Minggu, 31 Januari 2016

Kamar, 30 Januari 2016
20.54

Berapa lama lagi aku harus menunggu waktu. Ah tidak, lebih tepatnya aku sedang menunggu kamu. 

Sempatkah bercerita? Jika tidak, sempatkanlah berkabar..

Baiklah baiklah.. 
Aku akan tidur. 
Entah mengapa, beberapa saat ini menunggu kamu berkabar seperti  dongeng baru pengantar tidur ku

Selamat malam.

Berbeda

Kamar, 30 Januari 2016
17.39

Cinta wanita itu berbeda denganmu, Tuan..
Tidak seperti cintamu yang menggebu di awal.

Cinta wanita itu berbeda denganmu, Tuan...
Tidak secepat cinta datang ke hatimu, cinta di hatinya terhitung lamban. 
Mungkin karena wanita tidak perduli waktu, ia menikmati setiap hal yang kau lakukan.
Tanpa sadar, cintamu kini mulai meredup.
Kau lelah dan mulai mundur perlahan.

Tanpa perduli apa yang telah  ditinggalkan, bertaruh dengan waktu kau kira sudah cukup. 
Sekali lagi, tak perduli apa yang telah kau tinggalkan. Hati wanita itu tak kau perduli kan. 

Kau lelah tak dicari, Ia terbiasa dicintai. 
Kau hilang pergi, ia mencarimu hingga tak sadar diri. 
Bahwa kini....
kau sudah tak perduli. 

Endang Rachmawati 




Karena kamu sama berharganya dengan kenangan itu..

Kamis, 28 Januari 2016

Selamat malam

Selamat malam. 
Untuk langit dan bulan, yang terlihat sibuk semakin malam. Untuk fajar dan mentari, yang telah di ninabobokkan senja. 

Selamat malam.
Untuk kamu yang sedang sibuk berurusan dengan laptop. 
Aku sudah mulai menarik selimut ku, menutupi sebagian wajah.


Aku mengantuk ! 
Dan Selamat malam . 




Rabu, 27 Januari 2016

Selain rindu


Kamar, 27 Januari 2016
22.59

Aku baru tau, selain rindu ada kenyataan yang sama-sama menyakitkan. Adalah ketika tidak dipercaya bahwa kau telah berusaha. sekeras apapun kau mencoba, sejauh apapun kau melangkah, bahkan berlari dan terjatuh terlihat baret an luka dimana mana, tidak akan ada yang percaya bahwa sekali lagi. Kau telah berusaha.

Jika melupa susah, setidaknya mencoba tidak ingat. Menyibukkan banyak hal, membahagiakan diri yang telah lama mengobati luka. Di tangan. Di kaki. Di hati. 

Jika membuat percaya susah, biarkan aku disini. Langkahku adalah diam dan ramaiku adalah puisi balada. Tak perlu bahagia. Aku sudah biasa merasa sakit luar biasa. 



::Aku akan baik baik saja.
 
Endang Rachmawati 




Takkan pernah

Kamar, 27 Januari 2016
22.55

Sebesar apapun aku berusaha, tidak akan membuat kamu percaya. Meyakinkan bahwa melangkah saja tidak cukup untukku menjauh, dan medekat ke kamu. 

Sekuat apapun aku untuk melupa, dan meyakinkan bahwa tidak akan kuingat ingat sebuah rasa, tidak akan menyalahkan praduga di fikiranmu.

Memang, kamu benar dan aku salah. Selalu. 
Memang, untuk wanita sepertiku tak berhak untuk melangkah. Dan diam di tempat adalah langkahku yang sebenar-benarnya. 

Bahkan jika ku ucap selamat tinggal, kamu tak pernah percaya itu. 


Endang Rachmawati 





Senin, 25 Januari 2016

Kesan

Jakarta, 24 Januari 2016
22.28

       Menjadi orang dewasa harus belajar, mengerti benar tentang anak anak. Tidak hanya benar atau salah, terlebih pintar atau bodoh. Tidak anak yang bodoh, hanya ada anak yang telah diberi label bodoh. 

