Jumat, 31 Oktober 2025

29 ?

503

10.00

Hidup di usia 29 macam apa ini ?!

Awal didiagnosa ISK, tapi jadi kista yang sudah terinfeksi. Dan saat di ruang operasi ternyata bukan kista, tapi infeksi?

Operasi paroskopi yang diusahakan agar minum jaitan, agar di kehamilan selanjutnya jika sesar masih memungkinkan.

Jika di kehamilan selanjutnya yang ternyata tidak ada. Di usia 29 macam apa ini? Sangat berat rasanya, nangis berlarut-larut selama 3 hari. Bukannya membaik, namun semakin buruk saja beritanya.

Dan di usia 29 saya dinyatakan sudah tidak bisa hamil. Karena tuba falopi nya diangkat dan tidak bisa diselamatkan.

Jadi, ini akhir dari ISK, Kista, infeksi, selama 2 pekan ini dan ternyata akhirnya saya sudah tidak bisa hamil?

Wahyu menguatkan, ia mengatakan tidak apa apa dia ikhlas. Kita besarkan Caca aja katanya. Tapi di usia 29 saya bahkan sudah tidak bisa memberikan kamu anak lagi, saya sudah gagal jadi wanita.

Lalu selanjutnya saya harus hidup bagaimana?

Jika satu satunya jalan untuk kehamilan adalah bayi tabung.

Saya terlalu jahat menolak anak lagi ketakutan saat telat datang bulan, dan ternyata sekarang saya menangis karena tidak bisa memberikan anak lagi.

Kamar Inap, 31 Oktober 2025

06.11

Terima kasih wahai diri, masih hidup rupanya. Tiga hari yang sangat menguras emosi dan air mata. Semua sudah terlewatkan, dan saya masih hidup tinggal melanjutkan untuk penyembuhan agar tidak kembali terulang.

Wahai diri, ini adalah dosa-dosa saya pada Tuhan dan banyak hal negatif yang merusak kamu rupanya. Seperti petir yang tiba-tiba datang dan mengejutkan, ternyata bukan sakit biasa yang alhamdulillah tertangani dengan cepat.

Benar katanya, ini sudah takdir Allah dan takdir saya dipertemukan dokter dan suster di sini. Setelahnya saya akan memperbaiki EQ saya terhadap diri, manusia, dan Tuhan. Serta hidup dengan hal-hal positif setelahnya

Kamis, 30 Oktober 2025

Renungan Diri

Rumah sakit, 30 Oktober 2925

00.13

Malam ini saya kembali dipindahkan, ke ruang berisi tangisan bayi dan ibu pasca melahirkan. Esok akan ada tindakan semoga baik baik saja.

Banyak hal yang saya renungkan tentang hari ini yang begitu menyedihkan, membengkakkan mata, dan meruntuhkan dunia saya.

Di usia 26 saya harus operasi abses payudara saat menyusui, dan kini di usia 29 saya harus kembali operasi kista yang bahkan sudah infeksi sehingga menyebabkan nyeri dan sakit bertubi akhir akhir ini.

Semua ini adalah akibat dari pendosa seperti saya, yang bahkan menyerang diri untuk lebih banyak sakit. Dan atas kejadian, semua sudah takdir Allah yang sudah terjadi. Disesali tak ada arti, mohon ampunan atas salah diri sebagai hamba.

Setelah ini selesai, saya hanya akan punya 1 sel telur untuk bertahan. Setelah ini, akan ada treatment hormonal untuk saya program anak. Ya sekarang saya harus program. Saya terlalu sombong untuk kemudahan Areesa dan untuk adiknya harus saya perjuangkan segera, sebelum semua terlambat.

Sisanya, saya hanya akan hidup dan bertahan dengan 1 sel telur dan 1 jaringan asi yang masih utuh. Tubuh ini sudah hancur rupanya. Semua sudah meninggalkan cacatnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri saja saya tidak mampu.

Rabu, 29 Oktober 2025

Berita dan Kesendirian

Jakarta, 29 Oktober 2025

15.12

akhir akhir ini sulit sekali rasanya, dan masih terasa menyenangkan karena bersama kamu lewati nya. Dari rawat jalan, hingga rawat inap semua masih baik-baik saja. Namun ternyata, hari ini setelah pemeriksaan dari cek lab, rontgen, usg, semua aman, kekhawatiran usus buntu yang ternyata tak ada hanya kista. Awalnya ya dikit saya hanya kista.

Namun ternyata terlalu berdosa saya, atau terlalu jumawa mendapatkan Areesa dengan mudahnya, hingga sangat menolak untuk kelahiran selanjutnya. Saya sombong rupanya.

Hingga sekarang, saya terkejut bahwa itu bukan hanya kista saja. Namun ada infeksi yang harus diangkat, secepatnya. Dan akan mempengaruhi sel telur saya lainnya. Kesuburan sel telur yang harusnya bisa dengan mudahnya saya dapatkan. Lahiran mudah. Walaupun menyusui terasa payah. Tapi itu masih lebih baik rupanya.

Kini, semua kacau. Saya menangis sejadinya sendirian, di depan meja perawat, dihadapkan dengan dokter ia jelaskan banyak hal terburuk, yang teringat dan terdengar dengan penjelasan antara dokter dan wahyu operasi akan mengenai sel telur dan akan menurunkan fungsi sel telur. Untuk kemungkinan buruk jika operasi itu mengenai usus dan pendarahan pun tidak saya dengarkan kemudian.

Apakah selanjutnya akan sulit menyusui dan hamil kembali? Fitrah dasar perempuan yang belum tentu saya miliki seutuhnya. Jaringan asi 90% diambil hingga sel telur yang bahkan tidak tau sudah berfungsi lagi atau tidak. Bahkan jika sudah program hamil tidak membuahkan hasil berarti akan sulit seterusnya.

ternyata saya hanya manusia dan tubuh ini bukan punya saya rupanya. Saya adalah pendosa yang harus menanggung semua dosa saya. Dengan mata bengkak dan dan infus di tangan, saya ingin hidup dengan baik saja. Semoga Allah mengizinkan hidup kembali untuk saya, saya akan lebih mendekatkan pada-Nya.

Untuk kamu segala baiknya

​jakarta, 1 maret 2026 01.17 Untuk kamu yang selalu mengusahakan bahagia. Saya akan menceritakan baiknya kamu dan bahagia saya. Tidak lagi m...