Senin, 20 April 2015

Bingung

20 April 2015
22.53

Selalu seperti ini, Kesedihan merajai tanpa pasti. Apakah Kau memintaku melangkah lebih dekat? Saat aku sedang melangkah mundur menjauh.

Selalu seperti ini, aku merasa hampa. Kekosongan jiwa tanpa warna. Hanya kelabu tanpa hal baru. Sial. Bahkan aku seperti peculas meminta bahagia. Sedang Kau memberiku sempurna. 

Aku hanya merasa tak tau, apa yang kumau. Semua terlihat kurang, bagiku yang seharusnya bercukupan. 

Selalu saja menulis puisi balada. Sesengsarakah hidupku yang ada? Apakah kau inginkan ku menulis tawa, jika tak ku berasa? 
 
Aku hanya mampu menulis ini, isyarat hidup seorang penyair. Kesedihan seperti ini sudah hobi diratapi. Puisi adalah ungkapan hati tanpa perlu kau mengerti. Jadi anggap saja aku sedang merasa, sedih yang terlalu perasa.

Endang rachmawati

**tulisan ngawur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...