16 Agustus 2015
22.41
Selamat pukul 22.41
Malam telah lengkap dengan heningnya, membuat kesendirian semakin mencekam ku malam ini. Membuatku ingin menangis saja. Lupakan. Lupakan tentang ucapan, janji janji, atas tangis aku tak lagi. Bukan soal cinta seperti yang lama, ah bahkan aku sudah tak mampu merasakan perasaan seperti rasaku yang lama. Bahagia, sedih, marah, bahkan aku seakan tak diizinkan tuk merasa. Hambar. Seperti wanita yang tak memiliki emosional. Seperti wanita yang tlah kehilangan kegilaannya. Dan kini wanita itu hanya mencoba menjalani rutinitas yang sama setiap hari.
Wanita itu pernah berkata, dunianya yang sekarang tak seindah dunianya dulu. Tak semenarik, dan mungkin ia telah meninggalkan tawanya ketika berjalan menuju saat sekarang. Mungkin.. Wanita itu kini harus benar benar mencari. menemukan sesuatu di hidupnya dari mati suri.
Wanita itu..
Pernah bercerita, dengan lain orang ter percayanya. Bertanya dan mengeluhkan mengapa hanya kupu kupu yang bertemu dengan kupu kupu lainnya di bunga matahari itu, dan mereka terbang berdua menyusuri bunga lainnya.. Padahal sudah tentu mereka dari kupu kupu dengan ras berbeda. Terlihat dari sayap dan fisiknya, ah mereka tak satu spesies rupanya. Tapi mereka mampu terbang berdua, kau mengerti kan maksudku? Anggap saja mengerti.
Mengapa hanya wanita itu, yang tak memilikinya. Wanita itu.. Ia merindukan kembarannya. Ia merindukan dunia akan baik baik saja jika bersama dia. Wanita itu merindukan seseorang dari spesies yang berbeda. Di dunianya kini... Wanita itu harus dipaksa mengerti. Dipaksa untuk memahami. Dipaksa untuk tidak boleh emosional. Dipaksa untuk hal hal lainnya yang.. Bukan diri wanita itu.
Wanita itu,
tlah kehilangan semua yang ada di dirinya...
Endang Rachmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak