Senin, 14 April 2025

Tulisan di 2015

Kamar,

21.45

Rasa penasaran akan sebuah perintah pengaktifan sebuah akun, namun tidak pernah berhasil sedari pagi. Mencoba-coba untuk memeriksa email, dan saya temukan note di tahun 2015. 9 tahun lalu. Saya menuliskan ini, dan ternyata saya sangat menyukai puisi dan sastra serta cerita.

saya akan menulis terus di sini, dan selain itu saya ingin membuat buku cerita anak. Setiap hari mendongeng untuk Reesa membuat saya semakin percaya diri untuk membuat cerita menarik.

Walau ketidakpastian adalah nMereka terus bernyanyi

Menyambung hidup dengan nada


Apa yang kan kau dapat katakan

Pada mereka yang bermimpi besar

Namun harus mengalah pada keadaan

Bukan karena mereka tidak sabar

Tapi hidup lebih butuh makan



Apa yang kan kau dapat jelaskan

Pada mereka yang hidup dijalanan

Saat sekolah tidak menjadi pilihan

Bukan karena mereka tidak mau pintar

Tapi sekali lagi hidup lebih butuh makan


Lalu kini kau bertanya

Siapakah yang patut disalahkan

Apakah pada mereka yang bersumpah untuk menggenapi janji

Kesejahteraan akan menjadi pasti

Namun berakhir kemelaratan kembali


Atau pada kerabat mereka?

Yang memperkerjakan tanpa punya rasa iba

Bahkan kemiskinan sudah menjadi garis untuk keluarga

Dan membantu adalah alasan mereka untuk bekerja


Atau sebenarnya 

Yang patut disalahkan adalah kita

Melihat tanpa perduli

Menutup telinga saat mereka bersua

Memicingkan mata saat mereka ada

Menganggap mereka seakan hina


Apakah itu termasuk kau?

Saya tidak tau

Walau semua memiliki hati

Tapi tidak semua perduli

Minggu, 13 April 2025

Tak Karuan Rupanya

Kamar ibu,

00.15

Saya merasa tak karuan rupanya, karena kamu ternyata.

Setelah berjanji hanya pergi sebentar, bahkan hingga malam dan hujan turun deras. Sangat deras.

Saya rencanakan untuk menjemput di rumah dan kita berkeliling berdua malam-malam, setelah anak tertidur tepatnya.

Seperti biasa, saya tertidur dan terbangun kemudian. Teringat janji untuk menjemput kamu di rumah, hujan masih turun tapi tak sederas sebelumnya.

Fikir saya..

Kamu menelepon untuk memastikan saya tidak ketiduran dan segera ingin bertemu. Ternyata kamu enggan bahkan untuk ke rumah ibu alasan hujan dan capek seharian.

bagaimana dengan saya? Bahkan kita jarang punya waktu berdua saat belum terlalu malam.

setelah pulang larut berhari-hari lalu, sampai dengan saya kamu tak ada waktu. Bahkan untuk di akhir pekan, untuk berdua saya masih harus terus menunggu ?

Pasti akan menjadi salah saya yang tak pengertian.

Sabtu, 12 April 2025

Apakah Saya Selalu Berburuk Sangka

Kamar Ibu,

23.55

Seharusnya kamu berfikir yang baik-baik saja. Itu hanya fikiran buruk mu!

Seperti biasa, fikir saya tak karuan di saat pukul tengah. Manusia perasa yang hilang hidup di dirinya, bersama manusia yang sudah tak ada koneksi yang mendukung dirinya merenung, berkata, dan sastra. Semakin lama, saya menjadi bertanya-tanya, hidup yang semakin berjalan membuat saya semakin hilang arah bahkan untuk berdiam dan bengong.

waktu kosong yang semakin berharga, tapi tidak saya isi yang bermakna. Hanya hiburan, dan scroll-scroll media sosial. Bahkan tidak ada buku yang saya tamatkan baca seperti sebelumnya. Bahkan untuk kosakata yang semakin sederhana tak seperti biasa.

di samping telah tertidur bayi manis yang selalu menjadi bayi dimata saya. Kehidupan baru yang saya jaga dan besarkan. Banyak hal yang ingin saya lakukan!

