Selasa, 06 April 2021

Rindu.

6 April 2021

20.29


Setiap hari saya rindu. Melihat yang serupa saya, rindu saya mengudara. Dan malam ini saya lebih sangat merindu. Manusia yang ada saat saya baru di dunia bahkan saat ibu mengembara. Manusia yang segala resah dan sedih menjadi peluk, dan buaian di kepala. 

Saya suka membenamkan wajah di peluknya, mencium aroma minyak angin khas, dan telapaknya yang mengelus punggung kepala. Terakhir. Saya pernah dan masih terasa, saat ia tau saya menangis di sampingnya. Ia mengelus punggung kepala, dengan selang infus di tangan. 

Sudah hampir kembali Ramadhan dua kali tanpanya. Biasanya saat Ramadhan saya menata dan menempatkan barang hingga malam, ia duduk dan mengamati. Saya meracik kopi susu kesukaannya, sambil sesekali usil latah dan kita minum bersama. Dengan tahu atau singkong goreng kesukaannya. 

Sekarang, tidak ada. Yang menemani dan mengamati saya membereskan rumah. Bahkan hingga sekarang, saya belum membuat kopi susu kembali. Sepi dan saya sangat merindukannya. 

Banyak hal yang saya sesalkan. Seharusnya, saya menikah dua tahun lalu saat dia sehat. Manusia yang paling ingin melihat saya menikah tapi kalah oleh kuasa Tuhan. Seharusnya saya bersikap lebih baik, tidak kesal karena tidak mampu mendengar atau mengatakan berulang. Seharusnya saya ada, dan tidak sakit saat saat akhir. Seharusnya saya lebih baik lagi. 

Untuknya, masih banyak yang ingin saya lakukan , tapi Nyai kalah oleh kuasa Tuhan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...