        Menjadi orang dewasa harus belajar, bahwa tidak semua harus dapat menguasai ilmu eksak, sosial, terlebih matematika. Di negeriku terlihat lucu, anak dianggap bodoh bila tidak dapat menyelesaikan soal matematika. Sedangkan di luar sana, setiap anak dibebaskan untuk belajar yang ia suka. Bukan memaksakan yang tidak ia suka.

      Terkadang, selama proses belajar menjadi guru aku lebih banyak tau bahwa selama 12 tahun aku belajar dan diajar oleh guru, mungkin bisa dikatakan 10% guru berhasil. Guru terbaik adalah guru yang dapat meninggalkan kesan mendalam untuk muridnya. Ia memiliki sesuatu berbeda sehingga dapat terkenang. 

      Seperti hari ini, aku bertemu dengan seorang stand up comedy kompas TV. Namanya Alfi. Dunia bisa dikatakan sangat sempit, karena saat sd ia pernah diajarkan oleh Ibu. Ia tidak pintar matematika, tapi dengan bakatnya dalam dunia stand up membawa dia menjadi dikenal oleh masyarakat. Entah untuk temannya yang lain, mungkin ia lebih pintar matematika. Ia mendapat juara 1 di masanya. Apakah ia sudah dapat dikategorikan sukses seperti Alfi ? Tidak ada yang tau masa depan seorang anak, bahkan ketika ia terlihat bodoh.

     Berbicara kebodohan, seperti aku katakan itu hanyalah labelling dari lingkungan pada diri anak itu. Seorang anak akan tetap tegar saat teman teman, orang tuanya menganggap bodoh, tapi ia akan terluka dan jatuh sejatuhnya bila gurunya pun menganggap demikian. Menganggap ia tidak mampu, Menganngapnya hanya tim peramai kelas dan tidak terlihat keberadaannya  seperti hantu, tidak dibiarkan untuk mengerjakan soal di papan tulis. Karena hanya akan membuang waktu.

     Dipandang rendah, seakan sampah yang mengganggu proses pembelajaran. Anak anak terlalu peka untuk hal hal demikian, jika ia tidak nyaman dengan gurunya selamanya ia akan mengingat dan menjadi traumatis berlebih. Membuatnya tidak menyukai pelajarannya entah sampai kapan. Tapi jika beda hal jika ia menyukainya, seorang anak akan mengikuti gurunya kemana pun. 

      Seperti yang telah diceritakan, ketika seorang anak tau bahwa gurunya akan mengalami mutasi. Ia menceritakan hal ini pada orang tuanya, dan orang tuanya menemui guru itu dan berkata, "saya dengar ibu akan dimutasi ? Kalau ibu X pindah kamu langsung pindah aja ya nak." Seperti itu yang dikatakan orang tua siswa kepada anak dan gurunya. Dengan senang anak itu menganggukan kepala, kau dapat bayangkan berapa berbekasnya seorang guru. Bahkan anak itu tidak memikirkan apakah ia akan mendapatkan teman baru, bagaimana dengan teman teman di sekolahnya yang lama. 

     Karena guru adalah segalanya. Tingkah, tutur kata, gerak jalan, berpakaian, akan menjadi model untuk murid muridnya kelak.. :')


Endang Rachmawati 


Jika suatu hari

Kamar, 18 Januari 2015 
23.43

Jika suatu hari ada hal yang mendekatkan, semoga itu bukan untuk awal kita melangkah berjauhan. 

Jika suatu hari yang sudah terlewatkan, aku bersyukur untuk hari sekarang.

Dan jika suatu hari kita melepas topeng, pergi dari rutinitas menghilangkan diri yang sesungguhnya. Aku harap kita masih dapat tertawa, bahkan untuk hal hal biasa saja. 

Karena kita pernah sama-sama saling menemukan..

Maukah kamu bersanding denganku..
Agar tidak hanya aku, objek yang tertangkap kamera menatap nanar kekosongan ruang di sampingku.. 

Maukah kamu..
Bersanding denganku, Tuan ? 

