Jumat, 31 Juli 2015

Aku adalah

Angkot, 31 Juli 2015
15.10

Aku bukan tipe orang suka mengobrol. Di keramaian. Di jalan dengan orang yang tak kukenal. Ku lebih baik diam, biarkan lebih banyak mendengar. Mendengarkan orang berbicara di kelas, mendengarkan kelas ramai dengan kebisingan, mendengarkan mereka bercerita. Itu lebih dari cukup, daripada memaksa diriku untuk menjadi yang lain seperti SMA. 

Mungkin benar aku kini terlalu diam, tidak seheboh dan seaneh dulu. Bahkan aku sendiri bingung, kenapa bisa seperti ini. Tapi aku menikmatinya, berbincang banyak pada beberapa orang terdekat. Lebih banyak mendengar saat di keramaian.  Mungkin aku akan kembali..ke diriku awal saat ku menjadi diam. 

Aku rindu kalian, yang membuatku terlihat like abnormal :" kalian tau? Dunia kampus tidak semenarik saat sma. Bahkan teman teman di kelas ku, tidak ada yang seperti kalian. Aku kesepian...

Rabu, 29 Juli 2015

Mencintai menulis

Jakarta, 29 Juli 2015
Aku mencintai menulis. Sangat mencintai. Aku tau pasti sejak kapan kusuka menulis, mungkin sejak sd. Sejak aku memiliki buku diary. Tapi tak kuteruskan menulis disana, sifat ku yang cepat bosan membuatku tak pernah selesai menulis hingga buku habis. Dimana mana tulisan. Di dinding, di belakang buku tulis, di meja, di kertas ujian, di media sosial, di blog, dan dimanapun. Dimanapun selama tangan kanan sedang lenggang dan bingung ingin apa. 

Aku suka menulis. Mengingat saja tak pernah cukup untukku. Karena kejadian tak pernah hadir dua kali, dan hanya dengan menulis aku mampu kembali ke masa yang ingin kukunjungi. Dulu saat sd aku menulis semua kekesalan kebahagiaan kesedihan di buku diary. Tapi semakin lama aku semakin meninggalkan rutinitas ku. Dan membiarkan segala moment terjadi begitu saja tanpa ada dokumentasi. Aku menyesal seharusnya tak kutinggalkan rutinitas itu. Sudahlah jangan heran jika hidupku penuh penyesalan haha..

Beranjak SMP aku benar benar mulai menyukai, saat di saat itu aku menjuarai FLS2N juara 1 dan  kemudian juara 2 menulis puisi. Saat di tingkat DKI Jakarta saya kalah. Kau tau alasannya? Karena  saat lomba mengganti tema puisi dan selama rentan sampai lomba aku tidak memiliki mood untuk menulis itu membuatku frustasi. 

Berlanjut lagi hingga SMA, aku semakin suka menulis. Menulis hal hal yang kata orang aku terlalu sering galau. Mungkin ini kelebihan cewe perasa sepertiku. Pagi hari ku bisa tertawa terbahak bahak namun beberapa menit kemudian aku bisa berubah menjadi dingin dan diam. Perubahan perasaan membuatku harus menuliskannya..

Ketika kelas 2 SMA aku mengikuti kembali lomba menulis puisi FLS2N dan aku kalah. Kau tau? Aku tidak mood dan karena tertekan oleh tuntutan guru dan harus menang. Aku belajar satu hal, puisi adalah ungkapan hati. Aku harus memaknai dengan pasti apa yang kurasa, apa yang kuingin tuangkan. Menulis adalah ungkapan hati untuk menyentuh hati. Jika penulisnya bingung ingin menyampaikan apa, itu hanya akan terasa hambar. 

Tapi aku tak pernah berani mempublikasikan tulisan ku. Tak berani mengikuti lomba lomba menulis. Sementara riwayat penulis yang kubaca seperti Asma Nadia, tere liye, dan sebagainya sudah mulai menulis sejak sd , smp, atau sma. Dan aku? Hanya mampu menuliskan dan menyimpannya. Aku hanya takut tertolak. :' 

Aku bukan orang yang misterius, menjelaskan semua cerita hidupnya dengan diam. Aku terlalu periang, dan banyak bicara. Asal aku merasa nyaman dengan lingkungannya. Jika tidak ? Kau akan menemukanmu cemberut sepanjang jalan. Bahkan aku seakan tak memiliki privasi karena otak ku saja sudah transparan ._. Mudah terbaca 


Selasa, 28 Juli 2015

Dulu aku pernah terlalu setia

Jakarta, 28 Juli 2015
20.40

Dulu, aku pernah terlalu setia.
Mencintaimu sangat lama.
Hingga lain pria tak kurasa perasaan yang sama. 

Dulu, aku pernah terlalu setia.
Meyakinkan diriku, kita akan bertemu di persimpangan jalan. 
Dekat rukomu. 
Melepas rinduku yang terbelenggu.

Dulu aku pernah terlalu setia.
Meyakinkan diriku, bahwa aku akan baik baik saja.
Perihal kepergianmu yang tak kunjung pulang. 

Tapi kini, setiaku ia tlah menyerah.
Setiaku, ia tlah lelah. 
Menunggu kau yang tak kunjung pulang, saat rindu berebut datang.
Untukmu yang entah di daerah mana kau berada..
Maafkan..

::Saat kau pulang, rinduku tak lagi setia menunggumu datang.::

Endang Rachmawati


Halal bihalal keluarga besar

25  Juli 2015


Semua orang pasti pernah merasa, bertemu kembali. Dengan seseorang yang tlah lama tidak berjumpa. Seperti aku... Hari ini aku bertemu kembali dengan sosok itu. Aku bertemu di acara halal bihalal keluarga besar kakek /buyut Syarief Fatah dan kakek / buyut Murki. Aku akan menceritakan hal lain terlebih dahulu, sedikit bergeser dari tokoh utama yang akan ku ceritakan .

Halal bihalal hari ini adalah halal bihalal terbesar. Dapatkah kau bayangkan 250 lebih keluarga berkumpul dalam satu aula besar. Lokasinya di aula masjid AL Azhar, seperti acara wedding. Bahkan keluarga besar ku saja sudah merajai kwota undangan. Belum lagi keluarga suamiku, teman teman sekolah, teman teman di kampus, tetangga, rekan kerja, kenalan, daan sebagainya. Aku merasa seperti pesta rakyat hahaha...
Oh ya, aku juga memiliki sepupu baru. Sebenarnya sudah lama, tapi kemarin aku baru melihatnya. Dapatkah kau bayangkan?? Aku menjadi penerima tamu dan ia datang bersama keluarganya. Mungkin biasa untuk kalian bertemu aktris, tapi taukah? Aku sepupuan dengannya. Dia adalah Anisa Rahma, mantan girlband cherrybelle. Personil paling badai, tapi saat ku bertemunya kemarin ia terlihat biasa dan make up nya sedikit tebal. Dan dia datang membawa infotaiment hahaha..
Senang juga rasanya bersepupuan dengannya. Apakah masih ada aktor /aktris lainnya?? Atau aku dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki garis keturunan keluarga. Mungkin dengan bapak Darwis tere liye? Ah tak sabar aku menunggu kejutan sepupu/om/tante baru ku :) 

Tadi tlah ku ceritakan keluarga dari nenekku, sekarang akan ku ceritakan keluarga dari kakek ku. Ah bersabarlah kau, jangan terlalu terburu menanti aku menceritakan tokoh utama. Apakah kau tak tau tokoh utama itu diceritakan di awal atau di akhir. Dan aku memilih bercerita di akhir. Oke kembali lagi cerita keluarga kakek ku. Kakek ku itu berasal dari Makassar , sebenarnya aku memiliki darah keturunan Makassar tapi tak banyak. Kata ibuku, kakek dulu di kampungnya sangat kaya. Almarhum bernama Andi Amir Lahasan Baso. Kalau di Makassar aku cari tau, Andi adalah gelar untuk bangsawan di sana. Dan kau taulah, aku adalah cucunya bangsawan. Hahaha.. Perkenalkan namaku Andi Endang Rachmawati dan aku adalah bangsawan yang tidak mengerti kenapa aku tidak kaya xD 

Kau tau alasan kakek ku malah memilih menjadi orang biasa di Jakarta ? Karena cintanya pada nenek. Nenekku adalah orang betawi asli, saat kakek ku melihat nenek, ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Kakek ku adalah orang kaya di kampungnya, namun nenek tidak mau ikut kakek ke Makassar.karena cintanya, kakek meninggalkan hartanya disana dan hidup dari nol bersama nenek. Romantis bukan? Itu adalah cinta sejati. Aku iri. Hehe

Berhubung cinta sejati, baiklah akan ku ceritakan tentangnya. Setiap dua tahun sekali aku harusnya slalu bertemu dengannya. Karena acara halal bihalal diadakan dua tahun sekali. Tapi aku tak pernah memperhatikannya secara utuh. Baru akhir akhir ini, terakhir saat pengajian mingguan keluarga mereka di bogor aku dan ibuku hadir di dalamnya.  Aku menyadari sesuatu ada yang beda. Hahaha..setiap aku melihat dia dan keluarganya, ada kekuatan yang membuatku harus menjadi lebih baik lagi. Harus lebih dekat ke Allah lagi. Setiap aku melihatnya lebih dekat, sesuatu lansung menundukkan kepalaku. Setidaknya, mengingat ia dan keluarganya membuat hatiku slalu semangat beribadah. Jika kau melihatnya, kau akan bertingkah sama sepertiku. Sesuatu yang kecil menjadikan perubahan besar. Ia masih muda mungkin terpaut 3-5 tahuh diatas ku. Ia terlihat biasa saja, biasa dari definisi ku biasa dalam penampilan. Ia layaknya seperti teman teman seusianya, tidak ada pakaian/aksesoris yang mencolok. Aku suka orang seperti itu. Ia memiliki gaya yang biasa, tapi membuatku tak biasa. Setidaknya aku menemukan kebahagiaan yang pernah tertinggal di belakang, dan menemukan seseorang yang mengingatnya membuatku ingat pada Allah. :) aku rindu mentoring SMA ku, saat ku melihat mereka aku slalu membuatku mengingat Allah :' 

Endang Rachmawati

Jumat, 24 Juli 2015

Aku mengenalmu sejak lama


Aku mengenalmu sejak lama.
waktu, Inginkan kita tuk bersama.
walau tampak mengerikan dunia.
Aku aman selama kau ada.

Reeff: 
Kau membuat aku suka.
Berbincang denganmu aku suka.
Aku suka, aku suka.
Denganmu aku bahagia.

Aku mengenalmu sejak lama.
Berdua denganmu, aku suka.
Tak perlu mencari ke segala.
Kamu sudah aku punya.










    



Kamis, 23 Juli 2015

Harus baik baik saja

Tol, 23 Juli 2015
03.29

Sepagi ini aku terbangun. Aku rindu kamarku, tapi kenyataannya aku masih berada di kendaraan beroda empat ini. Dan entah, setiba aku ingin menulis. 
------------------------------------------------

Pernahkah kau merasa menghindar dari sesuatu ? Atau dari tempat, untuk sementara waktu ? Pernah kah kau saat kau menyebutkannya, semua kenangan itu berputar. Membuat kau sesak tak karuan. 

Aku pernah. Asal kau tau, aku tak pernah membenci tempat itu, bahkan aku sangat menyukainya. Ingin rasanya kembali, kembali berseragam resmi dan memperbaiki semuanya. Tapi saat mengingatnya, ada terasa sesak kuberasa. Semua tentangmu berputar. Aku pernah mencoba, mencoba ingat hal yang menyenangkan. Tentang kepedulian, persahabatan, dan cinta. Sedangkan kau adalah ingatan terakhir itu. 

Aku ingin pergi ke sana. Memaksa diri yang mungkin akan terbiasa. Tapi akhirnya aku menyerah, aku tak pernah bisa ke sana.
Karena ia tertinggal bersama kenangan baik dan menyenangkan.  Aku selalu punya alasan untuk menghindar. Kini mengingatnya membuatku sesak berasa. Setelah ku buka album lama bersama mereka, aku kembali sesak. Sekali lagi, aku benci. Aku benci harus menjadi wanita perasa.

Mungkin aku harus lebih jauh melangkah, mungkin harus lebih banyak orang yang kutemui. Karena menghindar adalah jalan satu satunya, yang kutempuh selama ini. Dan aku 'harus baik baik saja'

Endang Rachmawati


Selasa, 21 Juli 2015

Perpisahan

Perjalanan pulang dari Bojonegoro, 21 Juli 2015
20.20

Kata ibuku, hal paling menyakitkan adalah perpisahan. Entah perpisahan sementara ataupun selamanya. Hari ini, untuk kesekian kali harus aku alami kembali. Perpisahan, memang bukan selamanya tapi itu menyakitkan. Dua hari sudah ku biasakan dengan mereka, bermain, dan sebagainya. Walaupun saat itu aku ingin segera lepas pergi. Walaupun bosan melanda diri. Tapi mereka adalah keluargaku. Kesedihan pun pasti ada..

Akankah kutemui mereka di perjumpaan selanjutnya ? Atau itu adalah perpisahan selamanya.. Entahlah
Aku merasa, semua takkan lagi pernah sama. Semua kejadian, entah perpisahan dan perjumpaan takkan lagi sama. Kata salah satu seniorku, kejadian tidak akan menciptakan moment yang sama. 

Mungkin Lebaran selanjutnya, takkan kutemui salah satu dari mereka. Seperti tahun sebelumnya, aku harus kehilangan salah satu keluargaku. Padahal dua tahun lalu kami berbincang dan berfoto bersama. Merinding ku rupanya. Semoga kau tenang ya Lek Minti :) 

Aku selalu berharap, setiap hari akan seperti ini. Tidak akan ada yang hilang, tak kan ada yang pergi. Karena semua orang tak suka perpisahan. Jika saja boleh aku berharap seperti itu. Tapi di kenyataannya, entah kapan waktunya perlahan aku akan kehilangan satu persatu kawanku, atau bahkan keluargaku. Seperti tukang parkir di dekat rumahku, setiap hari saat berangkat sekolah sejak SMP aku bertemu dengannya, berbincang. Dan pada hari yang telah terlewatkan aku tak menemuinya, dan aku mendapat kabar ia telah meninggal. Innalillahi. Walaupun aku tak mengenalnya, tapi ada kesedihan yang mendera ku. Aku benci perpisahan. Aku benci kehilangan.

Jika kita masih bersama mereka, Tuhan sedang memperpanjang waktu kita bersamanya. Aku sedih menulisnya, aku sedih memikirkannya, dan aku menangis rupanya . :' ah lemah sekali hati kau Endang.

Jika mengingat ini, aku ingin terus menikmati setiap detikku bersama mereka. Karena waktu dan kesehatan adalah anugrah Tuhan terbesar untuk manusia. Maafkan aku yang tidak lebih bersyukur atas karunia-Mu. berilah aku waktu lebih lama bersama mereka. Aamiin 

Endang Rachmawati 

Mungkin benar

Bojonegoro, 21 Juli 2015
15.41

Senja telah datang, ayamku menuju pulang.
Tidak untukku, yang tetap diam.
Menatap alam mulai ramai akan kepulangan. 
Aku disini, menatap senja melalui kaca jendela.
Memikirkan banyak hal, yang entah..
rasaku tak nyaman sejak semalam .

Banyak orang berkata, rindu adalah ketika kau menunggu seseorang untuk 'pulang'. Sampai kau tak enak berasa sejak semalam, hingga sesak terasa mencekam. 

Mungkin aku bisa setuju
mungkin juga tidak
Entah

Tak tau apa yang sedang kurasa
Yang kutau,
ia telah pergi..
Membuatku terhenti, untuk melihatnya setiap pagi.
Membuatku tak berasa, cinta yang dulu istimewa
Melemahkan jiwa, karna hatiku kau bawa serta. 
Semua membuatku hampa tak bertenaga

Ah, mungkin benar
Aku hanya terlalu..
merindumu dengan selalu

Endang Rachmawati

Senin, 20 Juli 2015

Anggap saja khayalan, semoga jadi nyata

Bojonegoro, 19 Juli 2015
21.35

Malam semakin larut, dalam suasana yang berbeda. Selamat datang di kampungku, yah kampung bapakku lebih tepatnya~

Kau tau aku sedang apa? Aku sedang duduk di kursi kamar yang disediakan oleh mbah putri dan menunggu seseorang yang katanya rindu suaraku, ah membuatku tersipu. 

Aku sedang memikirkan sesuatu tentang masa depanku nanti, tentang keluarga kecilku. Ah aku tertular ia rupanya -_- tak apalah aku berkhayal sebentar. 
Kali ini aku akan menjalani semester 3 di kampusku, sudah tidak ada alasan lagi untukku tidak memikirkan masa depanku nanti. Kau tau aku sudah ditolak SBMPTN tahun ini, dan otomatis aku harus menjalani kampus keguruanku hingga selesai. Jika kau bertanya apa yang aku kejar, sudahlah lupakan. Aku harus mencari kesenangan di kampusku. Pertama aku harus mendapatkan beasiswa, itu sangat peting. Setidaknya aku harus pernah mendapat beasiswa berprestasi ._. Lalu aku ingin kerja parttime, harusnya jadi guru les tapi... Sama anak anak aja masih moody bisa bisa jadi guru galak. 

Kedua setelah lulus, dan aku akan ikut pelatihan SM3T yaitu pelatihan calon guru mengajar di daerah terpencil untuk beberapa jangka waktu seperti Indonesia Mengajar. Setelah itu aku harus mulai mengajar, di sekolah internasional. Aamiin. Mengapa aku tidak di sekolah negeri, kan lebih gampang? Jawabannya karena, kata dosen ku jadi guru itu harus dari sekolah terbaik dulu agar dapat membentuk guru berkualitas baik dalam pengajaran, pola fikir, maupun pendekatan ke siswa. Jika kau langsung ke sekolah negeri, yang mayoritas guru senior dengan pola fikir dan pengajaran tradisional, kita tidak akan berkembang dan mengubah pendidikan di sekolah tersebut. Aku setuju dengan pola fikir dosenku, jadi aku masukkan ke dalam planning berkhayal masa depan. Hehe..

Ketiga, aku ingin menikah di umur kisaran 24-25 yah semoga bisa dikisaran itu. Walaupun kata orang jangan membuat planning untuk umur menikah, tapi ya anggap saja aku sedang berkhayal. Alasan aku tidak ingin menikah muda? Prinsipku dua, pertama ingin memastikan semuanya. Kesiapanku dan keyakinanku pada pasanganku kelak. Pernikahan sekali seumur hidup. Dan prinsip kedua, ingin mensukseskan diri dulu. Kalau bisa abis s1 langsung s2, agar pas punya anak tidak lagi mengejar mimpi mimpi itu. Dan fokus ke anak. Karena aku tau..jadi anak pembantu itu tidaklah enak. 

Keempat, aku ingin lebih mengenal calon suamiku kelak. Untukmu calon suamiku yang entah siapa dan sedang apa, aku ingin menitipkan seluruh cintaku untukmu kelak yang belum pernah kuberi pada laki laki sebelum kamu. Aku harap kelak, kau akan mencintai keluargamu. Kau akan dekat dengan anak anak kita. Menjadi ayah, super Hero, dan sahabat untuk mereka. Karena aku tau, memiliki ayah yang asyik dengan dunianya sendiri itu tidak enak. Jadilah iman ku , jadilah sahabat anak kita kelak. seorang ayah mampu menciptakan keluarga seperti apa yang ia inginkan. Aku harap kamu akan berprinsip sama denganku. :)

Kelima, untuk calon suamiku aku ingin terus mencintaimu. Kau tau, aku seringkali bosan saat bersama pria sebelum kamu. Aku harap kau akan terus romantis, menciptakan kejutan kejutan kecil hal yang kusuka. Karena, aku akan lebih romantis lagi Padamu. Tolong imbangi aku, agar aku tidak bosan denganmu. Kau tau, aku akan mengabdikan lebih dari separuh hidupku bersamamu. Dan bertahan itu sulit.

Keenam,  saat aku berkeluarga. Aku akan menerapkan No Gadget. inikan khayalan, jadi kau harus mengikuti arah pemikiranku. Mengapa Aku menetapkan No Gadget? Karena kau tau Gadget atau alat elektronik yang semakin canggih, akan membuat anak menjadi pasif. Menjadi anak tidak mudah akrab dan tidak mau bergaul dengan lingkungannya. Menurunkan sel-sel kecerdasan di otak anak, saat sedang berkembang pesatnya. Membuatnya bisa menjadi pembangkang, karena ia akan melakukan apa saja bahkan melawan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Aku tlah menerapka di sepupu dan keponakanku, saat mereka meminjam Gadget aku mengalihkan dengan mengajaknya bermain yang lain. Dan berhasil. Untuk calon anakku kelak, aku akan mendongengkanmu setiap malam sebelum kau tidur, setiap minggu aku akan mengajakmu ke perpustakaan dan setiap bulan kita akan membeli buku buku yang kau suka. Kau tau? Aku ingin kau mencintai buku. Karena ia adalah teman terbaikmu. Untuk calon anakku nanti, aku akan memasakkanmu makanan ringan yang kubuat dengan cinta, aku akan mengajarkanmu banyak hal tentang dunia. Aku akan menjadi ibu dan sahabatmu kelak.

Ketujuh, aku ingin membangun sekolah. Impianku sejak kecil jika aku tidak menjadi dokter. Aku tau menjadi guru yang disukai muridnya tidaklah mudah. Menjadi satu satunya guru yang akan slalu diingat muridnya, walaupun tlah banyak orang yang lebih hebat dari gurunya. Merek yang tlah ditemuinya di setiap belahan dunia yang ia kunjungi. Menjadi guru yang membuat muridnya mencintai belajar dan pelajarannya, karena kutau guru memiliki banyak pengaruh terhadap cita cita dan minat seorang murid. Dan terakhir menjadi guru yang mampu emnginspirasi muridnya. Karena guru adalah model untuk muridnya di sekolah. Dari caranya berbicara, tingkah laku, pola fikir, cara berjalan, dan cara berpakaian yang harus slalu selaras. Susah memang, tapi semua akan berjalan seiring waktu. Dan saat aku telah mampu, baik mental maupun finansial aku akan membangun sekolah. Bersama ibuku. Menciptakan sekolah yang kondusif dan lebih mengedepankan minat siswa bukan hanya memaksanya untuk menghafal semua pelajaran. Menjadikannya sekolah adalah kesenangan bukan sebagai rutinitas yang dicaci setiap pagi. 

Ah semoga saja planning khayalan hidupku ini akan menjadi nyata. Perlahan kutau walau tak semuanya akan terlaksana tapi aku akan mencoba memperbaiki diri dan memantaskan diri, agar aku terlihat layak bahkan lebih dari layak untuk mendapatkan semuanya. Aamiin. 

Sudah dulu ya, terlalu panjang bercerita. Sampai bertemu nanti, saat perlahan semuanya mulai tergenapi. :) 

Endang Rachmawati

Minggu, 19 Juli 2015

Dengarlah Hatimu

Lamongan, 19 Juli 2015
09.00

Langit, pagi ini kau terlihat sangat biru. Bahkan sang surya terlihat sangat congkak di dekatmu, perpaduan kemesraan yang indah. Apakah diatas sana kalian baik baik saja? Apakah kalian pernah bertengkar karena sang surya terlalu congkak di dekatmu? Langit, menatapmu mengingatkan ku kembali padanya. Ia juga suka menatap kemesraan kalian. Ah, apa yang sedang ia lakukan? Apakah ia baik baik saja?
Langit, bahkan aku pernah merasakan membiru seperti warnamu kini. Dan wanita itupun, ia pernah merasa membiru sepertiku. Bahkan aku tak mampu membuat perumpamaan yang nyata. 

Sadarkah kau langit, perlahan sinar sang surya merambat menembus kaca mobilku. Membuatku merasa panas, tapi terima kasih setidaknya tidak hatiku saja yang merasakan panas. Memandang kalian sungguh indah, dan kini fikirku tlah berpindah. Apa kabar sekali lagi denganmu? Apa kau pernah bertanya kabarnya? Ia terlihat tidak baik baik saja. Tengoklah sebentar, kurasa...ia merindukanmu. Jangan tak perduli, dengan senang kau berpindah lagi. Ah kau perlu menyelesaikan masalahmu dengannya. Masalahmu denganku? Anggap saja tak ada, sudah biasa aku merasa.

Terima kasih pasangan yang mesra, kau telah memindahkan cahayamu sebentar. Sehingga sekarang aku bisa berfikir dengan damai, bak anginmu kini. Bolehkah aku menganalisa hidupmu? Kau tau, kau tak seperti dulu. Seperti awal aku mengenalmu. Kini kau lebih tak perduli, dengan hati wanita yang kau patahkan hari itu. Mungkin aku lebih baik baik saja, karna cintaku tlah berpasrah. Tapi ia? Sudahlah.. 
Bolehkah aku menganalisa mu untuk yang kedua? Aku yang mengenal betul kau dari SMA. Jangan cepat berpindah, kau harus tau yang menyebabkan hatimu tak bisa lama rasakan pada hubungan. Mungkin karena wanitamu sebelum aku, yang kalian belum terselesaikan. Sehingga perlakuanmu padaku, seperti perlakuannya padamu. Atau pada sahabatmu yang pernah aku cemburui. Sedari awal hingga perjumpaan terakhir kita bersama kemarin, aku merasa ada yang ganjil antara kalian. Ah bukan, antara hatimu dengannya. Jangan menyangkal kawan, coba pahami saja perlahan. Bahkan aku sangat mengenalmu, dan kau tau? Perempuan tak pernah salah dalam hal perasaan. 

Jangan teruskan jika masalahmu saja belum terselesaikan. Kau berujar aku hanya berlebihan, seakan tau kamu segalanya? Jika benar kau mau apa? Kau tau, patah hati itu tak enak. Sangat tidak enak. Hentikan pencarianmu, pahami saja hatimu. 

Endang Rachmawati 

Jumat, 17 Juli 2015

Wanita

Jakarta, 17 Juli 2015
03.07

Aku tlah belajar, cara mencintaimu dengan benar. 
Aku tlah mencoba, membiarkan rasaku terbiasa.
Semoga, caraku dapat berhasil dengan sempura.
Sesempurna cinta yang tlah Tuhan cipta.

Takdir tlah mengarahkan, aku untuk terus berjalan.
Melangkah ke depan dengan kepastian perasaan.
Karena ku lelah mengejar, yang bahkan sedari awal ia berlari menghindar.
Kau benar, wanita itu makhluk egois.
Mengharap kepekaan, namun mereka sendiri tidak peka.
Kau benar, wanita harusnya mencintai yang sebenar benar.
Sebenar benar mencintainya..
Sebenar benar menyayanginya..


Endang rachmawati


Rabu, 15 Juli 2015

Sampai kapan?

15 Juli 2015
01.15

Hai seharusnya aku sudah terlelap. Malam terlalu gelap untuk membuatku terjaga. Rasa letih lebih berkuasa, tapi apa daya jika rasa ingin segera bercerita.

Sampai kapan ? 
Entah, fikirku selalu bertanya seperti itu. Menuntut untuk segera diberi pernyataan. Berkali kuberikan jawaban, tapi bukan pernyataan. Jika itu pernyataan, aku sudah dapat memberi kepastian dari pertanyaan "sampai kapan?" 

Sampai kapan? Ia memanggilmu kapten. Dan aku? Panggil saja kamu Tuan. Dua panggilan ditujukan untuk satu orang dan masalah yang sama. "Sampai kapan aku akan berhenti memanggilmu, Tuan?" Dan sampai kapan ia terhenti memanggilmu kapten ? Sampai kapan kita akan berdamai dengan semuanya. Dengan keadaan yang memaksa aku dan kamu melangkah berjauhan. 

Sampai kapan ? Ia akan merapuh seperti itu. Aku merasa.. Ia akan melangkah terlalu payah untuk melupakannya. Melupakan kaptennya. Mungkin yang mengerti hanya kita, tiga rangkaian membentuk segitiga. Ya jika ia membaca tentunya. 

Kau tau? Walau aku tak mampu memastikan, kapan akan kuberi pernyataan dari tanya itu. Ya dari pertanyaan "sampai kapan?" Setidaknya kini.. Aku belajar ikhlas.
Ya, aku mempelajari kembali dan berulang kali arti ikhlas itu. 
Kini kulebih mengerti, sudah saatnya aku harus berhenti. :)

Endang Rachmawati 

Minggu, 12 Juli 2015

11.12

Depok, 12 Juli 2015
11.12

Aku merasa.. Sebenar benarnya bosan yang terasa. Gila. Ini benar benar gila.
Aku telah merasa jenuh, untuk rasa yang tlah ku perjuangkan dengan payah. Benar, terlalu banyak aku berceloteh padanya. Sebenar benarnya rasa tak kurasa ada. Benar.. Takkan diperduli. 

Seperti ini lebih baik, biarkan aku meninggalkannya kembali. Biarkan kini ku yang takkan perduli. Biarkan aku yang pergi. Untukmu, Tuan yang tlah membirukan duniaku.


Apakah ini ?


Kamar, 11 Juli 2015
00.28

Belum lama ini, aku pernah mengatakan ingin tetap berjuang. Untuk mimpiku yang berada dipersimpangan harapan. 

Tapi, entah darimana asalnya dan semoga ini bukan keputusan emosional semata. Aku ingin bertahan. Bertahan yang telah kujalankan sekarang. 



Kau tau? Melepaskan mimpimu sama saja seperti berjalan tanpa alas kaki. Terjalnya aspal membuat kakimu terasa perih dan seakan semua sulit untuk mengikhlaskan. Semua perjuangan seakan tersisa siakan, saat ku harus menengok ke belakang. Haruskah ku menyerah secepat sekarang? 

Aku pernah membaca kalimat sederhana seperti ini "Jika untuk segala yang kau usahakan tidak sesuai harapan, bisa saja Tuhan sedang membelokkan jalan untukmu." Kesadaran diri atas ketidakmampuan jika dipaksakan membuat fikirku berputar. "Mengusahakan yang kau sendiri ragukan, hanya sia sia. " 

Mungkin benar, mereka lebih membutuhkan pendidik yang bermoral. YA PENDIDIK. Mereka butuh guru muda yang mampu membuat mereka mengenal. Membuat mereka bermoral. "Jika aku tidak bisa mewujudkan mimpiku menjadi dokter, setidaknya Aku akan ada untuk menuntun mereka menuju mimpinya. Menuju kehidupan yang Lebih baik lagi." 

" Dan setidaknya jika aku tidak dapat mewujudkan mimpiku menjadi dokter, aku akan menjadi guru yang mengerti ilmu kedokteran."


-kegalauan rasa- :'

Terima kasih untuk selalu ada

10 Juli 2015 
23.39

Ah.. Kembali lagi. Perasaan seperti ini. Padahal tadi ramai. Berbincang dan bercanda, mereka bernostalgia. Seharusnya akupun berbincang dan bercanda, kembali bernostalgia dengan mereka. kau selalu saja merusak, hari yang seharusnya menjadikan ku bahagia. Munafik. Wajah kau terlihat seperti itu. Tertawa dan ramah, aggap saja aku sebodoh yang kau kira. Bahkan aku tak ada pun kau tak kan perduli. Apa yang membuat kau benci? Aku takkan perduli.

Yah aku ingat. Saat teman teman yang kau anggap sahabat, menceritakan ketidaksukaannya Padaku. Perlakuan yang tak kusangka. Sekarang kutau, sebenarnya kau sendiri. Anggap saja itu karma, untuk mulutmu yang selalu bersua dibelakang. Munafik. 

Kawanku benar, aku tak seheboh saat sma. Aku lebih diam dan tidak perduli kan banyak hal yang membuatku geram. Aku tak lagi perduli, untuk semua sikap yang kau dan lainnya beri. Aku takkan pernah lagi perduli. Dan takkan mencoba lagi untuk menjadi orang lain agar diterima. Setidaknya....

Aku punya mereka, atas segala kelakuan absurd ku mereka tetap ada. Dan selalu ada.. 
Itu lebih dari cukup. Untukku menjalani hidup yang terlalu banyak terjal saatku melangkah. Terima kasih untuk selalu ada 
(NB: kurang dua orang Indri sama Aca) 

Jumat, 10 Juli 2015

Bahkan kau tak mau berjuang, untuk apa aku tetap bertahan? 
Bodoh.

Berasa

Kamar, 10 Juni 2015
00.18  

 Baru terasa, sakit yang mendera. Kau tau? Aku merasakan sakit yang amat berasa. Ternyata... 
    Berjuang untuk mimpi. Mimpi seorang gadis kecil berumur 5 tahun. Baru Aku tau, tidaklah mudah...
Benar. benar. tidak. mudah. 
    Ku pertanyakan banyak hal, apakah aku layak? Apakah aku harus mencoba lagi? Apakah ini akan sia sia? Mungkinkah harus kulepas saja? Mungkin ini cara Tuhan menjawabnya, dengan membelokkan yang terbaik menurut-Nya. Tapi...
Perlahan semua orang menjalani dan melepas mimpinya. Kau tau? Saat kelulusan sma semua teman temanku mengatakan dengan lantang impian mereka. Tapi kini.. Perlahan mereka mulai menerima. Ya orang orang itu mulai menerima saja yang telah dihadapkannya. Tidak berjuang kembali, karena mereka tau berjuang itu melelahkan..
      Sampai kapan aku akan bertahan? Sampai tanggal 9 Juni tahun depan mungkin, atau.. Sampai tersampaikan topi toga di kepalaku? 
      Tapi aku tidak bisa menyerah begitu saja. Penolakan berarti aku harus mencoba kembali. Mungkin karena salah strategi. 

::berilah aku jalan, aku akan bertahan untuk setahun kedepan. 

Endang Rachmawati 

Rabu, 08 Juli 2015

Tentang hari ini

Kereta, 8 Juli 2015
10.30
     Kau tau. Sekarang aku sedang berdiri di dekat pintu kereta. Melihat pemandangan yang terpantul dari luar. Semua pemandangan masih sama. Tetap membuatku merindukannya. Rel di sepanjang koridor kereta. Rumah rumah liar yang berdiri melanggar aturan. Sampah dimana mana. Inilah kereta. Dan inilah Indonesia.

      Aku tidak ingin menceritakan itu, sekarang sedang terjebak sinyal masuk manggarai dan mood berantakan hari ini. Bolehkah aku mengeluh Padamu saja? Mengeluh pada mereka hanya akan membuatku terlihat lemah aja. Percuma.

      Seharusnya bukan aku yang ke kampus hari ini untuk menyerahkan berkas. Dari depok ke rawamangun perlu 2 jam. Sebenernya masih banyak yang lebih dekat. Mungkin aku akan memaafkan mereka jika semua yang kukerjakan kemarin bukan aku semua. Nyatanya?  Perlu waktu seharian untuk merubah semuanya SEMUANYA. 