Minggu, 06 April 2025

Jika Tak Ada Semua Apakah Saya Masih Baik-baik Saja

Kuningan,

01.44

Saya masih terjaga hingga lewat pukul tengah. Fikir saya sedang mercecau tak karuan. Harus segera disalurkan dan dituliskan.

kehilangan.

Semakin dewasa, saya semakin takut kehilangan. Untuk seluruh yang saya miliki, jika tiba-tiba sudah tidak ada lagi dan pergi apakah saya masih bisa hidup sebagai manusia utuh yang tidak runtuh ?

Semakin dewasa, semakin sedikit rupanya yang saya punya. Sekarang hanya tersisa ibu, Bapak, Mbah, tyo, wahyu, Reesa. Setelah Engkong, Nyai, dan Ncang sudah pergi terlebih dahulu. Apa yang saya lakukan jika nanti satu per satu tidak ada ? Sudah tidak lagi sehat ?

Setelah pertengkaran hari ini dengan Wahyu yang sakit, tangan Reesa yang kecengklak karena saya tidak hati-hati. Saya menjadi takut, bahwa sebenarnya masalahnya adalah saya sendiri?

Kacau. Tadi sangat kacau.

Reesa menangis berlebihan di toilet, ibu mertua terlihat panik cucu nya kesakitan, dan saya? Yang menangis merasa bersalah. Tatapan pada anaknya yang ingin menghakimi dan tidak pernah masalah, ingin ditunjukkan pada menantunya yang berperasaan. Saya tau, dia menahan agar saya tidak menangis semakin keras.

Setelah kejadian ini, saya tau ibu tetap sayang mereka saja. Hah, bahkan saat saya berdebat pada anaknya, dia seperti melihat tak suka. Karena anaknya diperlakukan seperti itu oleh saya yang hanya menantunya (?)

Sebal rupanya.

Setelah ini saya semakin yakin, saya bahagia hingga saat ini karena tangki cinta penuh dari orang tua dan pasangan. Jika orang tua tidak ada siapa lagi yang akan sayang saya dengan seluruh yang dimilikinya (?)

Laki-laki itu membela saya!

Kuningan, 6 April 2025

01.14


Setelah setengah harian saya merasakan resah berkepanjangan, hal seperti ini saja sudah membuat saya merasa diistimewakan. Dibela bahkan saat saya lupa untuk update agar manusia ini tau saya bahkan juga berjuang, dia sudah bela saya duluan. Kebimbangan yang saya rasakan, apakah hanya dari fikir saya saja rupanya ?

Seperti dirayu agar tak diam berkepanjangan, dan saya termakan bujukannya kemudian. Sial. Tidak jadi marah rupanya, dia tau saya akan senang dan bermanja manja kembali seperti sebelumnya.

Mengacau

Semarang

20.40


Perasaan sedih seperti apa ini. Akhir perjalanan menjadi tak menyenangkan seperti ini. Perasaan sedih karena dibentak berulang atau memang saya nya yang sedang sedih berlarut an ? 


Dengan dunia riuh setiap harinya, saya mengacaukan hari mereka sepertinya (?)


Menjadi terlalu perasa

18.13


Seharusnya kriteria pertama saya saat menentukan calon suami selain bertanggung jawab dan sayang, mungkin laki laki soft spoken. Wanita yang tidak bisa dibentak atau dikasari, harus hidup berdampingan dengan laki laki yang bernada keras. 


Sesekali saja tapi sering menyakitkan. Sesekali tapi sering membuat menangis terus terusan. Selain sayang, harusnya bisa berkata lebih baik dalam segala kondisi bukan (?) 


Atau sebenarnya..

Dia tak benar benar sayang?


Karena segala resah dan tangis dianggap berlebihan. Dan aku yang disalahkan karena terlalu perasa dan berprasangka. 


Setelah itu menyesal dan memohon maaf. 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...