Jumat, 14 November 2014

Mengingat

     Pukul 01.44 tiba tiba saja ingin menulis. Tiba tiba saja ingin mengingat kembali, kenangan yang tergadai pergi. Aku tidak ingin mengingat, bahkan meraba apa yang pernah terjadi. 
   Ada satu masa ketika aku sangat membenci atas yang tuhan beri. Ada satu masa ketika aku mempertanyakan kelayakan aku hidup. Aku tidak memiliki siapa siapa selain keluarga. Tertolak seperti barang usang dalam kegamangan arah. Tidak memiliki sahabat, hanya orang tua dan kerabat. Hidup dalam dunia yang bahkan aku merasa itu dunia mereka bukan duniaku. 
      Aku suka bermain, tapi mereka tidak suka mengajakku bermain. Harus aku slalu yang memulai, karena jika tidak aku akan sendiri. Aku benci ketika harus sendiri, karena hanya bertemankan diri aku akan mengutuk hidup kembali. namun kadang mereka mengajakku bermain tapi lebih karena mereka butuh. Bukan karena mereka menganggapku sahabat sekali lagi karena mereka butuh.
     Pernahkah kau merasa hidup tanpa memiliki seseorang yang slalu memastikan kamu ada bersamanya? Tidak Memiliki seseorang yang bisa diajak bercanda saat bosan mendera? Bahkan kau harus terus membiasakan sendiri dengan keramaian yang ada dua langkah di sekitarmu? Aku pernah dan jangan sampai kau ingin merasakannya. Itu pahit sangat pahit hingga membuatmu kehilangan segala rasa bahagia dan tawa. Terlalu sederhana, dan bahkan sangat sederhana hingga rasanya aku tak pantas mengharap istimewa. (14/11)

-bersambung-
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...