Bojonegoro, 19 Juli 2015
21.35
Malam semakin larut, dalam suasana yang berbeda. Selamat datang di kampungku, yah kampung bapakku lebih tepatnya~
Kau tau aku sedang apa? Aku sedang duduk di kursi kamar yang disediakan oleh mbah putri dan menunggu seseorang yang katanya rindu suaraku, ah membuatku tersipu.
Aku sedang memikirkan sesuatu tentang masa depanku nanti, tentang keluarga kecilku. Ah aku tertular ia rupanya -_- tak apalah aku berkhayal sebentar.
Kali ini aku akan menjalani semester 3 di kampusku, sudah tidak ada alasan lagi untukku tidak memikirkan masa depanku nanti. Kau tau aku sudah ditolak SBMPTN tahun ini, dan otomatis aku harus menjalani kampus keguruanku hingga selesai. Jika kau bertanya apa yang aku kejar, sudahlah lupakan. Aku harus mencari kesenangan di kampusku. Pertama aku harus mendapatkan beasiswa, itu sangat peting. Setidaknya aku harus pernah mendapat beasiswa berprestasi ._. Lalu aku ingin kerja parttime, harusnya jadi guru les tapi... Sama anak anak aja masih moody bisa bisa jadi guru galak.
Kedua setelah lulus, dan aku akan ikut pelatihan SM3T yaitu pelatihan calon guru mengajar di daerah terpencil untuk beberapa jangka waktu seperti Indonesia Mengajar. Setelah itu aku harus mulai mengajar, di sekolah internasional. Aamiin. Mengapa aku tidak di sekolah negeri, kan lebih gampang? Jawabannya karena, kata dosen ku jadi guru itu harus dari sekolah terbaik dulu agar dapat membentuk guru berkualitas baik dalam pengajaran, pola fikir, maupun pendekatan ke siswa. Jika kau langsung ke sekolah negeri, yang mayoritas guru senior dengan pola fikir dan pengajaran tradisional, kita tidak akan berkembang dan mengubah pendidikan di sekolah tersebut. Aku setuju dengan pola fikir dosenku, jadi aku masukkan ke dalam planning berkhayal masa depan. Hehe..
Ketiga, aku ingin menikah di umur kisaran 24-25 yah semoga bisa dikisaran itu. Walaupun kata orang jangan membuat planning untuk umur menikah, tapi ya anggap saja aku sedang berkhayal. Alasan aku tidak ingin menikah muda? Prinsipku dua, pertama ingin memastikan semuanya. Kesiapanku dan keyakinanku pada pasanganku kelak. Pernikahan sekali seumur hidup. Dan prinsip kedua, ingin mensukseskan diri dulu. Kalau bisa abis s1 langsung s2, agar pas punya anak tidak lagi mengejar mimpi mimpi itu. Dan fokus ke anak. Karena aku tau..jadi anak pembantu itu tidaklah enak.
Keempat, aku ingin lebih mengenal calon suamiku kelak. Untukmu calon suamiku yang entah siapa dan sedang apa, aku ingin menitipkan seluruh cintaku untukmu kelak yang belum pernah kuberi pada laki laki sebelum kamu. Aku harap kelak, kau akan mencintai keluargamu. Kau akan dekat dengan anak anak kita. Menjadi ayah, super Hero, dan sahabat untuk mereka. Karena aku tau, memiliki ayah yang asyik dengan dunianya sendiri itu tidak enak. Jadilah iman ku , jadilah sahabat anak kita kelak. seorang ayah mampu menciptakan keluarga seperti apa yang ia inginkan. Aku harap kamu akan berprinsip sama denganku. :)
Kelima, untuk calon suamiku aku ingin terus mencintaimu. Kau tau, aku seringkali bosan saat bersama pria sebelum kamu. Aku harap kau akan terus romantis, menciptakan kejutan kejutan kecil hal yang kusuka. Karena, aku akan lebih romantis lagi Padamu. Tolong imbangi aku, agar aku tidak bosan denganmu. Kau tau, aku akan mengabdikan lebih dari separuh hidupku bersamamu. Dan bertahan itu sulit.
Keenam, saat aku berkeluarga. Aku akan menerapkan No Gadget. inikan khayalan, jadi kau harus mengikuti arah pemikiranku. Mengapa Aku menetapkan No Gadget? Karena kau tau Gadget atau alat elektronik yang semakin canggih, akan membuat anak menjadi pasif. Menjadi anak tidak mudah akrab dan tidak mau bergaul dengan lingkungannya. Menurunkan sel-sel kecerdasan di otak anak, saat sedang berkembang pesatnya. Membuatnya bisa menjadi pembangkang, karena ia akan melakukan apa saja bahkan melawan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Aku tlah menerapka di sepupu dan keponakanku, saat mereka meminjam Gadget aku mengalihkan dengan mengajaknya bermain yang lain. Dan berhasil. Untuk calon anakku kelak, aku akan mendongengkanmu setiap malam sebelum kau tidur, setiap minggu aku akan mengajakmu ke perpustakaan dan setiap bulan kita akan membeli buku buku yang kau suka. Kau tau? Aku ingin kau mencintai buku. Karena ia adalah teman terbaikmu. Untuk calon anakku nanti, aku akan memasakkanmu makanan ringan yang kubuat dengan cinta, aku akan mengajarkanmu banyak hal tentang dunia. Aku akan menjadi ibu dan sahabatmu kelak.
Ketujuh, aku ingin membangun sekolah. Impianku sejak kecil jika aku tidak menjadi dokter. Aku tau menjadi guru yang disukai muridnya tidaklah mudah. Menjadi satu satunya guru yang akan slalu diingat muridnya, walaupun tlah banyak orang yang lebih hebat dari gurunya. Merek yang tlah ditemuinya di setiap belahan dunia yang ia kunjungi. Menjadi guru yang membuat muridnya mencintai belajar dan pelajarannya, karena kutau guru memiliki banyak pengaruh terhadap cita cita dan minat seorang murid. Dan terakhir menjadi guru yang mampu emnginspirasi muridnya. Karena guru adalah model untuk muridnya di sekolah. Dari caranya berbicara, tingkah laku, pola fikir, cara berjalan, dan cara berpakaian yang harus slalu selaras. Susah memang, tapi semua akan berjalan seiring waktu. Dan saat aku telah mampu, baik mental maupun finansial aku akan membangun sekolah. Bersama ibuku. Menciptakan sekolah yang kondusif dan lebih mengedepankan minat siswa bukan hanya memaksanya untuk menghafal semua pelajaran. Menjadikannya sekolah adalah kesenangan bukan sebagai rutinitas yang dicaci setiap pagi.
Ah semoga saja planning khayalan hidupku ini akan menjadi nyata. Perlahan kutau walau tak semuanya akan terlaksana tapi aku akan mencoba memperbaiki diri dan memantaskan diri, agar aku terlihat layak bahkan lebih dari layak untuk mendapatkan semuanya. Aamiin.
Sudah dulu ya, terlalu panjang bercerita. Sampai bertemu nanti, saat perlahan semuanya mulai tergenapi. :)
Endang Rachmawati