00.28
Belum lama ini, aku pernah mengatakan ingin tetap berjuang. Untuk mimpiku yang berada dipersimpangan harapan.
Tapi, entah darimana asalnya dan semoga ini bukan keputusan emosional semata. Aku ingin bertahan. Bertahan yang telah kujalankan sekarang.
Kau tau? Melepaskan mimpimu sama saja seperti berjalan tanpa alas kaki. Terjalnya aspal membuat kakimu terasa perih dan seakan semua sulit untuk mengikhlaskan. Semua perjuangan seakan tersisa siakan, saat ku harus menengok ke belakang. Haruskah ku menyerah secepat sekarang?
Aku pernah membaca kalimat sederhana seperti ini "Jika untuk segala yang kau usahakan tidak sesuai harapan, bisa saja Tuhan sedang membelokkan jalan untukmu." Kesadaran diri atas ketidakmampuan jika dipaksakan membuat fikirku berputar. "Mengusahakan yang kau sendiri ragukan, hanya sia sia. "
Mungkin benar, mereka lebih membutuhkan pendidik yang bermoral. YA PENDIDIK. Mereka butuh guru muda yang mampu membuat mereka mengenal. Membuat mereka bermoral. "Jika aku tidak bisa mewujudkan mimpiku menjadi dokter, setidaknya Aku akan ada untuk menuntun mereka menuju mimpinya. Menuju kehidupan yang Lebih baik lagi."
" Dan setidaknya jika aku tidak dapat mewujudkan mimpiku menjadi dokter, aku akan menjadi guru yang mengerti ilmu kedokteran."
-kegalauan rasa- :'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak