Minggu, 23 Agustus 2015

Organisasi

Kamar, 23 Agustus 2015
23.35

Baru sempat berkunjung, rindu rasanya ingin menulis. 
Berbicara rindu, ternyata aku merindukan sesuatu. Selama hampir 3 tahun ini, aku tlah kehilangan sesuatu. Ah pantas saja aku merasa ada yang hilang sejak ia tertinggal. Kesibukan organisasi. Sudah lama aku tak merasakan sibuk seperti ini, sibuk berorganisasi apalagi aku mendapatkan posisi koordinator acara MPAJ alias OSPEK. Senang rasanya, dapat bekerja bersama dalam sebuah agenda, terlebih aku memimpikan posisi ini sebelumnya. Sangat menyenangkan rupanya. Berdiskusi, berbicara dan dipandang dengan baik oleh orang orang, dibutuhkan, pantas semua orang ingin menjadi sosok penting dalam organisasi. 

Mungkin aku terlalu cepat berpresepsi, jika menjadi koor itu sangat menyenangkan. Adapula menyebalkan, terlebih setiap koor acara MPAJ selalu menangis. Dengan bangga saya mengatakan belum menangis, ya menangis di depan mereka. Awalnya terasa santai, bahkan aku masih bisa bermain. Tapi sekarang? H-2 menjelang acara, membuat seakan semua masalah menderap. Seakan semua topeng jahat bermunculan, berusaha menghancurkan tokoh utama yang gemulai cantik jelita. Haha next.. 

Tapi benar, pantas saja mereka pada menangis. Merasa tak kuat ingin segera menuju akhir. Benar kata ka Novan, "Yang kalian temukan adalah orang seperti ini, orang orang yang power ya lebih kuat. Orang orang yang sengaja ingin merusak perspektif kalian. Hal yang dapat dilakukan? Pertahankan perspektif kalian. " aku benar benar merasakan perjuangan untuk menghadapi ulah legistatif ini yang selalu mencari kesalahan. Dan aku belajar tiga  hal, pertama jika ada orang marah diamkan saja, toh dia akan merasa bersalah dan meminta maaf. Ini terbukti saat saya tak membalas chat personal seseorang, dan dia meminta maaf. Nanti akan saya tunjukan. 
Kedua, jangan mudah bilang iya. Aku memang orang yang sukar menolak. Apalagi nolak es krim haha.. Waktu itu sempat karena langsung mengiyakan rundown jadi berantakan. Bukan jadwalnya tapi konsepnya. Karena aku bilang 'iya' hampir saja pada bertengkar karena merasa paling benar -_- . Ketiga, jangan merendahkan diri sendiri. Untuk menghindarkan disalahkan saya merendahkan diri sendiri dengan bilang 'saya orangnya pelupa.' Tanpa sadar ucapan saya dapat membuat main set staff saya berbeda. 
Banyak sekali pelajaran yang didapat dari kegiatan ini, tidak ada pilihan untuk saya keluar dari organisasi ini. Walaupun tak akan saya dapatkan kawan baik , tapi setidaknya saya dapat kenangan yanh akan saya kenang saat tua nanti. 

Endang Rachmawati 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...