Minggu, 02 Agustus 2015

Menjadi Stalker

Jakarta, 2 Agustus 2015
02.28

Malam sebelum larut, aku sedang melihat sebentar akun sosmed seseorang. Menahan kantuk yang sedari tadi kutahan. Jangan kau tanya siapa, seperti kebanyakan wanita hanya ingin melepas rindu saja, itu awalnya. Dan akhirnya kau membaca habis semuanya. Namun kau tau, menjadi stalker sosmed seperti membaca diary. Hanya dengan melihat postingannya rindu itu terobati, membaca  tulisannya kau seperti sedang mendengarkannya bercerita tentang masa lalunya. Itulah kehebatan sebuah rangkaian kata, kau merasa dekat dengannya, seakan berbincang dengannya. Padahal kau dan ia sedang tidak bersama. 

Menjadi stalker memang menyebalkan, sudah tau kau akan merasa terluka. Entah itu hanya masa lalunya. Tapi kau tau sendiri wanita, lebih mengedepankan rasa penasaran daripada jeritan perasaannya yang meminta untuk hentikan. Namun menjadi stalker bisa pula membuat kau merasa beruntung dan amat dicintai. Ya walaupun lebih banyak sakitnya.. Tapi itulah wanita, tetap menjadi stalker abadi. 

Berbicara pula menjadi stalker, saat kau rutin mengikuti postingan di jejaring sosial nya. Atau setiba saat kau tiba tiba ingin membukanya, kau tau? Kau sedang merindukannya diam diam, bahkan kau saja yang menyangkalnya perlahan. Pada hal jelas, kau ingin tau "apakah ada aku disana? Di dalam postingan terbarunya." Meskipun tak kau temukan sesuatu untukmu, tapi kau terus berharap setiap hari. Seperti hari ini, kemarin, dan hari hari kemudian :)

Untuk kamu..

Endang Rachmawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...