Senin, 31 Agustus 2015

Kamu adalah

Jakarta, 31 Agustus 2015
23.32

Kau tau, apa yang tlah cinta katakan padaku saat bertemu kamu?
Ia memintaku untuk melangkah lebar, menuju kamu. 
Ia memintaku untuk berjuang perlahan, agar kudapatkan hatimu. 
Aku suka kamu. 
Aku cinta kamu.
Hingga berjuang dan melangkah hal biasa yang dapat kulakukan sekarang asal untuk kamu. 

Perjuangan pertama, kau anggap ku becanda.
Perjuangan kedua, kau tertawa seakan ku sedang berupaya membuat kau tertawa. 
Perjuangan ketiga, ke empat dan ke sekian, cinta tlah berujar padaku untuk tinggalkan kamu. 
Seperti kata mereka, cinta hanya ada dua perkara
Kau senang hingga kau melambung di udara 
Atau kau sedih hingga patah hati kau rasa.

Aku memilih yang kedua, karena kau hanya mampu membuatku melambung di udara tanpa kamu tau, kamu adalah pinjakan untuk aku melangkah..


Endang Rachmawati

190516051809 11011321

Sudirman, 31 Agustus 2015
07.10

Dimana mana aku melihatmu..
Di kereta, di jalan, di tengah keramaian
Mungkin hanya orang yang kebetulan saja mirip kamu.

Banyak saat aku melihatmu..
Pria hitam berkacamata 
Mungkin saja sekali lagi karena hanya kebetulan mirip..

Semoga tak ada pertanda yang membuatku sesak berasa..
Semoga kau tetap baik baik saja 

Endang Rachmawati

Jumat, 28 Agustus 2015

Kamu itu..

Kereta, 27 Agustus 2015
17.07

Hei kamu..
Kamu itu seperti mainan lama
Unik dan berbeda
Kamu itu seperti makanan ringan
Membuatku tertawa tanpa beban. 

Kamu itu terjaga
Hanya aku yang kamu punya
Kamu aneh, suka tertawa pada segala
Dan aku semakin aneh, melihatmu pun aku tertawa juga. 

Dunia ini aneh..
Mungkin saja karena aku suka. 


Endang Rachmawati 


Rabu, 26 Agustus 2015

Selamat datang untukmu

Jakarta, 26 Agustus 2015
07.08

Sehari setelah hari itu, aku merasakan kerinduan dengan mereka. Adik adik baru ku. 311 orang, jumlah yang sangat banyak untuk sebuah jurusan perkuliahan.

Sehari setelah hari itu, aku benar benar terbebas. Dari segala beban amanah menekan pundak. Entah aku merasa ingin bertemu kembali dengan mereka. Ingin tertawa lagi, ingin ditanya setiap malam hingga pegal kuberasa membalasnya . Dari "iyaa de 😊" sampai "iya" .Dari membalas "sama sama de" sampe engga dibales. Memang awalnya ku merasa kesal karenanya, waktu ku terbuang untuk menjawab pertanyaan mereka. Ah tapi sekarang, saat ku sedang duduk saja, santai, aku merindukan mereka. Adik adik baruku.

Segala kegiatan, segala rangkaian yang telah saya dan teman teman  persiapkan. Mungkin tak terlihat jelas dimata mereka, tak terlihat jelas bahwa kami yang lebih berkorban untuk mereka. Mungkin di lapangan, terlihat tim legistatif atau TIPE(tim pengawas) yang lebih perduli dengan mereka, mungkin kalian mengagungkan mereka yang sebenarnya.. Tidak membantu apa apa di acara kalian. Mungkin mereka seperti malaikat yang membantu kalian dari kesulitan, mungkin Tim Disiplin Keamanan adalah iblis dimata kalian. Haha dunia ini sungguh terbalik, dulu saya juga berfikir seperti itu. Tapi topeng itu perlu dipasang agar kalian dapat menghormati kami sebagai kakak. Mungkin topeng itu perlu dipasang, agar kami mampu melakukan peran dengan baik. Dan seiring berjalan waktu, kalian akan mengerti bahwa kami yang lebih perduli. TIPE hanya bertugas mengawasi acara, tapi kami akan terus mengawasi kalian dan membantu hal yang menurut kalian membuang waktu. Lihat saja nanti, siapa yang ada di samping kalian hingga akhir. 😊 

Selamat Datang Mahasiswa Baru 2015 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UNJ

Minggu, 23 Agustus 2015

Organisasi

Kamar, 23 Agustus 2015
23.35

Baru sempat berkunjung, rindu rasanya ingin menulis. 
Berbicara rindu, ternyata aku merindukan sesuatu. Selama hampir 3 tahun ini, aku tlah kehilangan sesuatu. Ah pantas saja aku merasa ada yang hilang sejak ia tertinggal. Kesibukan organisasi. Sudah lama aku tak merasakan sibuk seperti ini, sibuk berorganisasi apalagi aku mendapatkan posisi koordinator acara MPAJ alias OSPEK. Senang rasanya, dapat bekerja bersama dalam sebuah agenda, terlebih aku memimpikan posisi ini sebelumnya. Sangat menyenangkan rupanya. Berdiskusi, berbicara dan dipandang dengan baik oleh orang orang, dibutuhkan, pantas semua orang ingin menjadi sosok penting dalam organisasi. 

Mungkin aku terlalu cepat berpresepsi, jika menjadi koor itu sangat menyenangkan. Adapula menyebalkan, terlebih setiap koor acara MPAJ selalu menangis. Dengan bangga saya mengatakan belum menangis, ya menangis di depan mereka. Awalnya terasa santai, bahkan aku masih bisa bermain. Tapi sekarang? H-2 menjelang acara, membuat seakan semua masalah menderap. Seakan semua topeng jahat bermunculan, berusaha menghancurkan tokoh utama yang gemulai cantik jelita. Haha next.. 

Tapi benar, pantas saja mereka pada menangis. Merasa tak kuat ingin segera menuju akhir. Benar kata ka Novan, "Yang kalian temukan adalah orang seperti ini, orang orang yang power ya lebih kuat. Orang orang yang sengaja ingin merusak perspektif kalian. Hal yang dapat dilakukan? Pertahankan perspektif kalian. " aku benar benar merasakan perjuangan untuk menghadapi ulah legistatif ini yang selalu mencari kesalahan. Dan aku belajar tiga  hal, pertama jika ada orang marah diamkan saja, toh dia akan merasa bersalah dan meminta maaf. Ini terbukti saat saya tak membalas chat personal seseorang, dan dia meminta maaf. Nanti akan saya tunjukan. 
Kedua, jangan mudah bilang iya. Aku memang orang yang sukar menolak. Apalagi nolak es krim haha.. Waktu itu sempat karena langsung mengiyakan rundown jadi berantakan. Bukan jadwalnya tapi konsepnya. Karena aku bilang 'iya' hampir saja pada bertengkar karena merasa paling benar -_- . Ketiga, jangan merendahkan diri sendiri. Untuk menghindarkan disalahkan saya merendahkan diri sendiri dengan bilang 'saya orangnya pelupa.' Tanpa sadar ucapan saya dapat membuat main set staff saya berbeda. 
Banyak sekali pelajaran yang didapat dari kegiatan ini, tidak ada pilihan untuk saya keluar dari organisasi ini. Walaupun tak akan saya dapatkan kawan baik , tapi setidaknya saya dapat kenangan yanh akan saya kenang saat tua nanti. 

Endang Rachmawati 

Rabu, 19 Agustus 2015

Perpindahan

Jakarta, 19 Agustus 2015
17.00

Karena hidup adalah tentang perpindahan itu sendiri...
     Senyaman yang kurasa, waktu akan tetap berputar dan aku harus segera berpindah. Seperti Bang Radit bilang hidup seperti pindah rumah, butuh beradaptasi. Senyaman yang kurasa, sebanyak kenangan apapun disana, di rumah baru harus membiasakan diri untuk nyaman. 
     Mungkin benar, memaksakan untuk lupa hanya akan merusak pada kenangan di rumah itu. Memaksa untuk tak ingat, hanya membuat bersama hati yang tak mampu berdamai. 
     Mungkin benar, atas segala kenangan, ingatan, dan harapan, aku harus tetap berjalan. Mungkin benar, kenangan harus tetap di belakang. Karena kenangan hanya untuk dikenang, bukan untuk diulang. Tapi bisakah, atas kemungkinanku, aku berharap tetap kamu? 

Endang Rachmawati 

Minggu, 16 Agustus 2015

Kini tlah hilang

16 Agustus 2015
22.41

Hei selamat malam..
Selamat pukul 22.41 
Malam telah lengkap dengan heningnya, membuat kesendirian semakin mencekam ku malam ini. Membuatku ingin menangis saja. Lupakan. Lupakan tentang ucapan, janji janji, atas tangis aku tak lagi. Bukan soal cinta seperti yang lama, ah bahkan aku sudah tak mampu merasakan perasaan seperti rasaku yang lama. Bahagia, sedih, marah, bahkan aku seakan tak diizinkan tuk merasa. Hambar. Seperti wanita yang tak memiliki emosional. Seperti wanita yang tlah kehilangan kegilaannya. Dan kini wanita itu hanya mencoba menjalani rutinitas yang sama setiap hari. 

Wanita itu pernah berkata, dunianya yang sekarang tak seindah dunianya dulu. Tak semenarik, dan mungkin ia telah meninggalkan tawanya ketika berjalan menuju saat sekarang. Mungkin.. Wanita itu kini harus benar benar mencari. menemukan sesuatu di hidupnya dari mati suri. 

Wanita itu.. 
Pernah bercerita, dengan lain orang ter percayanya. Bertanya dan mengeluhkan mengapa hanya kupu kupu yang bertemu dengan kupu kupu lainnya di bunga matahari itu, dan mereka terbang berdua menyusuri bunga lainnya.. Padahal sudah tentu mereka dari kupu kupu dengan ras berbeda. Terlihat dari sayap dan fisiknya, ah mereka tak satu spesies rupanya. Tapi mereka mampu terbang berdua, kau mengerti kan maksudku? Anggap saja mengerti.

Mengapa hanya wanita itu, yang tak memilikinya. Wanita itu.. Ia merindukan kembarannya. Ia merindukan dunia akan baik baik saja jika bersama dia. Wanita itu merindukan seseorang dari spesies yang berbeda. Di dunianya kini... Wanita itu harus dipaksa mengerti. Dipaksa untuk memahami. Dipaksa untuk tidak boleh emosional. Dipaksa untuk hal hal lainnya yang.. Bukan diri wanita itu. 


Wanita itu, 
tlah kehilangan semua yang ada di dirinya...

Endang Rachmawati 

Minggu, 02 Agustus 2015

Menjadi Stalker

Jakarta, 2 Agustus 2015
02.28

Malam sebelum larut, aku sedang melihat sebentar akun sosmed seseorang. Menahan kantuk yang sedari tadi kutahan. Jangan kau tanya siapa, seperti kebanyakan wanita hanya ingin melepas rindu saja, itu awalnya. Dan akhirnya kau membaca habis semuanya. Namun kau tau, menjadi stalker sosmed seperti membaca diary. Hanya dengan melihat postingannya rindu itu terobati, membaca  tulisannya kau seperti sedang mendengarkannya bercerita tentang masa lalunya. Itulah kehebatan sebuah rangkaian kata, kau merasa dekat dengannya, seakan berbincang dengannya. Padahal kau dan ia sedang tidak bersama. 

Menjadi stalker memang menyebalkan, sudah tau kau akan merasa terluka. Entah itu hanya masa lalunya. Tapi kau tau sendiri wanita, lebih mengedepankan rasa penasaran daripada jeritan perasaannya yang meminta untuk hentikan. Namun menjadi stalker bisa pula membuat kau merasa beruntung dan amat dicintai. Ya walaupun lebih banyak sakitnya.. Tapi itulah wanita, tetap menjadi stalker abadi. 

Berbicara pula menjadi stalker, saat kau rutin mengikuti postingan di jejaring sosial nya. Atau setiba saat kau tiba tiba ingin membukanya, kau tau? Kau sedang merindukannya diam diam, bahkan kau saja yang menyangkalnya perlahan. Pada hal jelas, kau ingin tau "apakah ada aku disana? Di dalam postingan terbarunya." Meskipun tak kau temukan sesuatu untukmu, tapi kau terus berharap setiap hari. Seperti hari ini, kemarin, dan hari hari kemudian :)

Untuk kamu..

Endang Rachmawati

Sabtu, 01 Agustus 2015

Awal Agustus

Bekasi, 1 Agustus 2015
19.09

Malam ini terlihat sangat ramai. Entah karena apa alasannya, mungkin bosan menjalar berdiam di dalam rumah. Berjalan ringan sebentar, sambil menatap langit yang terang membuatnya terlihat semakin anggun. Sambil Berbelanja dan makan bersama teman teman, menghabiskan uang bulanan karena awal bulan. Malam pertama di awal Agustus. 

Lapar, kemacetan membuatku merasa lapar. Perut meronta meminta makan, yang tak diisi dari siang. Langit terlihat menawan, dengan keramaian berlalu lalang. Langit pertama di bulan Agustus.
Banyak harapan yang langit sanjungan pada malam ini. Karena itu ia terlihat menawan. Banyak doa doa dipanjatkan dari orang orang seperti kami yang menatap keramaian malam. Banyak harapan harapan akan kesenangan di bulan kemudian, dari orang orang berlalu lalang. Berharap mereka mampu membelanjakan keinginan mereka, tanpa perlu takut kehabisan uang hingga bulan depan. Merupakan kesenangan para pedangang, atas kebiasaan konsumtif mereka. 

Awal bulan, banyak doa, keinginan, dan harapan yang mereka panjatkan. Untuk kebaikan mereka hingga bulan kemudian. Seperti kebanyakan orang aku pun memanjatkan harapan, semoga aku tetap menjaga perasaan. Atas segala kemungkinan mendatang. Kau tau bukan, aku harus menjaga agar aku tidak terbawa perasaan. Padanya atau pada kalian.  

Selamat malam, aku sedang mencari makan di pinggir jalan. Jangan memintaku untuk menawarkan, nanti aku terlihat pelit. Haha.. 

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...