Ada sesak yang harus segera aku keluarkan. Seperti buliran hujan menenangkan, denganmu aku sedang tak enakkan..
Malam kemarin aku bersiap, menyiapkan segala ketangguhan dan kekuatan yang kupunya. Membangun kembali, menyatukan patahan yang tersisa. Untukmu.
Pagi ini aku akan memantapkan hati, menemuimu. Terlihat lebih cantik, agar kau kembali lebih tertarik. Udara kembali menyejukkan, aku kembali jatuh cinta.
Menjelang senja, patahku kembali berulah.
Kau tertawa dengan wanita itu, wanita baru pertama aku melihat.
Seperti peran layar kaca, aku menatap tawa kalian berdua.
Aku patah. Tidak menyenangkan.
Dua tahun tlah menghilang, sedihku kembali berpindah. Kembali padaku.
Ingin aku menangis. Bisa sebodoh itu aku berserah. Pada dirimu. Dan kamu? Berserah padanya. Semua terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak