23.39
Ah.. Kembali lagi. Perasaan seperti ini. Padahal tadi ramai. Berbincang dan bercanda, mereka bernostalgia. Seharusnya akupun berbincang dan bercanda, kembali bernostalgia dengan mereka. kau selalu saja merusak, hari yang seharusnya menjadikan ku bahagia. Munafik. Wajah kau terlihat seperti itu. Tertawa dan ramah, aggap saja aku sebodoh yang kau kira. Bahkan aku tak ada pun kau tak kan perduli. Apa yang membuat kau benci? Aku takkan perduli.
Yah aku ingat. Saat teman teman yang kau anggap sahabat, menceritakan ketidaksukaannya Padaku. Perlakuan yang tak kusangka. Sekarang kutau, sebenarnya kau sendiri. Anggap saja itu karma, untuk mulutmu yang selalu bersua dibelakang. Munafik.
Kawanku benar, aku tak seheboh saat sma. Aku lebih diam dan tidak perduli kan banyak hal yang membuatku geram. Aku tak lagi perduli, untuk semua sikap yang kau dan lainnya beri. Aku takkan pernah lagi perduli. Dan takkan mencoba lagi untuk menjadi orang lain agar diterima. Setidaknya....
Aku punya mereka, atas segala kelakuan absurd ku mereka tetap ada. Dan selalu ada..
Itu lebih dari cukup. Untukku menjalani hidup yang terlalu banyak terjal saatku melangkah. Terima kasih untuk selalu ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak