Selasa, 28 Juli 2015

Halal bihalal keluarga besar

25  Juli 2015


Semua orang pasti pernah merasa, bertemu kembali. Dengan seseorang yang tlah lama tidak berjumpa. Seperti aku... Hari ini aku bertemu kembali dengan sosok itu. Aku bertemu di acara halal bihalal keluarga besar kakek /buyut Syarief Fatah dan kakek / buyut Murki. Aku akan menceritakan hal lain terlebih dahulu, sedikit bergeser dari tokoh utama yang akan ku ceritakan .

Halal bihalal hari ini adalah halal bihalal terbesar. Dapatkah kau bayangkan 250 lebih keluarga berkumpul dalam satu aula besar. Lokasinya di aula masjid AL Azhar, seperti acara wedding. Bahkan keluarga besar ku saja sudah merajai kwota undangan. Belum lagi keluarga suamiku, teman teman sekolah, teman teman di kampus, tetangga, rekan kerja, kenalan, daan sebagainya. Aku merasa seperti pesta rakyat hahaha...
Oh ya, aku juga memiliki sepupu baru. Sebenarnya sudah lama, tapi kemarin aku baru melihatnya. Dapatkah kau bayangkan?? Aku menjadi penerima tamu dan ia datang bersama keluarganya. Mungkin biasa untuk kalian bertemu aktris, tapi taukah? Aku sepupuan dengannya. Dia adalah Anisa Rahma, mantan girlband cherrybelle. Personil paling badai, tapi saat ku bertemunya kemarin ia terlihat biasa dan make up nya sedikit tebal. Dan dia datang membawa infotaiment hahaha..
Senang juga rasanya bersepupuan dengannya. Apakah masih ada aktor /aktris lainnya?? Atau aku dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki garis keturunan keluarga. Mungkin dengan bapak Darwis tere liye? Ah tak sabar aku menunggu kejutan sepupu/om/tante baru ku :) 

Tadi tlah ku ceritakan keluarga dari nenekku, sekarang akan ku ceritakan keluarga dari kakek ku. Ah bersabarlah kau, jangan terlalu terburu menanti aku menceritakan tokoh utama. Apakah kau tak tau tokoh utama itu diceritakan di awal atau di akhir. Dan aku memilih bercerita di akhir. Oke kembali lagi cerita keluarga kakek ku. Kakek ku itu berasal dari Makassar , sebenarnya aku memiliki darah keturunan Makassar tapi tak banyak. Kata ibuku, kakek dulu di kampungnya sangat kaya. Almarhum bernama Andi Amir Lahasan Baso. Kalau di Makassar aku cari tau, Andi adalah gelar untuk bangsawan di sana. Dan kau taulah, aku adalah cucunya bangsawan. Hahaha.. Perkenalkan namaku Andi Endang Rachmawati dan aku adalah bangsawan yang tidak mengerti kenapa aku tidak kaya xD 

Kau tau alasan kakek ku malah memilih menjadi orang biasa di Jakarta ? Karena cintanya pada nenek. Nenekku adalah orang betawi asli, saat kakek ku melihat nenek, ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Kakek ku adalah orang kaya di kampungnya, namun nenek tidak mau ikut kakek ke Makassar.karena cintanya, kakek meninggalkan hartanya disana dan hidup dari nol bersama nenek. Romantis bukan? Itu adalah cinta sejati. Aku iri. Hehe

Berhubung cinta sejati, baiklah akan ku ceritakan tentangnya. Setiap dua tahun sekali aku harusnya slalu bertemu dengannya. Karena acara halal bihalal diadakan dua tahun sekali. Tapi aku tak pernah memperhatikannya secara utuh. Baru akhir akhir ini, terakhir saat pengajian mingguan keluarga mereka di bogor aku dan ibuku hadir di dalamnya.  Aku menyadari sesuatu ada yang beda. Hahaha..setiap aku melihat dia dan keluarganya, ada kekuatan yang membuatku harus menjadi lebih baik lagi. Harus lebih dekat ke Allah lagi. Setiap aku melihatnya lebih dekat, sesuatu lansung menundukkan kepalaku. Setidaknya, mengingat ia dan keluarganya membuat hatiku slalu semangat beribadah. Jika kau melihatnya, kau akan bertingkah sama sepertiku. Sesuatu yang kecil menjadikan perubahan besar. Ia masih muda mungkin terpaut 3-5 tahuh diatas ku. Ia terlihat biasa saja, biasa dari definisi ku biasa dalam penampilan. Ia layaknya seperti teman teman seusianya, tidak ada pakaian/aksesoris yang mencolok. Aku suka orang seperti itu. Ia memiliki gaya yang biasa, tapi membuatku tak biasa. Setidaknya aku menemukan kebahagiaan yang pernah tertinggal di belakang, dan menemukan seseorang yang mengingatnya membuatku ingat pada Allah. :) aku rindu mentoring SMA ku, saat ku melihat mereka aku slalu membuatku mengingat Allah :' 

Endang Rachmawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...