Sabtu, 16 Januari 2016

Kuningan

Km 187 Tol Palimanan 
17.29

Selamat datang di Cirebon. Beberapa kilometer lagi menuju Kuningan. Baiklah belum pasti juga bisa dikatakan kilometer , puluh kilometer, atau bahkan masih ratus kilometer. Asal sebentar lagi perjalanan panjang jalur tol akan berakhir.  Yeay !! 

Sebentar, apa kau berfikir aku sedang pulang kampung? Haha kau salah, bahkan kampungku bukan di sini. Lantas, apa tujuan ku? Hm, LIBURAAN 
Untuk rencana yang sudah sempat gagal, awalnya aku bersama tujuh temanku akan ke Kuningan tempat salah satu teman kuliah. Jangan tanyakan identitas, kau dapat berfikir banyak nama untuk temanku itu. Lalu h-3 menuju keberangkatan, rencana berlibur menggunakan mobil temanku, karena banyak kendala yang rumit akhirnya kita memutuskan untuk menyewa mobil. 

H-2 menuju keberangkatan, teman teman secara tiba tiba tidak jadi ikut. Tersisa aku dan dua orang teman. Akhirnya kami memutuskan untuk naik bus. Setelah semua persiapan diselesaikan, aku siap backpackeran 2 hari 1 malam. Tidur lebih awal, siapkan baju untuk berangkat. Semua siap.

Esok pagi yang aku tunggu, keberangkatan pukul 2. Aku sudah tidak sabar, kuteliti semua barang kembali. Entah mengapa jam dinding berjalan begitu lambat. Pukul 09.00, tiba tiba temanku (tokoh yang aku bebaskan untuk kalian memikirkan nama) meminta diundur hari, entah alasannya apa. Baiklah, dia tuan rumah. Esok pagi pukul 6 harus sudah sampai di terminal rambutan. 

Esok paginya kembali, pukul 04.00 aku sudah bangun dan sengaja mengecek line. Rutinitas setiap pagi. Takut ada info penting. Daan benar, perjalanannya digagalkan karena kemarin ada berita bom di Sarinah. Salah satu temanku tidak diizinkan. Dan aku tidak diizinkan bila berdua saja dengan temanku satunya. Karena dia laki-laki. Oke sudah gagal semua, semua rencana dan aku sudah malas. Baiklah simpan uangnya saatnya bermalas malasan. 

Satu hari itu aku lalui untuk merapihkan kamar dan menonton anime serta drama. Oke sudah dilupakan. 

Esok paginya pukul 5 teman aku yang sekali lagi bisa kau kreasikan namanya siapa, chat aku dia mohon banget untuk aku dan teman teman datang. Ibunya sudah menyiapkan semuanya, dia tidak tega melihat ibunya kecewa. 

Lantas aku merasa bersalah dan aku mengajak temanku yang dua orang itu. Mengajak siapapun yang mau. Tapi yang balas hanya temanku yang cowok itu. Akhirnya dengan nekat dan izin ortu aku dan temanku berangkat menggunakan bus dari terminal depok. 

Mendadak sekali, sangat mendadak. Bahkan kami seperti mau mudik bersama . -_- bus berangkat dari pukul 2 dan 2 jam dari sekarang aku dan dia akan segera sampai Kuningan. 

Walaupun sempet baper dan kesel saam teman-teman yang awalnya mereka yang merencanakan tapi mereka sendiri yang menggagalkan, tapi disinilah aku bersama temanku. Menuju Kuningan . 

Sekali lagi.. 
Perjalanan ini adalah perjalanan yang seharusnya sudah gagal. Mungkin untuk trip selanjutnya aku harus mengikhlaskan terlebih dahulu~~

Endang Rachmawati 
 

Jumat, 08 Januari 2016

1/8

Kereta, 8 Januari 2016
07.31

Selamat pagi, hari ini adalah hari ke delapan bulan Januari. Tapi UAS ku tidak kunjung berhenti, seharusnya kini aku masih ngulet di tempat tidur. Menikmati cerahnya mentari dan seharusnya saat ini aku sedang membaca webtoon yang entah sudah berapa episode terlewatkan. Huh~

Tapi aku tertahan disini, di kereta bersama orang orang yang mayoritas satu tujuan denganku. Sudirman. Pagi ini tidak dilalui dengan mulus, baiklah dari semalam.. 

