tak kan bisa melupakan walaupun ia hanya singgah sebentar, karena dengannya kau pernah merajut rencana.

Malam belum terlalu larut, baru menggelap seperdelapan. Berjalan seperti biasa, menikmati makanan seperti  biasa. Tapi malam ini, sepertinya takdir sedang berbuat sengaja mempertemukan kita. Diantara kegiatan saat ini adalah  hal biasa, kita tidak pernah bisa biasa.

Aku menemukanmu dengannya. Sedari dulu, bahkan kini aku telah berganti tapi kau ? Masih saja dengan wanitamu. Melihatmu hari ini, mengingatkanku akan banyak hal. Atas kesalahan, kita belum benar benar saling memaafkan. Atas melepaskan, mengapa tidak dulu bukan kau yang ku perjuangkan. Bahkan jika kau tau, yang kuperjuangkan tlah meminta untuk dilepaskan .

Dulu kau bertanya 'mengapa bukan aku ?' mengapa bukan kamu yang ku perjuangkan. Kau menyatakan 'padahal aku yang mencintaimu amat besar, mengapa harus aku yang dilepaskan ?'

Kini aku melihatmu, menatap punggung itu. Kau tertawa dengan nya. Dengan wanita yang mencintaimu. Tawa yang dulu hanya untukku. saat cinta membuat seginya, kau tetap memilihku. Katamu 'setidaknya ia mencintaiku, tidak akan melepaskan semudah kamu. Setidaknya ia bisa menjadikanku bertahan .' dan benar hingga kini...kau benar benar bertahan dengan wanita itu. Bahkan saatku telah berganti dan berpindah.

Pada malam yang biasa ini, aku kembali mengingatmu. Ingatan yang takkan pernah dilupa.

Karena denganmu, aku pernah bahagia..

Karena Segalanya #3

16 Juli 2016
21.35

Aku tak terlalu banyak bicara. Mengungkapkan yang kurasa. Menyatakan betapa aku cinta dan denganmu aku bahagia. Aku rasa..berdua denganmu. Berjalan bersisian seperti ini, melihatmu tertawa sedih marah saat kau bercerita. Menjadi pendengar dan ikut tertawa saat kau tertawa. Menguatkanmu saat kau bercerita yang membuatmu terluka. Aku rasa..itu sudah lebih dari ungkapanku bahwa aku cinta. Dengan selalu ada bersamamu, bersabar menerka maksudmu. Aku fikir itu adalah caraku mencintaimu.

Tapi kini kau datang dan mengatakan 'aku tak tau hatimu.' mempertanyakan 'apakah disini hanya aku yang cinta ?' lantas selama ini untukmu aku apa ?  jika menurutmu mengutarakan cinta lewat kata, bukan berdiam menjadi pendengar terbaikmu untuk bercerita. Lantas selama ini untukmu aku bagaimana?

Dan aku tau kini, cinta menurutmu tak sesederhana berjalan bersisian dan selalu ada mendengar ceritamu. Selalu ada untukmu.  Cinta menurutmu aku harus selalu ucapkan berkali kata 'aku cinta kamu'

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...