       Juklak, rundown, penugasan, semua aku create sendiri. Bukan ingin mengeluh, namun ingin menyadarkan mereka, walaupun alasan mereka tidak bisa membantu dapat dipahami. Setidaknya mereka bisa bertanya "apa aku sibuk? Apa yang mereka bisa lakukan?" walaupun itu basa basi..

     Menghadapi kebaperan, seakan aku orang yang pengertian. Mungkin setelah Lebaran, harus aku melanjutkan puasa. Agar tidak baper. Haha~ engga lucu tapi miris aja nulisnya. Nasib menjadi koor acara besar mungkin seperti ini.. Lelah. Capek. Aku butuh lebih banyak ice cream. :' dan aku rindu MC flurry Oreo dan strawberry 😋😋😋😋

Dan kamu

Kereta, 8 Juli 2015
09.37

Aku pasrah
Atas semua keadaan yang meresahkan
Sudah berapa kali aku bilang?
Tapi kau tak pernah mengindahkan
Bahkan kau tak mau lelah, untuk memperjuangkan.

Kau takut aku yang terluka ?
Yang benar saja, bahkan kau yang tak mau ambil resiko kehilangan.
Semua membuatku hampir gila, Nona.

Sudah cukup. Sudah.
Tak harusnya aku melangkah sejauh ini
Tak harusnya aku berjuang sejauh ini
Semua berputar,
Dan aku masih saja sama. Berlaku sama. Seperti tak punya penghargaan untuk diri.
Aku lelah..
Dan kau?

Masih.tidak.perduli.

Minggu, 05 Juli 2015

Suatu waktu nanti

Suatu waktu nanti..
Sebanyak langkahmu dari rumah
Sejauh ragamu meninggalkan kota
Nona..Kau akan kembali 
Kau akan kembali, sebagaimana kodratmu sebagai wanita.

Suatu waktu nanti..
Secerdas apapun kau
Setinggi apapun yang kau raih
Kelak..jika saatnya tiba
Ketika seorang lelaki mendatangi orang tuamu,
meminta izin untuk menghalalkan mu
Kau akan berbakti, di rumah bersamanya nanti.

Dan hingga  suatu waktu nanti tiba 
Berdirilah dengan perkasa, demi impian yang kau punya...Nona
Jangan lemah, karena banyak yang tak mudah.
Lepaskanlah hati, yang salah kau beri.
Karena kelak, saat waktu nanti tiba
Dengannya atau bukan, kau akan bahagia.

::Karena rencana Tuhan sebaik baiknya yang kau punya.::

Endang Rachmawati
Jakarta, 05 Juli 2015
03.26

Kamis, 02 Juli 2015

PEMBERITAHUAN

Pemberitahuan!! 
Pemilik blog ini, tidak akan mengganti blog nya :3
ada berita bagus lagi nih, pemilik blog akan menulis lebih sering  (^0^)/ yeeeyyy

Ditungguin yaa biar penasaran..
:* :* 
Mungkin akan tetap menggunakan inisial atau perumpamaan, biar punya cerita hidup yang buat kepo lalala~
Bhey kiss luv <3  @}--

Semoga pembacanya bertambah aamiin :"""3 

Haiiiiii

Entah kapan, blog ini akan menjadi terkenal. Seperti blog lainnya yang kukenal. Haha- *miris*
Entah kapan aku menyukai blog, rutin menulis walaupun engga tau pembacanya bertambah atau tidak. Rutin?? Oke oke hampir rutin menulis ><
Mungkin sebelumnya isi blog tentang puisi atau lebih ke ungkapan hati yang lebih ke pelampiasan. Sempat aku berfikir, untuk membuat blog baru. Blog catatan kecil ini you know lah isinya amburadul, tidak tertata, daan.. Isinya galau *ehem* semua. Mungkin pengen buat blog isinya cerita sehari hari, tanpa ada inisial atau perumpaan. Lebih terang terangan. Mungkin ada galau, tapi engga ada yang tau. Tapii...entahlah~

Menulis di blog ini seperti rutinitas. Kalau perasaan lagi kacau langsung ke blog. Lagi pengen nangis langsung ke blog. Biar engga nangis di depan orang lagi, nanti ditinggalin lagi~ haha

Oh ya belum di kasih tau kan, ada orang yang menyebut dirinya bebek. Dia yang buat aku suka menulis blog, atau lebih tepatnya karena dia. 

Makasih loh atas semuanya, bebek~ 
Kamu benar atas semuanya. Barang antik cuma bisa dilihat, mau aku membuatnya jadi baru lagi, aku perbaiki, di lem, tetap aja barang antik dan ada cacatnya. (Loh kok jadi ngomongin barang antik?) wkkw 

Oh ya kata kamu, ayam engga bisa berenang bareng bebek? Tapi ayam bisa nungguin bebek di daratan. Walaupun ayam engga bisa berenang, tapi ayam bisa ngawasin bebek dari daratan. *piss* (^•^)v jadi inget curhatan kamu. 

Ayam akan terus berjuang buat berenang.  Sambil menunggu, ayam akan di daratan nungguin bebek pulang xD *apaa coba konyol sih tapi...yasudahlah-~

Semoga blog nya jadi terkenal ('/ \')




Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...