Printer rusak lagi, laptop engga mau nyala, tadi pagi alarm ku tidak menyalah atau akunya saja yang terlalu pulas? Haha.. Lalu aku lama memilih baju, karena hari ini saatnya aku uas Srategi pembelajaran terkait simulasi mengajar dengan menggunakan strategi berbasis masalah. Setidaknya tampilan menentukan perolehan skor ku walaupun  lebih banyak dari cara mengajarku apakah sesuai dengan strategi berbasis masalah. 
 
Lalu karena terlalu lama memilih pakaian, makan, daan ada bahan simulasi yang lupa aku kerjakan. pukul 7 aku Baru keluar rumah dan print bahan simulasi yang tertinggal. Untung aku memiliki adik yang baik (kadang-kadang) okeoke sering baik :p jadi dengan kecepatan 60km/jam sampailah aku di stasiun manggarai. 7.15. Aku sudah melangkah santai karena kereta sampai pukul 7.25. Tapi sesaat setelah aku hendak menyebrang, aku sadar penyebrangannya ditutup dan itu aku sudah ditengah jalan raya. Pantas sepi..
Dengan terpaksa aku harus naik tangga penyebrangan, dan alhasil aku lari larian ke stasiun lenteng.  

Sepertinya sudah lama aku tidak berlarian secepat dan sejauh ini mengejar kereta. Setelah lelah kau harus berdesak desakan di kereta, fiuh semua ini harus terbayar nanti~ 

Tapi aku masih dalam kategori beruntung, berlari mengejar kereta dan untung kekejar. Aku pernah entah kapan tepatnya, dengan kejadian sama kartu emoney aku habis dan aku harus membeli kartu harian kereta. Saat sedang mengantri kereta sudirman datang daan aku masih mengantri. Terkadang aku mengutuk rasa malasku untuk mengisi ulang emoney -_- 

Sekarang sudah sampai manggarai. Keretanya termasuk cepat. Semoga tepat sampai jam 8, dan sesampainya di sudirman aku harus sesegera mungkin menaiki ojek. Kenapa ojek? Karena kalau jalan aku capek haha. Becanda karena perjalanan dari sudirman ke kampus kalaupun jalan cepat itu bisa 15 menit haha. Jadi tidak heran jika berjalan 5 menit saja aku tidak merasa capek.. Kadang kalau sambil ngobrol bisa apaa 1/2 jam.. 

Sudah ya, keretanya sudah hampir sampai stasiun sudirman siap siap berdesakan keluar gerbong. Keluar aja desek desekan -_- udah biasa kok udah biasa banget~~~


Sabtu, 02 Januari 2016

Masih saja

Jakarta, 31 Desember 2015
19.44

      Aku kira semua sudah benar benar hilang. Bahkan tlah kuselipkan, ku tumpuk di bagian terdalam dan terbelakang. Tak ditemukan..sejak diputuskan untuk disimpan. 
     Sejak diputuskan untuk berhenti, menjauh dan melepas semua yang mengganggu. Semua tentangmu Tuan. Ah bahkan aku tak ingat menyimpan semua ini..
      Sejak awal aku mengenalmu. Sejak awal langkahmu menuju ku. Semuanya. Semua benda yang pernah bersinggungan denganmu, aku simpan dengan apik. Berharap jailku tak mengusik kediaman benda benda ini. Berharap kelak mereka adalah barang biasa tak lagi menyesakkan. 
       Melihat mereka seperti catatan lama, menimbulkan luka saat ku putuskan untuk membuka. Tuan.. Mengapa semua tentangmu begitu menyesakkan.. Mengapa debar ku masih terdengar hingga telinga.. Membiarkanku menari dengan rindu, menghiasi melodi berirama kamu. 
       Aku pernah membaca sebuah puisi lama dengan lantang ia berbicara, "bagian tersulit bukanlah patah hati, namun kenyataan bahwa kau sedang menjalani patah hati itu sendiri." 

Endang Rachmawati 

       

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...