Jakarta, 9 Juli 2021
18.16
Tuhan tidak mengaminkan doa baru saya, untukmu rupanya.
Dari sebelumnya doa saya selalu sama, untuk kamu bahagia.
Menjadi kini, semoga kamu tidak bahagia.
Ah bodohnya saya berharap kamu bahagia awalnya, dan ternyata Tuhan mengaminkan dan kau sudah bertemu serta bahagia.
Seharusnya dari awal saya berharap kamu terluka. Bahkan untuk doa saya yang ini tidak pula Tuhan aminkan, dan mempermudah hidupmu. Mempermudah cintamu. Mempermudah yang sekali lagi, kamu lebih dahulu bahagia.
Dimana bagian kamu terluka, dan saya tertawa ?
Dimana bagian kamu terseok seok karena dipermainkan dan ditinggalkan? Mengapa kamu yang lebih dahulu bahagia sekarang! Mengapa tidak ada doa selain kamu bahagia yang Tuhan kabulkan untukmu
:dariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak